
malam berganti pagi tanpa instruksi tubuhku sudah terbiasa bangun di pagi hari dan selalu tepat pada jam 05:00 pagi aku buru2 mandi dan bersiap2 hari ini adalah pengalaman pertama ku kerja di luar kota jauh dari keluarga dan menyebrang lautan karna berbeda pulau dari kota kelahiranku
"nami sudah siap kan?" tanya bu bos dari ruangan tv
"sudah bu" jawabku dari ruang dapur yang tak jauh dari ruangan tv
aku berpamitan sama ibuku dan memeluknya
"baik2 di sana ya sama kak risa" ibu memelukku dan membelai rambutku
"iya bu" jawabku
"ayo nami" panggil bu bos sambil melangkah menuju luar rumah
aku mengikuti langkah bu bos
mobil sudah berada pinggir jalan aku dan bu bos masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan pada ibuku dan ibuku membalas lambaian tanganku
sepanjang perjalanan menuju bandara aku menghayal
"kaya apa ya kota yang terkenal itu" gumamku dalam hati yang tak henti memandangi ke arah luar yang banyak gedung2 menjulang tinggi
dan akhirnya kita sampai di bandara aku turun dari mobil dan melihat sarana umum ini sangat besar aku masih belum percaya aku akan naik pesawat
aku dan bu bos berdiri seperti menunggu seseorang dan memang bu bos sedang menunggu menantunya yang menjemput aku
orang yang di maksud pun muncul dari keramaian dan menghampiri di mana aku dan bu bos berdiri
"pagi mah" sapa lelaki itu tersenyum pada bu bos
__ADS_1
"iya pagi, ini nami yang mau bantuin risa" bu bos memperkenalkan aku pada pak bos baruku
aku hanya tersenyum ramah pada pak bos baruku
"iya mah kita langsung masuk aja ya bentar lagi pesawatnya mau berangkat" ucap pak bos berpamitan sama bu bos
"oh ya sudah, nami ayo ikut sama pak budi ya, kamu baik2 di sana" ucap bu bos sambil mengusap punggungku
"iya bu nami pamit ya" ucapku sambil membetulkan tas ranselku
aku mengikuti langkah pak budi menuju ruang tunggu dan duduk menunggu kedatangan pesawat tak lama kami pun berjalan lagi menuju dalam kabin pesawat aku merasa takjub
" aku benar2 berada dalam pesawat masih belum percaya dengan semua ini" aku bergumaam dalam hati dan mencubit pahaku sendiri dan memang rasanya sakit cubitanku
"ini bukan mimpi ini nyata nami!" gumamku lagi
aku melihatnya tanpa henti karna memang sejak dulu aku bercita2 menjadi pramugari agar bisa keliling dunia tapi apalah daya nasib berkata lain aku yang putus sekolah mengharuskanku menjadi seorang ART
pesawat mulai bergerak aku melihat ke arah luar dan aku semakin meninggi meninggalkan daratan tepat di sampingku pak bos sudah terlelap tidur mungkin karna lelahnya perjalanan menjemputku
saat pesawat sudah berada di atas pramugari memberikan sarapan pada semua penumpang termasuk aku
"silahkan" dengan ramah pramugari cantik itu menyodorkan makanan padaku
"terima kasih" jawabku sambil tersenyum senang
aku memakan makanan yang ada di hadapanku tanpa sisa selama dalam pesawat aku terus memandangi luar jendela yang sangat indah terlihat lautan yang sedikit terhalangi awan
dan selama penerbanagan pak bos hanya tertidur tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya kurang lebih 2 jam
__ADS_1
saat pesawat mendarat aku sedikit kaget karna ada guncangan yang luamayan menggoyangkan tubuhku
"ahh kenapa ini" gumamku dalam hati
kami sampai di bandara yang penuh dengan patung burung yang terbuat dari kayu kami langsung pergi ke pintu keluar bandara dan kami naik taxi menuju rumah bos baruku
aku melihat kota ini sama panasnya dengan kota ** di mana ibuku kerja dan berbeda satu jam dari kota kelahiranku
kami pun sampai di sebuah rumah dengan pohon jambu air di depan rumah
aku dan pak bos turun dari taxi yang kami tumpangi
pak bos langsung masuk dan memanggil kak risa istrinya
"siang kak" sapaku pada kak risa yang sering aku melihatnya di foto ruangan tv rumah besar
"siang nami ayo sini masuk" sambil tersenyum ramah
aku pun masuk ke rumah yang tidak terlalu besar di banding rumah bu bos yang super besar
"gimana nami naik peswat" tanya kak risa sambil duduk di kursi tamu
"enak kak" jawabku dengan polosnya
"saya minta mamah untuk ngirim nami ke sini nami mau kan bantuin kak risa beres2 rumah dan jagain anak2?"
"iya kak nami mau" jawabku bersemangat
kak risa memiliki dua orang putra yang jaraknya tidak jauh anak pertama bernama irgan berusia 4tahun dan yang ke dua irfan 3 tahun mereka lucu2 dan menggemaskan
__ADS_1