Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
malam minggu pertama


__ADS_3

akhirnya permintaan ku di kabulkan oleh bu bos yg di sampaikan kak tita


sekarang aku kerja hnya sampai sore dan mendapat gaji seminggu sekali setiap hari sabtu aku gajian


sehari2 kerja bersama kak tita penuh dengan tawa karna menurutku kak tita orangnya lucu selalu kalau bersmanya ada aja yg aku ketawain


"kak tita sekarang nami gajian ya" the dhe point aku menanyakan nya tanpa malu


"iya uangnya sudah ada aku soalnya bu bos ga pulang ke rumah ini" jawab kak tita sambil mengelap meja makan yg berada di dapur khusus ART


"pasti di rumah ibuku berada ya bu bos" tanyaku sedikit kepo


"iya bu bos di sana, emang kamu mau ke mana sih udah nanyain gajian!" tanya nya penasaran sambil duduk dan membersihkan kangkung untuk makan siang kami


"nami pengen ke pasar sekalian mau main game hehe" jawabku sambil cengengesan


"kamu sendiri? " tanyanya lagi


"iya kak abis nami ga punya temen deket semenjak putus sekolah "


jawabku sambil sedikit merengut


sejak aku putus sekolah saat aku kelas 4SD aku fokus kerja sampe2 ga punya teman ataupun sahabat karib


aku sesegera mungkin menyelesaikan perkerjaan semua, ini pertama kalinya aku gaji minguuanku dan tepat di malam minggu


"ini nami gaji kamu" kak tita menyodorkan uang dari tangannya padaku


"iya kak makasih ya" ucap ku sambil meraih uang di tangan kak tita


"kamu mau langsung pulang nami" kak tita bertanya sedikit merengutkan wajah


"iya kak kan kerjaan udah beres semuakan" jawabku sambil tersenyum lebar


"iya sudah semua sih tapi aku ga ada temennya" ucap ka tita sedikit sedih


"kan besok nami datang lagi kesini" aku mulai membujuknya agar tak sedih akan aku tinggalkan pergi ke tempat yg aku maksud


"iya deh kamu hati2 kalau ke pasar sendiri"


"iya kak nami akan hati2 di pasar" jawabku sambil mengenakan tasku dan pergi melambaikan tangan bertanda samapai ketemu lagi


aku keluar dari rumah besar itu dan berjalan kaki untuk sampai di jalan utama ya itu jalan raya dan menunggu angkutan umum untuk menuju lokasi yang aku mau datangi


sampailah aku di pinggir jalan raya menunggu kendaraan yg warnanya hanya hijau dan biru angkutan di kotaku


aku menaiki angkot duduk paling ujung sambil memandangi ke arah luar


"siapa tau aku dapat kenalan cowo di tempat game nanti" dalam hati aku berharap karna di usiaku yg sudah 14 tahun aku belum pernah sekalipun kenal dengan cowo atau pun pacaran


berbeda dengan sepupuku nova yg sudah punya pacar dari kelas 6 SD dan sampai sekarang dia sudah kelas 2 sltp pacarnya masih itu


angkot terus melaju sampai pemberhentian terakhir banyak yg turun naik selama perjalanan


aku pun sampai di pasar yang dekat dengan hutan tengah kotanya dan cukup terkenal ya kalian pasti tau di mana itu


aku langsung tertuju ke bangunan yang memiliki tangga di depan pintu utama yups sebuah swalayan yg berada di lantai atas dan memiliki berbagai permainan menggunakan koin


aku menaiki eskalator meuju lantai paling atas karna memang kusus permainan semua ada di lanatai paling atas sesampainya depan pintu ruangan yg sedikit gelap aku melangkah memasuki ruangan tersebut dan melihat sebagian besar wanita lebih tua usianya dari ku bersama dengan laki2


ada yg bergandengan sambi duduk, ada wanita yg berada dalam pangkuan lelaki


"hmmm kok tempatnya kaya gini sih sekarang?" tanya ku dalam hati ke diri sendiri


"padahal dulu ga kaya gi deh" gumam lagi dalam hati


aku tak memperdulika apa yang aku lihat aku langsung melangkah menuju loket dan membeli koin untuk bermain game karna inilah salah satu kesenangan ku selain nonton anime di tv


setelah membeli koin aku mencari kursi yang kosong dan brmain game sendiri saat itu aku memainkan game yg berkelahi

__ADS_1


aku sangat serius karna ga mau kalah dan koinku habis aku terus memencet2 tombol di depan ku


tiba-tiba ada suara laki2


"boleh duduk di sini gak" tanyanya meminta ijin padaku untuk duduk di sebelah ku


"boleh" jawabku singkat tanpa menoleh melihatnya ya karna aku sedang fokus dengan game yang aku mainkan


"sendiri aja" tanya nya lagi yang sudah posisi duduk di sebelahku


"ya" jawabku singkat tetap dengan pandanganku ke arah layar game


sampe aku kalah dan kehabisan koin lelaki itu masih di sampingku aku melihat ke arahnya dan dia tersenyum padaku, aku pun membalas senyumnya lalu dia menyodorkan tangan


"boleh kenalan ga" ucapnya dengan senyuman di bibirnya


"boleh" jawabku sedikit ragu


"saya mario" dia memperkenalkan diri


"hmmm nami" jawabku sambil menjabat tangannya yang sudah lama menggantung di udara


"kenapa pengen kenal sama aku kak? di sini banyak cewe lain" tanya ku penasran pada sosok lelaki di depanku ini


"ya sih memang banyak cewe di sini, tapi kamu beda" ucapnya sambil melihat sekeliling wanita di ruangan besar itu


