Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
libur kerja part 2


__ADS_3

pagi ini sedikit gerimis dan membuat ku malas beranjak dari tempat tidurku Naza dan ibu sudah tidak ada dalam kamar


aku sendiri masih di selimuti yg lumayan tebal


"huah... jam berapa ya sekarang?" tanyaku ke diri sendiri


aku beranjak dari terbaring menjadi duduk di pinggir kasur mengumpulkan nyawaku yg belum terkumpul


aku berjalan meraih handuk yg tergantung di dinding dan keluar dari kamar menuju tangga besi yg melingkar bentuknya perlahan aku turun menuruni tangga sesekali aku mengucek mata karna masih sedikit mengantuk


selesai mandi aku pergi ke dapur melihat ibu sedang duduk di kursi pelastik dan menonton tv sepertinya hari ini ibuju ga masak


"bu sarapan sama apa donk" tanyaku sambil menghampiri


"masak mie aja sana" jawab ibu


"oh ya udah" aku membalikan badan menuju lemari penyimpanan makanan instan dan membuatnya sendiri


"enak sekali ya yg terlahir kaya apa2 sudah tersedia di dalam rumah tanpa repot dan cape mencari apa yg di mau" gumamnku dalam hati sambil mengocek mie dalam panci


aku sarapan di belakang dapur dekat mesin cuci


selesai ssrapan aku kembali ke ruang tv ibuku masih dengan posisinya sedang santai karna memang pekerjaanya sudah selesai semua karna ibuku bangun pagi2 buta


"bu... bu bos mana?" tanya ku penasaran


"udah berangkat ke rumahnyabyg di kota**" jawab ibuku sambil beranjak berdiri dari duduknya


"oh... pantes ibu pagi2 dah depan tv" sahutku sambil becanda


"kamu dah selesai kan sarapannya" tajya ibu


"udah kenapa emang bu" tanyaku sedikit bingung


"kamu lupa kemarin bu bos bilang hari ini kita ke pasar untuk beli gaun kalian berdua" ibu berusaha mengingatkanku


"ya ampun lupa.. pantes si naza ga sekolah" nada suaraku sedikit terkaget dan menutup mulutku


"makanya ibu ga masak kita beli masakan mateng di pasar aja" usul ibu

__ADS_1


kami pun pergi ke luar rumah dan mnegunci pintu utama dan garasi tak lupa juga mengunci pintu gerbang aku tak berganti baju seperti yg di lakukan ibu dan adikku karna ku pikir apapun yv aku pakai aku tetap seorang ART yg terkadang di pandang sebelah mata oleh sebagian orang termasuk saudaraku itulah yg membuatku susah mendapat kenalan cowo karna statusku yg membuat ku minder


kami berjalan kaki menuju jalan raya yg tak jauh dari rumah bu bos dan menunggu ankot untuk di naiki


tibalah angkutan umum yg di tunnggu aku baru pertama kali pergi dengan ibuku di kota ini aku senang bisa jalan2 bersama ibu meski hanya ke pasar


samapi lah di tujuan kami turun dari angkot dan memasuki gedung yg besar sebagian besar penjual baju ibu pun berjalan sambil melihat2 di setiap toko baju yang akan dibeli ibu tertuju ke toko yg di lihatnya


"nami naza ayo ke toko sana" ibuku sambil menunjuk toko yg di maksdunya aku dana naza mengikuti dari belakang


ibu memilih terlebih dahulu untuk naza terlihat gaun berwarna biru tanpa lengan sudah jadi pilihan naza


"nami mau pilih yg mana" tanya ibuku sambil menyodorkan dua baju dengan warna berbeda


"yg pink bu" aku memilih warna kesuakaan ku


"ya udah ini ya" ibu berusaha meyankinkan ku


"emang ga ada yg ada lengannya ya" tanyaku ke penjual baju


"ga ada, kalo gaun kebanyakan modelnya seperti itu" ucap penjual


"udah pak saya ambil ini aja" ucap ibu yg memegang dua gaun pilihanku dan naza


berbeda dengan naza wanra kulitnya putih dan matanya sipit seperti orang oriental kenapa kita berbeda?


