
aku memandangi rumah yang begitu besar dari pintu dapur keluar sesosok pria lagi kali ini masih muda di atas sedikit dari usiaku
kak risa menghampirinya
"halo apa kabar kamu adri kan yang om saya ceritkana?" tanya kak risa
"iya kak saya adri" jawabnya sambil mengulurkan tangan dengan sopan
aku hanya terdian berdiri melihat kak risa bekenalan dengan adri
ternyata rumah besar inj milik omnya kak risa
"nami sini kenalan dulu sama kak adri" kak risa memanggilku dan membuyarkan lamunanku
"eh iya kak" aku menghampiri mereka yang sedang berdiri dekat pintu dapur
"adri" dia memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya
"nami" jawabku
selesai dengan perkenalan kami pun masuk di dalam terdapat dua tangga yang satu berada dalam rumah utama sedangkan yang satunya lagi berada di dekat dapur ya tangga itu menuju kamarku
"nami kamar kamu di atas sana ya" kak risa memperlihatkan tangga eekat dapur
"iya kak" jawabku yang masih berdiri di dekatnya
"ya sudah saya mau ke kamar dulu ya sama anak2" ucapnya sambil masuk ke dalam rumah utama yang mewah
"iya kak nami juga mau masuk ke kamar ya" ijinku pada kak risa
aku pun membawa koper bawaanku ke kamar yang berada di atas dapur saat aku masuk ruangan yang lumayan besar di banding kamar yang pernah aku tempati selama bekerja di rumah2 yang lain
__ADS_1
terdapat jendela yang besar sehingga kamarku terlihat terang dan ada juga kipas angin
aku duduk di atas kasur yang muat ubtuk seorang dan rasanya empuk karna memang kasur busa aku menutup pintu dan menyalakan kipas angin aku kembali ke tempat tidur untuk berbaring
"ah aku diam di sini dulu, kalo kak risa manggil baru aku ke luar" gumamku dalam hati sambil beristirahat sejenak
tak terasa aku tertidur dan jam menunjukan waktunya makan siang perutku sudah meminta untuk di isi
aku pun keluar dari kamar meski kak risa belum memanggil, saat aku turun dan masih beridiri di anak tangga aku melihat ka adri berdiri menghadap kompor entah apa yang sedang dia lakukan
aku turun menghampirinya
"sedang apa kak?" tanya ku sambil melirik wajan yang di depan kak adri
"lagi masak" jawabnya yang tak menoleh ke arahku
"oh" jawabku sambil melihat ke arahnya yang serius dengan wajan di depannya
saat aku di luar dapur kak risa memanggilku dari rumah utama
"nami..." panggil kak risa sambil berjalan menuju dapur
"iya kak" sahutku sambil masuk kembali ke dapur
"kamu kalau mau makan masak telor aja ya" kak risa memberi tauku
"iya kak" jawabku meegangguk
"wah adri lag apa?" tanya kak risa dengan senyuman ramahnya
"masak ikan tongkol kak" jawabnya dengan lengkap, berbeda ketika kak adri menjawab pertanyaanku dengan singkat dan agak jutek
__ADS_1
"ya udah nami saya maubke luar dulu ya sama anak kamu makan aja" kak risa memberi tauku dan kembali ke dalam rumah utama untuk ke kamarnya
aku menunggu kak adri selesai masaknya sambil jongkok dekat pintu dapur karna aku pun akan memasak telur
"nami saya pergi ya" kak risa pamit
"iya kak" jawabku
entah kak risa mau ke mana aku tak di beri taunya
selama kedatangan ke rumah inibpak wahyu tidak ke luar2 dari kamarnya
akhirnya kak adri sudah selesai dengan masakannya aku pun masuk ke rumah utama untuk mengambil telur dan memasaknya
"kak adri udah kan masaknya" tanyaku sambil memegang telur dan mangkuk
"ya" jawabnya singkat
"ih gitu amat sih sikapnya" aku ngedumel dalam hati
tapi meski begitu, kak adri membersihkan semua yang dia pake untuk memasak dan dia pun kembali ke dalam rumah utama untuk makan
aku masak telur dan aku mengambil nasi di dalam aku melihat kak adri sedang makan di meja makan sambil menonto tv
karna sebal dengan sikapnya aku pun tak ingin berlama2 di dalam rumah utama
aku kembali ke kamarku dan makan
"siapa sih emangnya dia kok sikapnya kaya yang punya rumah aja" aku bergumam dalam hati penasaran
benar saja kak risa pulang pada malam hari aku tak tau kalau kak risa sudah pulang karna kak risa tak memanggilku
__ADS_1