
hari berlalu begitu cepat aku sudah stabil dengan perasaan hatiku, aku mengurungkan niat bunuh diriku dan menerima jalan hidupku meski sikapku terhadap ibuku sedikit berubah yg tadinya aku ingin bergantung padanya tapi
sekarang aku akan mandiri melakukan apapun tanpa meminta izin darinya terlebih dahulu
acara pesta pernikahan anak ke dua bu bos berlsngsung hari ini aku sudah jauh2 hari meminta ijin libur pada bosku
di rumah bu bos pagi ini sangat ramai karna saudara bu bos dari luar kota menginap di rumah ini mereka mengantri untuk di makeup oleh MUA yg di pesan bu bos ada dua MUA
salah satu MUA memanggil
"anak2 di dahulukan ya" ucapnya dari dalam kamar tamu
"ayo anak2 masuk" ucap salah saru saudara bu bos kepada anaknya yg masih seusia naza
dan ternyata naza sudah duduk depan cermin sudah mengenakan gaun birunya sedang di makeup dan di tata rambutnya
aku pun ikut mengantri depan kamar tamu sudah mengenakan gaun pink ku yg sedikit kesempitan di bagian dadaku sehingga dada yg baru tumbuh sedikit terjepit baju
aku memakai kalung dari bu bosku naza sudah selesai aku pun langsung masuk karna aku merasa aku masih anak2
aku duduk dwpan cermin bekas duduk naza MUA itu mulai merias wajahku yg seumur hidup baru kali ini aku di rias oleh MUA selesai merias wajahju sekarang giliran rambut sebahuku di taya rapi menjadi sanggul indah yg berbentuk seperti bunga prosesnya cukup lama karna rambutku yg tebal
__ADS_1
selesai dengan rambutku aku keluar kamar dan melihat ada mimik wajah yg terlihat cemberut melihat ke arahku
ya dia keponakan bu bos yg cantik kulit putih rambut panjang ya kira2 usianya di atas ku beberapa tahun
aku pun pergi ke dapur melewati tatapan tak bersahabat itu dan duduk dekat mesin cuci menunggu jemputan datang karna di hari berbahagia ini semua yg dengan bu bos harus hadir menghadiri pesta termasuk semua ART
akhirnha MUA pergi dari rumah tanda semua sudah selesai di rias termasuk ibuku setelah ibu menujukan sikapnya terhadapku aku sedikit cuek terhadapnya meski aku tak memperlihatkannya
mobil kijang dan sedan hitam datang aku menaiki mobil kijang beserta ibu dan adikku dan beberapa saudara bu bos masuk ke dalam kelompok kami menuju gedung pernikahan
sepanjang perjalanan aku memilih membisu tak sepatah katapun aku keluarkan hanya terdengar obrolan dari kursi depan
"pak sudah lama jadi supir di keluarga ini" tanya salah satu saudara bu bos pada pak duta
"oh lumayan lama ya" tanya nya lagi sambil memegang pegangan mobil
"iya pak lumayan" jawab pam duti lagi
"jadi sudah hapal ya jalana kota** ini?"
"iya lumayan pak" jawabnya singkat
__ADS_1
mobil melaju dengan kecepatan sedang sampai lah di parkiran yg luas dan terbuka kami semua turun dari mobil dan menuju dalam gedung yg megah dan indah di penuhi berbagai makanan enak
di dalam aku bertemu partner ibuku saat ibu bekerja di rumah bu bis yg terletak satu kota dengan rumah nenek
"ka tita apa kabar" sapa ibuku terhadap teman sesama ART
"baik sih gimana kamu" balik bertanya
"sama aku pun baik2 saja" ucap ibuku sambil melihat2 seluruh ruangan vedung
"kamu enak esih rumah yg kamu urus ga segede rumah bu bos yang aku urus mana sendiri lagi ngurusin rumah segede itu!"
"kenapa ga minta tambah satu lagi aja yg kerja di rumah itu" usul ibuku oada kak tita
"iya ya kenapa saya ga kepirkiran ya" ucap kak tita sambil bercanda
acara di mulai semua berjalan sebagai mana mestinya semua nampak sama meski status kami berbeda yg hanya seorang ART tapi di acara ini kami terlihat tak seperti biasanya semua memakai pakaian rapih dan anggun
selesai sudah pesta megah dan meriah waktunya ceinderla sesaat kembali ke habitat aslinya ya itu dapur tempatku mengumpulkan rupiah
kami pulang semua dari gedung menuju rumah bu bos namun bu bos pulangnke rumah yg di urus ka tita yg dekat dengan rumah nenekku
__ADS_1
hari mulai malam aku melepas semua yg ku kenakan di pesta dan mencuci riasan wajahku berkali2 menggunakan sabun yh sulit untuk ku menghilangkannya semenjak ibu memberikan sikap yg membuat hatiku hancur aku menjadi pribadi yg pendiam dan tak banyak bicara