
hari ini aku dapat tugas untuk membayar listrik ke tempat pembayaran listrik tak jauh dari sekolah anak2 dan aku sudah menyiapkan klise foto yang sudah jeni kasih padaku
saat anak2 dalam kelas aku bergegas pergi membayar listrik
aku berfikir sejenak
"apa aku sekalian aja ya nyuci klise yang jeni kasih kemarin" gumamku dalam hati sambil mengantri antiran di tempat pembayaran listrik
aku melihat ada toko cuci cetak foto
aku memutuskan untuk pergi ke toko tersebut setelah selesai dengan urusan listrik aku penasaran dengan hasil jepretan kami jeni sudah mencetak foto2 miliknya sekarang giliranku menyetak foto2 ku semua
"misi bang saya mau cetak foto," ucapku sambil mengeluarkan klise dalam tas kecilku
"iya silahkan" jawab penjaga toko
"ini yang di kasih tanda X ya yang di cetak yang lainnya ga usah" aku sudah menandai dari semalam yang mana yang mau di cetak
"ya tunggu di tunggu aja" jawab penjaga toko
waktu sudah berlalu lumayan lama aku melihat jam di dalam toko
"untunglah masih lama jam pulang sekolah anak2" gumamku dalam hati
"ini mbak sudah selesai" penjaga toko memberi tauku dan mengagetkanku dari lamunan
__ADS_1
"eh iya jadi berapa" tanyaku sambil mengluarkan uang dari dalam dompetku
seletah pembayaran selesai aku bergegas ke sekolah anak2 menggunakan jasa ojeg agar cepat sampai
dan tepat aku sampai di sekolah anak2 keluar dari kelasnya
"untung aku dah samapai duluan" ucapku dalam hati dengan perasaan lega
aku dan anak2 langsung menuju mobil jemputan sekolah
dalam perjalanan aku memikirkan tentang apa yang aku lakukan tadi siang
"aku salah ga ya pergi ke toko cetak foto tanpa ijin kak risa!"gumamku dalam hati
sore pun tiba kak risa pulang dari kerjanya dan memeluk anak2 aku pun menghampiri kak risa juga
"ginama nami udah kan bayar listriknya" tanya kak risa yang sambil bercanda dengan ke dua anaknya
"iya kak udah" jawabku sambil tersenyum
"ga susah kan cari tempatnya" tanya nya lagi
"ga kok, malah nami sekalian nyetak foto" jawabku keceplosan
aku menutup mulutku yang seharusnya aku tidak mengucapkannya
__ADS_1
"apa kamu nyetak foto?!" tanyanya sedikit serius
"iya kak" jawabku sedikit takut
"anak2 masuk gih sama papah dulu" anak2 di suruh masuk dan tinggal kita berdua
"nami kamu kan saya suruh bayar listrik bukan nyetak foto" ucpanya sambil menatap tajam padaku
"iya kak nami pikir sekalian karna tokonya ga jauh dari tempat pembayaran listrik" jawabku dengan sedikit gemetaran karna takut melihat pandangan kemarahan dari mata kak risa
"saya ga suka kamu melakukan hal tanpa seijin saya ya" kak risa mengeluarkan kemarahannya
"iya kak maafkan nami" ucapku menyesal
"kali ini saya maafkan lain kali jangan kamu lakukan lagi ya" nadanya sedikit merendah
"iya kak"
"karna di sini kamu tanggung jawab saya, kalau kamu ada apa2 siapa yang akan tanggung jawab nanti saya bilang apa sama teh esih?" ucapnya memberi tauku
"iya kak nami minta maaf nami menyesal" ucapku sediki memohon karna dari semua ucapan kak risa itu benar adanya
"ya sudah kamu boleh masuk" ucap kak risa yang sedikit kecewa terhadapku
aku masuk ke kamar dengan perasaan menyesal dengan apa yang aku lakukan tanpa seijin kak risa
__ADS_1