
Kalila, sedang memilih sayuran sementara itu Maria sedang membeli bumbu. Saat Kalila sedang mengambil kol, disaat bersamaan seseorang juga tengah mengambil kol tersebut. Betapa terkejutnya dia, saat seorang pria tidak sengaja memegang pergelangan tangannya.
" Astaghfirullah ! "
" Sorry, aku tidak sengaja! "
" Em, iya tidak apa-apa. Kol itu untuk anda saja, biar saya cari lagi ! "
" Maaf, tadi saya sedang lengah saya kira ada tidak akan mengambil kol ini. Untuk anda saja, anda kan lebih dulu dari saya! "
" Tidak apa-apa, sepertinya anda begitu terburu-buru! "
" Ah, kalau begitu terimakasih ya ! "
Pria tampan berperawakan tinggi tegap, serta bermata sipit itu kemudian membungkuk memberi hormat pada Kalila. Dia, juga berterimakasih sebelum mencari bahan makanan lainnya.
" Ya Tuhan, cantiknya. Tidak hanya wajahnya yang cantik, melainkan hatinya juga. Masyaallah ! " batinnya .
Maria, yang sudah selesai akhir memanggil nama Kalila. Dan, pria itu menolehkan wajahnya, dia menatap kepergian mereka berdua tanpa sepengetahuan keduanya.
" Jadi, namanya Kalila ? " batinnya.
Pria tampan itu, tersenyum bahagia, ketika mengetahui jika nama wanita yang dia kagumi adalah Kalila.
Kalila dan Maria, kembali ke kediaman Liam. Nanda, sudah menunggu keduanya dari kejauhan.
" Kalian, masih muda tapi mengapa begitu lelet seperti ini? "
Kalila, dan Maria saling memandang. Padahal, mereka mencari bahan makanan begitu sulit. Hingga, harus mengelilingi tempat khusus makanan dan sayuran yang harus di beli di supermarket.
" Maaf Bu Nanda, kami lama karena memang kami berkeliling mencari bahan makanan! "
" Alasan saja ! "
Nanda, melipat kedua tangannya sembari melotot. Tiba-tiba saja, Liam datang menghampiri mereka.
" Ada apa ini! "
__ADS_1
Nanda, terlihat begitu takut ketika Liam menghampiri mereka. Tetapi, dia berusaha untuk bersikap seperti biasanya.
" Ah itu, tidak ada apa-apa Pak. Maria dan juga Nona Kalila baru saja sampai membeli bahan makan untuk makan malam ! "
" Ah baiklah, berarti tidak ada masalah kan ? "
" Iya Pak ! "
Liam, melirik sekilas pada sang istri. Akan tetapi, Kalila menundukkan kepalanya dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan sang suami . Begitu Liam pergi, Nanda kembali memarahi Kalila dan juga Maria.
" Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini. Sebaiknya, sebelum Ibu Arabella kembali aku sudah pergi dari rumah ini ! " batin Kalila.
" Bu Nanda, kenapa anda begitu jahat dan menyiksa istri muda Pak Liam ? Tidakkah anda merasa bersalah? Atau anda memiliki tujuan lain ? " batin Maria.
" Ya sudah, kalian segera pergi ke dapur dan siapkan makan malam untuk Tuan Muda dan Nyonya Besar! "
" Baik Bu ! " ujar Kalila dan Maria serempak.
Arabella, dan Hilman sedang berada di toko perhiasan ternama Carti3r . Hilman, sudah berjanji membelikan perhiasan untuk sang kekasih. Arabella, begitu bahagia saat Hilman mengajaknya ke toko perhiasan ternama. Dia, sungguh sangat beruntung bisa memiliki kekasih seperti Hilman. Maka dari itu, dia ingin sekali, jika Hilman menjadi suaminya. Bukan pria kaku seperti Liam.
Selama ini, Arabella selalu bermain cantik. Sehingga, bisa dipastikan Liam, Hilman, dan istri dari pria yang merupakan kekasih gelapnya itu tidak tahu. Karena, sering berhubungan dengan pria itu secara sembunyi-sembunyi, membuat wanita seksi itu bimbang. Dia, tidak bisa memilih salah satu dari 3 pria yang dicintainya tersebut. Entah itu Hilman, kekasih gelapnya, atau Liam suami sahnya.
