
karna kecelakaan dalama bekerja aku dapat cuti dari bosku selama yg aku butuhkan, kurang baik apa bosku memperhatikan kesehatan ARTnya
sepertinya hari ini aku bakal seharian di rumah nieh karna libur kerja
"bu naza udah berangkat sekolah" tanya ku dari balik jendela dapur yg terbuka
"udah tadi pagi ibu yg anter,karna kamu masih tidur" jawabnya sambil membereskan piring di dapur
"bu bu bos ada?" tanya ku lagi
"ada masih di kamarnya" jawab ibu lagi
aku pun merasa bosan dan pergi menuju ruang tv yg sangat luas beda dengan ruang tv di tempat kerjaku yg ga terlalu besar
aku duduk di kursi plastik dan menonton tv acara pagi ada acara kesukaan ku yaitu cartoon ya memang itu hoby ku nonton cartoon romantis, berbeda dengan orang sebayaku yg lebih suka dengan acara remaja
saat asyik menonton tiba2 bu bos keluar dari kamarnya
"eh nami ga kerja" tanya nya sambil menutup pintu kamar
"libur bu" jawabku sambil menggoyang2kan dudukku
"loh kenapa libur" tanya nya lagi sambil berjalan menuju meja makan, sepertinya mau sarapan
"jari nagi kena pisau bu" jawabku dan menceritakan kronologinya pada bu bos
"oh gitu tapi cuma ga boleh kena air aja kan jarinya" tanya nya lagi
"iya bu" jawabku
"ya sudah temenin ibu yuk ke mall"ajaknya sambil memakan roti di tangannya
"iya bu"jawabku lagi
aku ga bisa menolak ajakan bu bos,dia memang sangat baik terhadap keluarga ibuku daru ibuku memiliki anak pertama ya itu kakak perempuanku yg sudah menikah aku anak ke 5 dari 6 bersaudara
anak2 ibuku yg lain juga terpaksa mandiri sejak dini
setelah bu bos mengajakku ikut dengannga aku berdiri dari dudukku dan memberi tau ibukku aku akan pergi
"bu.. bu bos ngajak nami ke mall" aku ijin sambil menaiki tangga menuju kamar untuk ganti baju
"iya ikut aja" jawab ibu sambil menonga ke arah tangga, padahal aku ga izin pun aku akan pergi dengan bu bos
selesai ganti baju aku sedikit berlarinkecil menuruni tangga dan kembali ke ruang tv di mana bu bos berada yg sudah rapi dan wangi aku duduk kembali di sudut ruangan menunggu intruksi
krek.. suara kursi di dorong dan bubis beranjak dari duduknya dan mengambil tas di sampingnay
"ayo nami" ajaknya sembari berjalan ke luar rumah menuju mobil sedan yg sudah keluar dari garasi dan menyala terdapat pak supir yg sudah ada di dalam mobil sedan hitam itu
aku duduk tepat di belakang supir dan di sebelah bu bos
"dut kiya ke mall ** ya" bu bos memberi lokasi ke pak duta
"iya bu" jawab pak supir
AC mulai menyala aku selalu melihat ke arah luar jendela mengamati gedung2 yg menjulang tinggi
"jangan sampe aku ketiduran" gumamku dalm hati, bubos asyik dengan HPnya aku ga berani memulai obrolan karna merasa sungkan sepanjang perjalanan hanya meliahat ke luar
tak lama mobil yg kita naiki menuju area parkir sebuah pusat grosir yg katanya terbesar di asia tenggara dan tak jauh dari lokasi itu ada sebuah mall, aku termangu takjub ini kali pertama ku ke tempat sebesar ini
aku berjalan mengikuti langkah bu bos yg entah sedang mencari apa tapi yg terlihat di sekelilingku ada banyak bahan yg bisa di jadikan bahan utama kebaya terlihat bu bos sedang memilah milih warna dan corak brukat di depannya aku hanya menunggu nya sambil mengamati sekeliling sangat luas tempat ini dan semua berjualan bahan yg bekum di jahit
selesai dengan pilihan bahan yg akan di beli bu bos menelpon pak duta
"dut ke lantai bawah sekarang" suruhnya pada pak duta dengan nada ramah
__ADS_1
tak lama pak duta datang menghampiri bu bos
"iya bu" tanya pak duta
"ini bawa ke mobil ya" sambil menyodorkan barang belanjaannya
"iya bu" jawab pak duta lagi dan langsung pergi menuju parkiran mobil
"ayo nami kita ke sebelah sana" ajak bu bos dan melangkah ke tempat tujuannya yg lain
sekarang aku berada di tempat souvenir pernikahan bu bis sedang memilih souvenir
"bu bos kok ke tempat kek gini sih? siapa yg mau nikah ya?" gumamku dalam hati sambil memerhatikan wanita di deoannya yg sedang asyik memilih2
"nami ini lucu ya?" tanya bu bos sambil tersenyum
"iya bu" jawabku
"bang saya fotoin dulu ya mau saya kasih liat anak saya dulu" ijin bu boz pada pemilik toko
"iua bu silahkan" jawab pemilik ramah
"terima kasih ya" sahut bu bos sambil
meninggalkan tempat itu dan aku pun mengikutinya dari belakang
"jam berapa sekarang ni" tanyanya sambil merhatikan sekeliling
"kayaknya udah lewat jam 12 bu" jawabku mengira2 karna saat itu aku tidak memakai jam, karna memang tak punya
"ayo kita makan siang dulu yu" ajak bu bos sambil mencari tempat makan
