
ga kerasa waktu sudah berlalu begitu saja bu bos sudah kembali ke kota tempat asalnya aku masih di sini membantu kak risa entah sampai kapan
"nami gimana kamu di sini" tanya kak risa yang duduk di sampingku yang sedang menyetrika
"nami betah kak" jawabku smabil tersenyum
"kamu udah punya pacar?" tanya nya sedikit serius
"engga kak ga punya" jawabku
"kenapa?" semakin penasaran kak risa
" nami harus bisa membedakan situasi kalau dalam bekerja nami ga akan pacaran" jawabku dengan mantap
"oh begitu? sebenernya saya mau kenalin kamu sama temen saya" jawab kak risa
"kenalin gimana?" aku penasaran
"ya di kenalin dia sudah lama menjomblo, besok dia ke sini" jawab kak risa sambil berdiri dari duduknya dan ke luar dari kamarku
setelah kak risa meninggalkan kamarku aku penasaran sama cowo yang di maksud kak risa seperti apa
"kaya apa ya lelaki itu?" tanya ku dalam hati
***
hari yang begitu menegangkan akhirnya tiba cowo yang di katakan kak risa pun datang
"selamat siang" seseorang memberi salam dari luar gerbang akupun langsung ke luar dan menghampiri
sesampainya di luar terlihat sesosok pria dewasa sedang berdiri menunggu di buka kan pintunya
"cari siapa ya" tanya ku daril pintu rumah
"ini rumah kak risa kan?" tanya nya
"iya jawabku, tapi kak risanya belum pulang kerja" jawabku sedikit curiga pada orang asing
"saya teman kak risa saya sudah izin mau ke sini" jawabnya berusaha masuk
"oh gitu" jawabku sambil membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan dia masuk
__ADS_1
"mungkin ini cowo yang di maksud kak risa yang datang hari ini" gumamku dalam hati
aku meninggalkannya di ruang tamu dan memberinya minumana
"saya tinggal ya silahkan tunggu kak risa di sini" ucapku pamit ke dalam
"iya ga apa2" jawabny
aku kembali ke dalam
"kalo bener ini cowo yang mau di kenalin ma aku!?" ga mau ah terlalu dewasa "gumamku sedikit menyerengitkan dahiku
tak lama kak risa pun pulang kerja dan duduk di kursi tamu dan memanggilku
"nami.. ayo sini" sedikit berteriak karna aku ada di dapur sedikit jauh dari ruang tamu
"iya kak" sambil berlari kecil aku menghampiri kak risa
"sini duduk.. saya mau kenalin kamu sama anton" ucapnya sambil tersenyum
"oh iya kak" jawabku singkat
"iya kak" jawabku pada anton
"ua udah saya mau ke kamar dulu silahkan kalian ngobrol" kak risa memberikan kami waktu berdua
"nami kamu suka apa" tanya anton
"suka anime kak" jawabku karna pasti jawabanku ini membuat anton ilfel padaku
karna aku sama sekali tidak ada feling padanya saay pandangan pertama
"oh kartoon jepang ya" tanya nya
"iya kak" jawabku yang sudah gelisah dengan keadaan ini
"nanti aku bawain kamu kamus jepang ya" jawabnya sambil teresenyum
"ga usah kak, jangan repot2" ucapku sambil menggerakaan tangan
"ga apa2 lagian itu buat perkenalan kita" jawabnya lagi sedikit percaya diri
__ADS_1
"ih ngarep banget sih bener2 jadi ilfel banget" gumamku dalam hati denga senyuman tipis aku melihat ke arah anton
"gimana ton nami" tanya kak risa yang sudah berganti baju
"iya kak seneng kenal sama nami" jawabmya sambil berdiri hendak pergi dari rumah ini
"loh mau ke mana" tanya kak risa
"udah mau malam pamit ah" jawab anton
aku hanya teridam duduk tak bergeming
anton pun pulang di antar kak risa sampai depan rumaj aku masih terduduk diam
"nami gimana kenla sama anton?" tanya kak risa penasran
"ya dia baik, seneng bisa punya temen" jawabku seolah kak risa bisa mengerti aku ga suka anton
"baguslah biar cepet deket ya kalian" denga senyum sumringah kak risa seperti sedang menjodohkanku
"tapi nami cuma nganggapnya temen kak" jawabku tegas agar tidak ada kesalah pahaman di antara aku dan anton
"loh kenapa emang sama anton?" tanya kak risa semakin penasaran
"ga kenapa2 kak cuma nagi ga ada kemistri sama dia" jawabku bulat
"ya kan perkenalan dulu" kukuhnkak risa
"gak mau kak" aku pun semakin bulat dengan keputusanku dan ga ingin ketemu anton
***
hari ini pun anton datang membawa apa yang dia janjikan
"nami ini kamus jepang yang aku mau kasih" sambil menyodorkan kamus di tangan nya
"iya kak makasih ya" jawabku dengan senyum tipis dan meraih kamus dari tangan anton
"saya seneng bisa kenal sama nami" ucap anton seperti mau menembak
"ya nami juga seneng bisa punya teman kak anton" nadaku sedikit rendah semoga jawabanku ini mebuatnya mengerti dan tal berharap lagi padaku
__ADS_1