" Sayang, kamu tadi begitu antusias, akan tetapi mengapa sekarang kamu nampak murung? "
" Ah tidak apa-apa Mas, jangan dipikirkan. Ayo, bantu aku memilih perhiasan yang cocok untukku! "
." Baik, ayo ! "
Arabella, dibantu oleh Hilman, untuk memilih sebuah perhiasan.
" Maaf Mas, aku tiba-tiba teringat akan kekasih gelap ku yang ke-dua! " batin Arabella.
Waktu makan malam sudah selesai, dan para maid segera membereskan peralatan yang digunakan untuk makan malam. Selesai bekerja, para maid diperbolehkan untuk istirahat. Kalila, setelah mandi, dia segera melaksanakan ibadah wajibnya, shalat Isya. Begitu selesai dia shalat sunah witir karena, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 jadi dia harus segera tidur.
Tidak lupa, sebelum pergi tidur, Kalila membaca Qur'an Surat: Al-Mulk, 3 Qul dan juga berdoa sebelum tidur. Setelah itu, dia mengibaskan ranjangnya, dan segera tidur. Hari pertama di rumah suaminya, dia justru begitu sengsara. Padahal, dulu di rumah majikannya, dia tidak diperlakukan seperti ini. Kalila, bertekad, untuk pergi dari rumah suaminya ini. Bagaimanapun caranya, dia akan segera kabur dari kehidupan Liam.
Tidak terasa adzan subuh sudah berkumandang, Kalila segera bangun dan melaksanakan ibadah wajibnya. Setelah itu, dia segera keluar dari kamarnya. Akan tetapi, dia dikejutkan dengan dekapan hangat sang suami.
__ADS_1
" Sayang, Mumpung masih belum ada yang bangun. Bagaimana kalau kita kembali ke kamarmu, Mas lagi pengen! "
Kalila, tidak bisa menolak permintaan Suaminya tersebut. Sehingga, dia mengiyakan ajakan untuk berhubungan intim. Kemudian, Liam melepaskan jilbabnya, dan membuka kancing bajunya. Lalu, setelahnya dia dan Kalila berdoa. Kemudian, mereka melakukan ibadah suami istri tersebut.
Beberapa menit kemudian...
" Terimakasih Sayang, Mas jadi lebih semangat sekarang. Kalau capek nanti izin saja sama Nanda ya ! "
" Enggak Mas, aku kuat kok. Tapi, Mas sudah puas belum? "
" Sudah sayang, Alhamdulillah. Terimakasih ya! "
Liam, mencium kening sang istri. Kemudian, keduanya mandi bersama. Setelah itu, Liam keluar terlebih dahulu. Sementara itu, Kalila diminta untuk keluar pukul 06.30 saja. Saat pekerjaan sudah dimulai, barulah dia boleh keluar. Dan, Kalila pun menuruti perintah sang Suami.
Pada pukul 06.30 Kalila keluar dari kamarnya. Para maid lainpun sama, mereka segera berbaris, untuk briefing. Setelah berdoa, mereka segera melaksanakan tugas masing-masing. Kebetulan Kalila, kebagian untuk menghidangkan makanan, dan mencuci peralatannya. Sehingga, dia masih bisa bersantai sejenak. Setelah Hidangan jadi, para maid yang bertugas segera membawa makanan untuk dihidangkan di atas meja. Liam, memperhatikan sang istri dari kejauhan. Dia, tersenyum bahagia. Pasalnya, tadi pagi dia begitu puas dilayani oleh sang istri. Tapi, Kalila terlihat begitu kelelahan, dari cara jalannya saja dia tampak kesusahan. Akan tetapi, wanitanya itu, begitu tegar meskipun dia mengajaknya 2 kali berhubungan intim.
" Selamat menikmati! "
" Terimakasih, Kalila ! "
Liam, tidak sengaja tersenyum begitu manis pada maid berjilbab itu. Sehingga, ibunya menaruh rasa curiga padanya.
" Kamu kenal dia Liam ? "
" Ah iya, dia maid baru disini . Kemarin, baru saja dia datang dari kampung! "
" Oh ya? Siapa namamu cantik ? "
Kalila, membungkuk hormat.
" S...saya Kalila Nyonya Besar! "
" Ah baiklah, selamat datang di kediaman Liam dan Arabella. Semoga betah ya ! "
Kalila, hanya mengangguk selebihnya dia hanya melirik sekilas pada sang suami. Membuat, perasaan Liam tidak enak, pria itu jadi dilanda kecemasan tanpa sebab. Saat melihat wajah istri mudanya tersebut.
Bersambung
__ADS_1