akhirnya masih dekat dengan tempat belanja tadi bu bos menemukan warung makan dan langsung menarik kursi dan duduk warung sederhana yg menjajajkan berbagai makanan
akupun duduk di depannya
"nasi aja bu" jawabku malu harus pesan apa
"masa nasi aja? lauknya apa?" tanya nya sambil senyum
"apa aja bu"jawbku
"aku malu kalo harus memilih sendiri apapu akan aku makan kecuali racun hehe" gumamku dalam hati
"ya sudah ibu pesankan nasi padang ajs ya" bu bis memberi saran
"iya bu"
bu bos memanggil pelayan dan memesan makanan
sambil menunggu makanan aku menonton tv yg berada di tembok warung itu, kebetulan acaranya adalah kartoon kesukaan ku
makanan pun tiba aku langsung mencuci makan dan makan begitupun bu bos
selesai makan aku dan bu bis kembali menyusuri setiap lorong gedung yg sangat luas itu
"ato nami kita ke mallnya ya" ajaknya padaku
"iya bu" aku bersemangat mengikuti langkahnya
sesampainya di mall rasanya dingin ruangan di penuhi AC entah apa yg akan di cari bu bos di mall ini aku hanya mengikuti
dan langkah bu bos menuju temoat acessoris yg penuh dengan berbagai model
"cari apa bu" tanya pelayan acsesoris tersebut
"coba saya lihat yg gajah itu" pinta bosku sambil menujuk etalase di depannya
__ADS_1
"ini bu" pelayan mengelurkannya
"wah bagus nih, matanya warna biru donker kesukaanku" ujarnya sambil mencoba dan melihatnya di cermin
aku hanya mengamati dari jarak kira2 semeter lebih dan melirik sekeliling gedung yg luasnya luar biasa aku ga pernah ke tempat seluas ini sebelumnya
selesai dengan belanjaanya bu bos langsung memanggilku
"nami sini"
"iya bu" aku menghampiri sambil berlari kecil
"kamu mau beli yg mana" bu bos meawarkan yg ada di hapanku
"yg mana aja bu gimana ibu" jawabku malu
dan akhirnya bu bos membelikaknku entah apa itu selesai dengan berbelanja acsesoris hari mulai senja bu bos menelpon pak duta lagi
"dut ke pintu lobby mall ya sekarang" suruhnya pada pak duta aku berdiri tepat di belakang bu bos dan tak lama mobil sedan hitamnya datang aku memutar menuju pintu mobil bagian belakang supir dan membuka pintu lalu duduk
"kita pulang dut" perintah bu bos sambil membuka kaca mata dan bersandar di kursi mobil dan memejamkan matanya
sepertinya dis sudah lelah pak duta melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah dana aku berusaha mengusir kantuk ku karna perut kenyanhku dan terpaan sejuknya AC apalah daya aku tak kuasa akhirnya aku pun tertidur pulas sepanjang perjalanan
begitu mendekati gerbang rumah bu bos aku sudah terbangun dari tidurku dan merapikan rambutku yg sedikit berantakan begitu sampai di depan pintu gerbang akublangsung turun dan mendorong gerbang besi dan mobilpun masuk sebelum masuk lebih dalam ke dalam garasi bu bos turun dan berkata
"nami bantuin pak duta ya keluarin belanjaananhya" suruhnya sambil berjalan menuju masuk ke rumah
"iya bu" jawabku sambil menutup pintu gerbang akupun membawa belanjaan yg lumayan banyak ke ruang tv di susun rapi di ruang yg lumayan luas
"beres deh sekarang aku mau mandi"gumamku dalam hati
aku masih mengangkat tangan kiriku ketika mandi karna luka jahitku spertinya belum begitu kering
malam pun tiba selsai mandi aku duduk di kasur sambil merapikan baju yg reongok di sudut kamar ya itu baju2 aku,ibu &naza tugasku meliparnya
saat hendak tidur aku di langgil
"nami...!"teriak ibuku dari bawah teoatnya di dapur
"iya bu"aku keluar kamar dan menghampiri ibuku
"apa bu"sahutku sedikit ketus karna lagi enak2nya di kamar malah di panggil
"itu bu bos manggil kita semua"dengan pelan ibu memberi tauku
"wah apa ada kesalahan yg kita bertiga perbuat ya?" gumamku dalam hati
kami bertiga berdiri dekat meja makan dan ada bu bos sedang duduk belum memulai penbicaraan
"sih besok kamu bawa anak2 mu ke pasar beliin mereka gaun ini saya kasih uangnya" bu bos memulai pembicaraan yg membuatku tenang ternyata buka mau di hukum seperti apa yg ku bayangkan
"iya bu" sahut ibuku pelan dan mengambil uang y di sodorkanbu bos
"nami ini yg tadi ibu belikan buat mu"
"iya bu makasih" aku menghampiri dan mengambilnya
kami pun kembali ke kamar sesampainya di kamar aku mulai menanyai ibuku seputar rasa penasaranku sebenarnya ada acara apa ini sebenarnya sehingga aku harus pake gaun
"bu emang ada acara apa sih" tanya ku sambil membaringkan tubuhku di atas kasur empuk
"anak ke dua bu bos mau menikah" jawab ibuku sambil mematikan lampu kamar
"oh..." sambil menguap aku menjawab
naza tanpa bicara sudah ngorok
__ADS_1