Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
permintaan


__ADS_3

pagi pun tiba seperti tau tubuhku reflek terbangun di setiap jam 5 pagi tanpa ada yang membangunkanku, aku pergi ke kamar mandi tepat di sebelah kamarku aku mencuci muka karna terlalu pagi untuk mandi apalagi di pagi hari air di kota ini bagaikan air es dingin sekali


aku berpapasan di lorong dengan kak tita yg juga baru keluar dari kamarnya pemilik rumah jam segini masih berselimutkan dalam kasur mereka


eh tapi tunggu sepasang penghuni rumah kecil itu sudah terlihat rapi dan wangi mau kemana mereka pagi2 gini sudah rapi


"pagi kak" sapa ku pada kak aji yg hendak mengambil kaos kaki di meja setrikaan


"pagi.. eh kamu anaknya esih kan" tanya nya heran


"iya kak" jawabku sambil tersenyum kecil


"kok bisa di sini sih"


"nami di pinta bu bos buat bantu2 kak tita kak" jawabku


selsai mengambil kaos kaki kak aji langsung ke rumahnya lagi aku masuk ke rumah besar untuk membuka jendela dari lantai atas sampai bawah selesai dengan semua itu aku menuju dapur


"kak tita mau ke mana" tanya ku


"mau ke pasar kamu tunggu ya di sini" jawabnya sambil membawa tas pasar yg di lipatnya


"iya kak" jawabku


"oh iya kalo bu bos menanyakan aku bilang pergi ke pasar ya" pintanya lagi


"iya kak" jawabku sambil memeperhatikan penampilannya pergi ke pasar, yang aku pun ga berani berpakaian seperti itu


kak tita pakai celana pendek di atas lutut pake sendal spons tinggi dan pake kaos berkerah terbuka


"hmmm kok berani ya tampil kaya gitu ke pasar" gumamku dalam hati menahan tawa


karna sepanjang hidupku yg ku ingat aku ga pernah berpenampilan seperti itu ke luar rumah paling pendek celana yg ku pakai di bawah lututku


kak tita berlalu pergi dan menghilang dari pandangan aku pun besiap2 menyapu halaman yg masih basah oleh air embun pagi


"nami..."panggil ka aji dari dalam mobil kijang warna ijo tuanya


"iya kak" jawanku sambil berlari menghampiri


"tolong bukain pintu gerbang ya" suruhnya


"iya kak" aku langsung menuju gerbang dan membuka ke dua gerbang besar itu


setelah mobil ke luar aku menutup kembali pintu gerbangnya

__ADS_1


masih ada satu mobil sedan hitam yg terpampang


" apa bu bos ga pulang ya ke tempat di mana ibuku kerja" gumamku dalam hati sambil melihat mobil


aku pun langsung pergi ke halaman depan dedaunan yg terjatuh menungguku untuk menyapunya


selesai menyapu matahari mulai menampakan warna orangenya bertanda aku sudah bisa mandi karna lumayan berkeringat menyapu halaman yg begitu luas


"kak tita kok belum pulang ya" bertanya pada diri sendiri


"ah entahlah" sambil masuk ke dapur dan tiba "


"nami tita mana" tanya bu bos yg sudah rapih dan wangi


"kak tita ke pasar bu" jawabku


"nanti bilangin ya saya pulang ke rumah yang di kota**" pesannya sambil berjalan menuju mobil sedan hitam miliknya


"iya bu" jawabku sambil mengikuti langkahnya aku langsung membuka gerbang untuk ke dua kalinya hari ini


"kamu baik2 di sini ya nami bantuin tita" pesan bu bos padaku


"iya bu" sambil menganggukkan kepalaku


meluncurlah mobil meninggalkan rumah besar ini menuju rumah yang di tempati ibuku bekerja dari aku pergi aku belum sekalipun menelpon ibuku


aku kembali menuju kamar mandi karna tubuh ini sudah mulai kepanasan karna aktifitasku ingin rasanya menyiram tubuhku pakai air biar sejuk


selesai mandi aku menuju kamarku dan pakai baju lalu ke luar kamar lagi


"hmmm ngomong2 aku sendiri loh di rumah sebesar ini" aku baru menyadari para penghuni sudah pada pergi semua


"aduh kak tita kok belum datang juga ya" sambil duduk di meja dekat setrikaan aku menunggu kak tita


"mana belum sarapan lagi nih perut udah mulai keroncongan" gumamku dalam hati


aku pergi ke dapur dan membuat teh manis untuk mengganjal perutku yg keroncongan sambil menunggu kak tita


tak lama aku membuat teh manis ada suara dari gerbang depan seseorabg membuka gemboknya dan aku langsung melihat siapa yg hendak masuk


setelah apa yg aku lihat aku jadi lega kerna itu adalah kak tita yg baru pulang dari pasar


"lama ya" tanya nya sambil tertawa


"lumayan kak" jawabku sambil meniup teh manisku

__ADS_1


"ini sarapanmu aku belikan gemblong" sambil mengeluarkan plastik dari dalam tas belanjaannya


"wah enak nieh kak" seruku sambil membuka plastik yg berisikan gemblong


"udah makan abisin aku sudah sarapan di pasar" ucapnya sambil pergi ke wash tapel untuk mencuci sesuatu


aku memakan semua gemblong yg di berikan kak tita yg totalnya lima buah karna perutku sudah minta di isi


aku masih duduk menghabiskan teh manisku dan kak tita pun juga duduk dekatku


"kak nami boleh minta sesuatu ga" tanya ku sedikit ragu


"minta apa" jawab kak tita penasaran


"nami pengen kerjanya ga nginep di sini boleh ga" tanyanku ragu akan di kabulkan


"terus kamu mau pulang ke mana?"


"nami pulang ke rumah nenek kak"


"ya nanti aku bilang bu bos ya, jadi kamu kerjanya sampai sore pulang kan gitu"


"iya kak gitu biar nami bisa main sama sepupu2 nami di sore hari" jawabku bersemangat


"ya iya aku ngerti anak muda pengen main kan"


"iya kak masa udah usia 14 tahun nami belum pernah pacaran heheh" candaku


"aishh kamu masih kecil sudah mikirin pacaran" sambil tertawa menetawakan aku yg masih kecil


"o iya kak satu lagi" sambil memasang wajah polos ku


"apa lagi hah" suah mulai jengah spertinya kak tita


"kalo bisa gaji nami seminggu sekali ya, biar nami bisa malam mingguan"sambil menggosok2kan tanganku isyarat memohon


"ya... ya... ya.. nanti aku kasih tau bu bos" dengan nada sedikit kesal


"o iya kak"


"hadeuh apa lagi si" sudah malas meladeni ku kak tita terlihat kesal


"bu bos udah pergi ke rumah yg di kota**"


"oh bu bos sudah lergi? kenapa kamu baru bilang?"

__ADS_1


"lupa kak hehe"


seperti biasa semua berjalan dengan semestinya hari ini pun menyenangkan karna aku merasa cocok dengan fatner kerjaku sedikit demi sedikit aku mulai ceria perlaham melupakan sikap ibuku yg membuat hatiku hancur


__ADS_2