
Seperti biasanya, Arabella melakukan kegiatannya sebagai model. Memang dia masih dalam masa liburannya, tapi dia yang bosan akhirnya menerima satu tawaran pekerjaan yaitu untuk menjadi brand ambassador shampoo wanita. Sang kekasih, Hilman menghubungi dirinya, setelah pekerjaan selesai. Dia, ingin menemui Arabella, dan dengan berat hati Arabella tidak dapat menemuinya. Karena, dia sudah memiliki janji dengan ayah mertua sekaligus, selingkuhannya. Hilman, terlihat begitu kecewa, akan tetapi mau bagaimana lagi, Efendy sudah terlebih dahulu memintanya, untuk pulang cepat. Maka dari itu, dia tidak ingin membuat ayah mertuanya itu kecewa, padahal dibandingkan dengan Efendy Hilman lebih tampan . Arabella, benar-benar bangga, bisa dicintai oleh 3 pria yang menurutnya sangat hebat.
" Baiklah, kalau begitu lusa bagaimana. Kau bisa kan, meluangkan waktumu untukku?"
" Baiklah, kalau begitu aku akan menemui kamu Mas ! "
" Ya sudah, aku pergi dulu. Hari ini, akan ada pemilihan model baru. Jadi, aku harus ikut serta dalam kegiatan ini. Sayang sekali, kamu tidak mau menjadi juri, Sayang !"
" Maaf ya Mas, kalau begitu, sampai bertemu lusa ya!"
Arabella, berjinjit dan mencium bibir Hilman, pria itu tidak membalasnya karena dia di kejar waktu. Sehingga, dia hanya tersenyum manis sembari mengusap lembut rambut coklat sang kekasih.
" Sampai jumpa, sayang !"
" Iya Mas!"
Hilman, segera pergi meninggalkan, sang kekasih. Padahal, dia sangat merindukan Arabella, sudah 3 hari dia tidak melihat wajah sang kekasih.
The Imperial Mansion, Beijing 13.30
Liam, tampak begitu kesal dengan bawahannya, sudah 3 hari menyelidiki Arabella. Tetapi, masih belum memberikan bukti atas perselingkuhan istri dan juga sahabatnya tersebut.
" Bagaimana bisa, dia masih belum mendapatkan buktinya. Sungguh di luar dugaan, seharusnya dia sudah mendapatkannya. Joe mengatakannya padaku, jika dia begitu hebat, dan bisa mendapatkan bukti kurang lebih dalam jangka waktu 1 hari. Akan tetapi, ini hampir 4 hari, ada apa dengannya? "
" Mas ..."
Terdengar, suara Kalila memanggil Liam, membuat pria tampan itu, terkejut sehingga dia memegangi dadanya.
" I...Iya sayang! "
Kalila, mengerutkan keningnya
" Mas , kamu kenapa ?"
Liam, menggeleng cepat, sembari tersenyum paksa.
__ADS_1
" Ah, baiklah Mas pasti sedang sibuk ya. Kalau begitu, Kalila boleh tidur siang tidak ? "
" Boleh Sayang, tidurlah kamu pasti kelelahan terimakasih ya semalam kamu benar-benar hebat! "
" Ih Mas Liam, jangan di bahas dong malu nih !"
" Baiklah, maaf ya sayang !"
Kalila, menutup mulutnya, dia sungguh malu saat sang suami membahas tentang kegiatan mereka semalam. Membuat semburat merah diwajahnya tampak begitu jelas. Sehingga, membuat Liam begitu gemas dengan tingkah sang istri. Padahal, baru saja dia marah-marah pada bawahannya, yang menurutnya tidak becus dalam bekerja.
" Berkat Kalila, aku bisa sedikit melupakan tentang kebodohan Farel ! " batin Liam.
Jakarta, Indonesia 12.30
" Ampun Tuan, saya hanya mencari uang! "
" Berisik, Yogi, bawakan sarung tanganku ! "
" Baik Tuan ! "
Pria paruh baya yang masih sangat tampan itu, dia mengarahkan senjatanya tepat di kepala seseorang yang baru saja ditangkapnya.
Setelah di tembak mati, orang suruhan Liam itu di bawa pergi oleh para pesuruhnya. Saat dia melepaskan sarung tangannya, ponselnya berdering. Layar gawainya itu, selesai melepaskan sarung tangan, dia segera menerima panggilan masuk dari sang kekasih.
" Papa, aku sudah pulang ke rumah kita. Kau kemana saja, bukankah kau bilang ingin bertemu denganku ? " ujar Arabella dengan nada manjanya.