entahlah....


ibu sudah membeli gaun dan sekarang ibu hendak membeli sendal untuk kita bertiga karna ibu sudah di bikinkan seragaman ART oleh bu bos karna di acara pernikahan semua ART bu bos hadir begitu kayanya bu bos sehingga memiliki banyak rumah di berbagai kota dan di setiap rumah memiliki ART


aku memilih2 sendal yg aku suka entah berapa uang yang di berikan bu bos ke ibuku, ibu tidak melarang berapapun yg di pilih anak2nya entah itu yg murah ataupun sedikit mahal


"bu nami pilih yang ini ya" ucapku memberi tau ibu sambil menyodorkan wedzes pilihanku yg senada dengan gaunku


"iya sudah pegang itu" ibu mengiyakan


"ibu dede mau yg ini" ucap manja naza ke


ibu yg membuatku sebal karna memang ibu selalu memanggilnya dede panghilan kesayangnnya, model yg di pilih nawmza tak beda jauh dengan sendal punyaku karna setiap apa yang aku punya dia selalu ingin memilikinya

__ADS_1


selesai dengan memilih2 sendal aku bertanya


"sekarang kita mau beli apa lagi bu" tanya ku berharap bisa membeli sesuatu yg lain


"sekarang kita pulang, tapi beli makanan dulu buat makan siang di rumah" ucap ibu sambil berjalan mencari warung makan


aku sedikit kecewa ternyata selesai berbelanjanya aku pikir masih ada lagi yg akan di beli


aku dan naza di didik untuk tida memiliki banyak keinginan dan permintaan karna keadaan yg berbeda dengan orang kebanyakan dan akupun sudah terbiasa dengan keadaan keluargaku yg sederhana dan tak mampu


ibu menemukan warung makanan dan belanja makanan matang untuk di bawa ke rumah kami kembali ke rumah seperti tadi saat berangkat naik angkot dan berjalan kaki meuju dalam perumahan


sesampainya di dalam rumah aku langsung menyalakan kipas angin yg ada di ruang tv sedangkan naza memilih menyalakan tv dan duduk manis di nawah tepatnya di karpet bulu yg tebal dan akupun tiduran di sampingnya menikmati hembusan kipas angin karna di luar sangat panas


ibu sibuk di dapur menuangkan makanan untuk makan siang kami karna bu bos ga ada jadi ga masak itu adalan bonusb untuk karna tak perlu cape2 masak


"ayo cepet ke sini kita makan" panggil ibu dari belakang sudah menyiapkan makanan yg di beli di pasar tadi


"iya bu" aku dan naza berusaha cepet2an menhampiri ibu sambil berlari


kami sangat menikmati setiap makanan yg kami makan apapun itu kami selalu nersyukur


"bu emang kapan sih pestanya" tanyaku sambil tak henti makan


"minggu depan di gedung**" jawab ibu datar


"oh bos bami juga di undang bu" tanyaku lagi


"sepertinya di undang" jawab ibu ragu


"masa ga di undang sih kan tetangga


"gumamku dalam hati


"udah cepet makannya ibu mau nyetrika" ibu berdiri dari duduknya karna sudah selesai makan


aku dan naza pun melahap semua makanan yang ada di piring dan membereskannya


naza tugasnya membawa semua piring kotor ke washtapel dan melanjutkan nonton tvnya sedangkan aku mencuci piring bekas makan tadi

__ADS_1


selesai mencuci piring aku menuju kamar ingin mencoba gaun dan sendal yg di beli di pasar


aku memakinya semua aku merasa tak pantas pakai gaun akupun mencoba kalung pemberian bu bos yg di belinya di mall**aku senang dengan kalungnya bukan dari harga yg aku lihat tapi bentuk perhatian bu bos terhadap ARTnya lah yg paling berharga


__ADS_2