"beda? beda gimana maksudnya" tanyaku lagi tak mendapat jawaban yg pas


"karna cewe yg aku liat di sini pada ngegodain cowo,tapi kamu beda sendiri malah fokus sama game yang kamu mainkan"jawabnya membuat ku sedikit tersenyum


"oh gitu,ya kan karna aku di sini sendiri jadi aku fokus sama apa yg aku tuju"ucapku menjelaskan


"emang kamu sering ke tempat ini"dia balik bertanya


"baru pertama kali aku ke sini lagi, dulu waktu aku masih kecil pernah ke sini beberapa kali bersama kakakku" jawabku sambil berdiri dari duduku


"eh mau ke mana" tanyanya


"ga bisa ngobrol dulu ya" tanya nya sedikit ragu


aku baru ingat waktu aku naik angkot aku berharap dapat kenalan cowo mungkin ini jawaban dari harapanku


"boleh" jawabku sambil melangkah entah kemana arahku


"kita ke sini yuk" ajaknya menuju warung yang tak jauh dari arena game yg pastinya lebih terang benderang berbeda dengan ruangan game yg sedikit gelap


aku duduk di kursi kayu panjang menghadap mario


terlihat mario membeli dua minuman teh berkemasan botol dan memberinya satu padaku


"makasih" ucapku


dia duduk sambil menatapku


"rumah kamu di mana" tanya nya tanpa basa basi


"rumahku di deket kaki gunung kak" jawabku sambil meminum yang di berikannya


"oh jauh juga" ucapnya heran sambil memegangi dagunya


"kalo kakak dari mana" aku balik bertanaya


"kalo aku ngekos di kota ini" jawabnya lagi tanpa ragu terkesan percaya diri


"oh terus ngapain di sini" tanya ku semakin penasaran


"aku kuliah di salah satu kampus di kota ini" jawabnya sambil menyandarkan diri ke kursi kayu di belakangnya


aku tersentak kaget mendengar jawabannya

__ADS_1


"kamu masih sekolah kan? kelas brapa?" tanya nya berusaha mencari informasi tentangku


"aduh gimana ini masa aku jujur bilang aku seorang ART, atau aku bohong aja ya?" gumamku dalam hati


"hmmm ya aku masih sekolah, kelas 8" jawabku sambil menyeruput minumanku dan tak melihat ke arahnya aku takut ketahuan berbohong, lagi pula aku juga ga tau semua jawaban dia benar atau bohong


"eh mau main lagi ga" mario menawarkan ku main sambil menunjuk loket pembelian koin


"ayo.." dengan semangat aku menjawab dan berdiri dari dudukku


"tunggu dulu" tiba2 menghentikan ku


"apa lagi" tanyaku sedikit kesal


"minta no hp" jawabnya


aduh... tuhan jangankan no hp no telepon rumah pun aku ga punya gumamku dalam hati


"ga punya kak" jawabku dengan jujur


"ya udah minta nomor rumah aja" masih berusaha tak pantang menyerah


"gimana nieh jadi ribet gini sih" gumamku lagi dalam hati


aku pun punya ide aku berikan nomor rumah tanteku kakak dari ibuku


"ada ini nomornya" selesai memberikan nomor telepon rumah aku dan mario berjalan menuju loket koin dan membeli beberapa koin untuk bermain


saat aku hendak membayar koinku mario menahan tangan ku


"jangan udah aku yang bayar semuanya" ucapnya sambil membayar semua koin di kasir


"berapa semuannya" tanyanya pada kasir


setelah membayar kita melangkah ke tempat permainan yang sedikit gelap untuk sore hari


"mau main apa" tanya nya padaku yg terlihat bingung


"kita naik bom bom car yuk" jawabku sambil menghampiri arena tersebut dan kita naik mobil masing2 saling bertabrakan aku tertawa geli karna melihat pria itu mau aja aku ajak naik permainan yg biasanya untuk anak2 ataupun remaja


selesai dengan permainan itu aku ga henti2nya tertawa menertawakannya


"kamu jago juga main bom2 carnya" sambil memegang pinggangnya di sampingku


"hahaha lumayan" jawabku


semua koin di mainkan di semua permainan sampai habis dan mario bertanya


"kamu kapan ke sini lagi" tanya nya sambil membetulkan tas ranselnya yang dia bawa


"paling sabtu depan" jawabku yakin


"nanti kita ketemuan di sini lagi ya" pintanya sambil tersenyum


"boleh tapi sekarang aku mau pulang ya bye bye" ucapku sambil hendak melangkah ke pintu ke luar arena permainan


"aku anterin ya" ucapnya lagi


"ga usah aku kan naik angkot" aku mencegahnya untuk mengantarku


"iya aku anter kamu sampe naik angkot" ucapnya lagi meyakinkan aku


"oh ya sudah" jawabku sambil menahan senyum


pada akhirnya mario mengantarku ke lantai paling bawah dan menuju jalan raya yg penuh dengan angkot saat itu gerimis tapi dia tetep mencarikan angkot tujuan rumah ku aku sedikit kagum atas sikapnya terhadapku akhirnya angkot yg di cari ketemu aku langsung naik


"makasih ya kak" ucapku sebelum angkotnya pergi


mario hanya tersenyum dan melambaikan tangan dia pergi meninggalkanku dalam angkot untuk berteduh karna gerimis semakin besar

__ADS_1


dalam angkot aku tak berhenti berfikir


"apa ini nyata ya? aku dapat kenalan cowo bener2 ga dapat di percaya akhirnya aku dapat kenalan cowo di usiaku yang ke 14 tahun"


__ADS_2