" Baiklah, aku akan segera pulang. Sabar ya sayang, sebentar kok! "
" Iya, kalau begitu aku tutup ya ! "
" Baiklah, kamu siap-siap ya. Kita, akan melakukan ritual kita oke ! "
" Aku tunggu ya ! "
Perjalanan, dari gudang ke rumah mewahnya hanya beberapa menit saja. Efendy, yang sudah tidak sabar untuk melakukan kegiatan intim bersama kekasihnya, segera memasuki lift dan menekan tombol 5. Seperti dugaannya, Arabella sudah siap dengan kimononya. Wanita cantik itu, menghampirinya dan melepaskan pakaiannya. Setelahnya, mereka melakukan hubungan intim seperti biasanya.
__ADS_1
" Pa, kalau aku hamil bagaimana? "
" Kita akan bersama, pastinya! "
Arabella, tersenyum bahagia dia memeluk tubuh sang kekasih yang tanpa sehelai benang tersebut. Wanita itu, mengecup dada bidang kekasih gelapnya.
" Sayang, jangan menggodaku. Kita baru saja selesai, harus jeda dulu, aku sih oke. Tapi, kau begitu kelelahan! "
" Papa memang pengertian, baiklah jeda dulu. Aku mengantuk, ingin tidur dulu Pa ! "
Efendy, mengangguk sebagai jawaban. Pria itu, lantas membiarkan sang kekasih untuk beristirahat di pelukannya. Baru saja dia hendak tidur, ponselnya tiba-tiba berdering. Nama yang muncul pada layar gawainya adalah nama sang istri, Kurnia. Dia berlahan melepaskan pelukan hangat dari Arabella. Kemudian, dia mengangkat panggilan masuk dari sang istri.
" Assalamualaikum Mas, ada apa 3 hari ini kamu tidak mau mengangkat panggilan masuk dariku? Aku, selalu menunggu panggilan masuk darimu loh. Jahat sekali, tidak menghubungi aku ! "
Kurnia istrinya, mengeluhkan sikap cueknya selama 3 hari ini. Ya, selama sang istri di Bali, Efendy asyik dengan kekasih gelapnya, Arabella. Sehingga, dia lupa menghubungi sang istri.
" Maaf ya sayang, Mas sedang sibuk beberapa hari ini sungguh pekerjaan Mas sangat banyak ! "
" Aih, jadi begitu. Kalau sekarang, bagaimana sudah tidak repot kan ? "
" Iya, Mas baru saja menyelesaikan pekerjaan Mas ! "
" Kalau begitu, aku juga akan memberitahu kamu Mas. Di sini, bisnis butik ku Alhamdulillah lancar. Jadi, kemungkinan besar, aku akan mempercepat kepulanganku. Mungkin saja, 2 Minggu lagi, aku akan pulang ke Jakarta! "
Efendy, begitu terkejut mendengar perkataan sang istri. Bagaimana bisa, hal ini bisa terjadi. Padahal, dia dan Arabella masih belum puas melampiaskan rasa rindu keduanya.
" Apa ? "
" Kau kenapa Mas? Sepertinya kau tidak senang aku pulang dengan cepat? "
" Tidak sayang, aku hanya sedikit terkejut. Baiklah, kalau begitu jaga kesehatan dan jangan lupa minum vitamin mu. Supaya, kau tidak sakit oke ! "
" Baiklah, kau juga jangan lupa jaga kesehatan. Kalau begitu, aku tutup ya Assalamualaikum! "
" W... Wa'alaikumusallam, Sampai jumpa sayang ! "
__ADS_1
Di sebrang sana, sang istri tidak menjawab ucapannya lagi. Karena, wanita itu sudah menutup panggilan tersebut. Sementara itu, Arabella di balik pintu, mendengarkan percakapan antara suami istri tersebut. Hatinya, benar-benar hancur seketika. Melihat bagaimana ayah mertuanya tersebut, begitu mesra dengan sang istri. Berbeda sekali, ketika bersama dengannya, bahkan dia tidak pernah diingatkan ini dan itu. Yang pria itu lakukan, hanyalah memintanya untuk bersiap mengenakan lingerie seksi dan melayaninya dengan baik. Tapi, entah mengapa Arabella justru semakin mencintai pria paruh baya itu. Dia, bertekad untuk merebut kebahagiaan ibu mertua. Karena, baginya tidak ada pria yang sempurna selain ayah mertuanya tersebut.
Bersambung