
libur akhir tahun pun tiba aku mau di ajak jalan2 di kota ini ya itu pantainya yang sangat terkenal
"ayo anak2 sudah siap ya semua" tanya kak risa yang sudah rapi dan wangi aku pun sudah rapi sejak subuh karna sangat bersemangat bisa ke pantai yang indah itu
kami hanya berempat pak budi tidak ikut serta sepertinya ada hal yang harus di kerjakan taxi pun tiba di depan rumah aku duduk di depan sedangkan anak2 dan kak risa duduk di kursi belakang
kami menuju mall terlebih dahulu untuk melihat2 dekorasi yang sangat indah yang ada dalam mall tersebut karna ini libir kahir tahun pajangannya pun penuh dengan suasana tahun baru
kami berfoto2 di area dalam mall aku sesekali melihat ke arah luar terdapat laut yang luas membentang dan pantainya yang ramai dengan pengunjung
"nami ayo giliran kamu di foto" panggilan kak risa membuyarkan penglihatanku
"iya kak" aku menuju spot foto dan bergaya bersama anak2
selesai dari dalam mall kami pergi le luar mall aku sudaj senang karna semakin mendekat ke pantai yang aku mau
lagi2 kami hanya berfoto di luar mall
"kenapa ga ke pantainya sih padahal udah di sini" gumamku dalam hati kesal
__ADS_1
"nami kamu kenapa?!" tanya ka risa merasa aneh padaku yang selalu menengok ke arah pantai
"eh enggak kak" jawabku sambil berpose
aku ga berani mengutarakan keinginanku
aku harus mengesampingkan keinginan pribadi ku di tempat kerja aku harus profesional itu lah moto ku seperti ucapan salah satu tokoh utama dalam anime
dan benar saja kami tidak ke pantai dan itu membuatku sedikit kecewa tapi apa mau di kata
kami pun pulang dengan sebagian merasa gembira tidak dengan ku merasa kecewa karna melewatkan sesuatu yang ku inginkan
"hmmm entah kapan aku bisa kenpantai ini lagi" gumamku dalam hati yang terduduk di kursi depan taxi
menidurkannya
"gimana nami seneng ke pantai? " yanya kak risa sambil membuka jaketnya
"iya seneng kak makasih" jawabku sambil tersenyum
__ADS_1
waktu sudah malam semua beristirahat termasuk aku
aku melihat langit2 sambil tiduran
" aku beberapa bulan lagi mau berusia 15 tapi kok belum ada yah cowo yang bisa membuatnku jatuh cinta!?" gumamku dalam hati sebelum terlelap tidur
***
anton menyerah terhadapku aku sudah mengatakan padanya aku hanya menganggapnya sebagai kakak tak lebih
"maaf ya kak" ucapku sambil menepukan tangan di depan dadaku
"iya nami ga apa2 mungkin memang bukan kamu jodohku" jawabnya sedikit kecewa
"nami doakan kak anton dapat pendamping yang sesuai dengan keinginan kak anton" ucapku sedikit menyemangatinya
"iya makasih ya, oh iya itu kamus pemberianku jangan di buang ya, anggap saja kenag2an dari penganggum rahasia" jawabnya sambil bercanda
"iya kak maksih ya ini sangat membantu nami belajar bahasa asing" jawabku sedikit menghiburnya
__ADS_1
"ya sudah saya pamit ya" anton pergi dengan sedikit luka yang aku berikan, tapi ini yang terbaik dari pada aku memberikan harapan palsu padanya akan semakin menyakitkan hatinya lebih baik seperti ini tidak ada beban untukku dan kita berdua
selamat tinggal anton dan maafkan aku