
rutinitas sehari2 berjalan lancar waktu yang di nanti pun tiba hari sabtu waktunya gajian dan bertemu dengan mario aku tau marionada filing terhadapnku tapi hatiku sepertinya tak memiliki perasaan apapun
aku bingun nanti kalau ketemu dengannya takut mario menyatakan cintanya padaku aku pun punya ide
"tira main yuk sama aku ke arena bom2car" ajakku pada sepupuku
ibunya tira adik dari ibuku dan rumahnya pun depan rumah nenek
"ih ngapain ke tempat anak2 males ah" jawabnya ketus
aku tau dia sedang jomblo makanya aku mau comblangin dia dengan mario
"kamu mau aku kenalin sama temenku" bujukku dengan nada memohon
"temen kamu cowo?" tanyanya dengan sedikit menyerengitkan dahi
"iya dia anak kuliahan" aku masih berusaha agar tira mau membantuku
"iya udah ok kali ini aja aku mau " dengan terpaksa tira menerima ajakanku
"ok makasih ya aku mau siap2 dulu"
aku langsung pulang ke rumah nenek dan menguncir rabutku seperti anak kecil biar mario ilfil padaku dan berpaling ke tira
aku mengajak tira karna dia sebaya dengan mario
kami pun tiba di arena bom2car dan mario sudah berada di warung saat pertama bertemu denganku dan mario melambaikan tangannya padaku
"tira ayo ke sana tuh orangnya dah ada" ajakku pada tira yg masih di luar pintu arena bersamaku
"ngapain sih kita ke tempat kaya ginian? lihat deh pemandangannya negatif semua" ketusnya dengan terpaksa melangkah masuk ke dalam
__ADS_1
"udah lah yang penting niat kita ga negatif" ucapku berusaha membujuknya
kita menghampiri tempat mario duduk
"hai nami apa kabar" sapanya sambil tersenyum
"baik kak" jawabku sambil duduk di depannya di ikuti tira
"dia siapa nami" tanya mario penasaran
"oh iya kenalin dia sepupuku namanya tira" memperkenalkan dan mereka pun berjabatan tangan aku berharap mereka bisa dekat setelah pertemuan ini
"mau main gak nami?" tanya mario menatap ku
aku langsung menengok ke arah tira yang ada di sampingku dan memberi isyarat mau main apa engga
tira memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada mario
"loh kenapa? biasanya kamu ke sini suka main game/bom2car kan" jawabnya dengan penuh percaya diri
"lagi ga pengen kak" jawabku
sebenernya emang pengen main cuma kali ini aku harus nurut sama maunya tira karna dia sudah mau menemaniku
"tira masih sekolah" tanya mario sambil mengaduk minumannya
"sudah lulus" jawab tira dengan singkat tanpa menatap mario
"masa? lulusan apa?"
"SMA" dengan singkat tira menjawab setiap pertanyaan mario ini tanda aku harus segera mengahiri pertemuan ini
__ADS_1
"o iya kak sekalian nami juga mau pamit" aku sudah mulai ke topik inti yang memang harus aku katakan pada mario agar cowo ini tak berharap dan menghubungi ku lagi
"pamit? emang mau ke mana?" tanyanya serius sambil memandang wajahku
"nami mau ke kota**" jawabku
"haha ngapain kamu ke sana?" tanyanya sabil tertawa tak percaya
"nami kerja kak di sana" percuma aku terus2an bohong lambat laun pasti akan ketahuan juga pikirku
"kamu kerja apa di sana?" berusaha mencari tau
"nami kerja jagain anak kak" meski malu aku mengakui kalau sebenarnya aku seorang ART
"oh gitu ya ga apa2, jadi ini pertemuan terakhir kita?" tanyanya sedikit kecewa
"bisa jadi kak karna nami ga tau sampai kapan di kota**" jawbku dengan santai dan merasa lega dengan kejujuranku tira yang di sampingku hanya mendehem dan terbatuk bertanda dia sudah tidak nyaman menjadi obat nyamuk
pada akhirnya pertemuan kita hanya sebatas mengobrol tanpa bermain game atau pun bom2car seperti pertama kita bertemu terlihat sekali guratan kekecewaan di wajah mario
"maaf ya kak aku ga tau perasaan kamu terhadapku tapi aku tak memiliki perasaan apapun padamu" gumamku dalam hati sambil tersenyum melihat ke arah mario
"kak kita pamit pulang ya" aku terbangun dari duduku melihat tira sudah meninggalkanku menuju pintu kenluar
"ayo aku anterin" mario pun ikut berdiri dan berjalan berdampingan denganku sampai lantai bawah menuju sebuah angkot
aku dan tira menaiki angkot dan melambaikan tangan pada mario yang masih menatap angkot yang kita tumpangi
"nami kayaknya si mario emang suka sama kamu" celetuk tita dalam angkot yang penuh sesak oleh penumpang
"apaan sih kamu!! " aku mengelak menutup rasa maluku di liatin banyak orang dalam angkot
__ADS_1