
setiap pagi aku selalu berangkat kerja dari rumah nenek dari ibuku pukul 6 pagi hari ini aku bertemu teman SDku satu angkot dengan ku sepertinya dia mau ke sekolah karna kau melihatny amemakai sersgam SLTP dan dia menatapku aku pun berusaha menudukan kepala agar dia tak mengenaliku
"kamu nami ya" tanya nya sambil menatap wajahku untuk meyakinkan
"eh iya" aku langsung mengangkat wajahku dan tersenyum tipis
"kamu mau ke mana" tanya nya lagi
"aku mau kerja" jawabku sedikit malu
"oh" dia menyudahi obrolan
aku sudah salah tingkah dalam angkot ingin rasanya cepat2 sampai dan turun dari angkot agar terbebas dari situasi ini
dan akhirnya aku rurun terlebih dahulu meninggalkan dian dalam angkot dia temanku saat SD
dulu saat aku kelas 3SD aku pernah menyukainya mungkin dia cinta monyetku saat itu dia mirip dengan aktor bollywood yg sangat terkenal saat itu,
aku malu harus bertemu dengan keadaanku putus sekolah dan bekerja sedangkan dia masih mengenyam pendidikan
"beruntungnya dia masih bisa melanjutkan sekolah, ingin rasanya aku juga seperti mereka melanjutkan sekolah" gumamku dalam hati sambil menghela nafas panjang aku melihat kepergian dian menjauh samapi angkot itu menghilang dari pandanganku
aku berjalan kaki menuju tempat ku bekerja ya di rumah besar itu aku masuk memutar lewat gerbang belakang karna memang gerbang depan ga pernah di buka jalan ke luar masuk semua lewat belakang
sesampainya di tempat kerjaku aku melihat kak tita sudah duduk di meja makan dekat dapur
"pagi kak" sapaku sambil duduk
"pagi juga nami" jawabnya sedikit menunduk
__ADS_1
"kak tita sakit bukan" tanya ku oenasaran kenapa dia jadi serti ini
"ya cuma pilek aja" sabil menujuk hidungnya
"oh minum obat atuh" aku berdiri dan bersiap2 mengerjakan semua tugasku dari bawah sampai atas
selesai dengan tugas2ku aku pun menuju meja makan karna hari sudah siang waktunya mengisi perut yg sudah keroncongan
"kak bu bos ga ada ya" tanya ku sambil duduk di meja makan
"ga ada masih di kota **" jawabnya
"kak tita nami mau cerita nieh"
"cerita apa?" tanyanya sedikit penasran
aku menceritakan semua kejadian tadi pagi
"engga lah kak dalam angkot kan banyak penumpang lain" jawabku sedikit jengkel
"jadi sampe sekarang kamu belum bilang kalau kamu suka dia" sedikit serius
"belum kak, lagian spertinya cuma cinta monyet waktu SD aja" ucapku sambil memasukan nasi ke dalam mulutku
"oh sekarang udah ga suka lagi gitu" tanya kak tita lagi masih penasran
"udah engga kak perasaaanku biasa sekarang sama dia" ucapku yakin
setelah menyukai dian aku belum pernah suka lagi sama cowo termasuk mario perasaanku terhadap mario pun biasa tidak ada yang spesial
__ADS_1
"hmmm kapan ya aku punua cinta pertama yang bener2 aku suka" lamunanku sambil makan
"hayo ngelamunin apa?" kak tita menggebrak meja kayu depanku
aku langsung terkaget dari lamunanku
"ye... siapa yang ngelamun" jawabku sambil berdiri dan perginke dapur untui mencuci piring bekas makanku
hari sudah siang selesai makan mata ini seperti mengajak ku untuk tidur
"kak tita nami udah selesaikan semua kerjaan nami ke kamar dulu ya" ijin ku untuk istirahat
"iya gih sana kak tita mau nonton tv di dalem" jawabnya
aku langsung pergi ke kamarku dan berbaring di atas tempat tidur aku melihat langit2
"ga kerasa aku dah lama kerja di sini hampir 10 bulan" gumamku dalam hati sebelum aku tertidur pulas
jam menunjukan pukul 3 aku bangun dari tidurku dan pergi ke kamar mandi dan mencuci muka
aku langsung menuju halaman depan untuk mengngkat pakaian kering karna kak tita pasti sudah mau mulai menyetrika di jam segini
aku menyerahkan baju kering di kerajang dekat kak tita yng sudah berdiri depan meja setrikaan
aku menuju lantai atas menutup semua jendela karna waktu mulai sore dan waktunya aku pulang
"kak nami pulang ya" aku pamit sambil merapikan rambut lurusku
"iya.. kayaknya besok ada bu bos nami" beri taunya padaku
__ADS_1
"oh iya nanti nami pagi2 ke sininya" jawabku sambil meninggalkan kak tita di kamarnya