
ga kerasa sudah setengah tahun aku kerja di rumah besar ini, baru kali ini aku bekerja mencapai setengah tahun lebih rekor untuk diriku sendiri
aku sudah jarang ketemu sama mario karna aku ga merasakan perasaan apapun padanya
pagi ini aku bergegas pergi kerja karna sudah
janjian untuk mengantarkan kak tita belanja ke pasar
"pagi kak" sapaku yang pagi2 sudah datang
"pagi juga nami" jawab kak tita yg sudah rapih memakai celana di atas lutut yg longgar dan sedal spons yang tiggi sedangkan aku memakai celana jeans panjang dan kaos warna merah berkerah tinggi
"ayo nami kita langsung berangkat" ajaknya sambil membawa kunci gerbang depan
"ayo" jawabku besiap2 mengambil sandal teplek punya ku
kami menuju jalan raya melalui gerbang depan tak lama kami sampai di pinggir jalan dan menunggu angkot datang lah kendaraan yang di tunggu
kami duduk berdampingan
"kak mau belanja apa sih?" tanya ku sambil menggeser dudukku ke arah pojok karna kalau di angkot posisi foritku ya itu kursi paling pojok
"biasa belanja bulanan?" jawabnya santai
__ADS_1
memang kak tita ini kepercayaan bu bos sejak kak tita masih muda karna usia kak tita lebih tua dua tahun dari ibuku
kita sampai di pasar yang kebetulan semalam hujan jadi jalanan pasar becek
"beruntung kak tita pakai wedzes ga bakal deh kakinya kotor" gumamku dalam hati
karna saat itu aku memakai sendaj jepit teplek
aku mengikuti kak tita dari belakang
satu demi satu toko kak tita masuki dan berbelanja di sana mulai dari sayur mayur dan makanan padat sampai seafood di belinya sehingga tangan kita berdua penuh dengan belanjaan
"nami ada tukang cungkring tuh" serunya sambil menhampiri pedagnag keliling berbagai makanan itu
"ya ambil saja nanti sekalian di bayar" ucap kak tita yang juga jongkok memilih2 cungkring selesai sudah membeli makanan
"ayo nami kita pulang" ajaknya sambil berdiri dari jongkoknya
"iya ayo" seruku mengikuti gerakakan kak tita
kami pun berjalan dari dalam pasar becek menuju angkot yg sudah ngetem aku berjalan dari belakang mengikuti kak tita tiba2 aku menemukan hal lucu yg membuatku menahan tawa
aku melihat betis dan paha kak tita banyak sekali noda warna hitam seperti tanah basah sepertinya itu epek cipratan dari sendalnya sendiri dan akupun melihat jari2 kakinya juga hitam penuh dengan tanah pasar yg di guyur hujan semalaem sampe masuk kedalam kukunnya karna memang kuku kakinya panjang2
__ADS_1
aku menahan tawa takut dia tersinggung aku pikir pakai wedzes ke pasar ga bakal kotor tuh kaki tapi aku melihat kaki ku yg pakai sendal teplek ga sekotor kakinya
kami menaiki angkot yg sedang ngetem sudah aga penuh oleh penumpang
aku duduk dekat pintu dan kak tita duduk di kursi yg sendiri istilah buat kursi angkot itu adalah kursi ulang tahun
sambil menunggu angkot jalan aku memakan gemblong yg di beli tadi dan kak tita memakan cungkring yang penuh dengan bumbu kuning sehingga belepotan di bibirnya itu bumbu
aku hanya menahan tawa melihat hal lucu ini sesekali kak tita juga mengusap bibirnya
angkot pun mulai jalan meninggalkan pasar dan masuk barisan di jalan raya dan aku meperhatikan kak tita ada sesuatu di pipi kirinya dekat hidung
"kak tita itu apa di pipi" aku menahan tawaku karna ada upil di pipi kak tita yg berwarna hijau lumayan gede
"Apaan sih nami" tak percaya dengan kata2 ku
"itu di pipi kiri"jawabku lagi meyakinkannya
"mana? apaan sih" sambil mengusap pipinya upil itu menempel di telapak tangannya
dia terlihat malu karna penumpang lain melihatnya aku tetap menahan tawaku agar dia tak tersinggung
aku menghabiskan gemblong ku ya karna
__ADS_1
memang pada saat berangkat ke pasar belum sarapan sampe lah kita di rumah besar ini tangan ku sampai sakit membawa banyak belanjaan begitu pun kak tita sama2 membawa belanjaan