Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
pulang kampung


__ADS_3

setelah aku menginap perasaanku sering tak enak sudah beberapa minggu ini aku kepikiran ibuku terus


pagi ini aku melamun sambil mencuci baju di di bak bulat di garasi mobil


"nami" ibuku sudah ada di luar gerbang aku yy duduk langsung menghampiri ibu yg ada di luar


"ibu" dengan mimik wajah heran


"bu bos ada ga" tanya ibuku


"ada bu, emang kenapa" tanya ku heran


"kita pulang nami, ibu udah beberapa hari ini sakit ini juga baru mendingan" dengan nada datar ibuku memberi tahu


aku mengantar ibuku mengahadap bu bos dan menemaninya meminta izin agar aku bisa ikut pulang bersama ibuku


"bu saya mau ajak nami pulang" ibuku meinta izin


"loh emang kenapa teh" tanya bu bis heran

__ADS_1


"saya sakit dari kemarin2 jadi saya mau pulang, tapi saya ga bisa ninggalin nami sendiri di sini" ibuku menjelaskan


"nami kamu mau pulang ga?" tanya bu bos sambil menatap ku


"iya bu nami juga pengen ikut pulang" jawabku agar cepat selesai urusan


dan pada akhirnya aku pun berkemas membawa pakaian yg aku bawa dari kampung bisa di hitung aku bekerja di sini 5bulan lamanya dan kesan2 di rumah ini banyak senangnya meski singkat tapi ini pengalaman pertama ku bekerja sebagai ART


ibuku terlihat sudah tidak ada beban lagi di wajahnya mungkin ini yg terbaik


"bu sekolah naza gimana?" tanyaku sambil merapihkan pakaianku


ya sepertinya ibu memang sudah ingin pulang dari kemarin2, akupun berpamitan ke semua penghuni rumah tempat ku bekerja dan berterima kasih atas semua kebaikan terhadapku, kalau ibuku tak mengajak pulang mungkin lain ceritanya mungkin aku bisa lama bekerja di rumah ini


"ibu maafin nagi ya kali selama nagi kerja di sini ada kesalahan yg nagi perbuat" sambil menjabat tangan bu bos


"iya nami sama2, padahal ibu sudah cocok loh sama kerjanya kamu" dengan penuh harap agar aku tinggal


aku hanya tersenyum tipis

__ADS_1


"diva kiki teh nami pamit ya tolong maafin kalo ada salah" sambil memegang tangan diva, karna kiki terlihat begitu senangnya dengar aku akan pulang


"ih teh nami kenpa harus pulang sih diva jadi ga ada temennya donk" sambil cemberut manja diva mengoyang2kan tanganku le kanan dan ke kiri


kiki tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya dia sesekali hanya menatapku dengan tatapan tak bersahabatnya


saat itu mbah belum pulang dari pasar jadi ga sempat berpamitan ke pada mbah


"ini nami gaji terakhir kamu ya" bu bos memberi uang kepadaku


aku dan ibuku meninggalkan tempat kerjaku dan menuju tempat kerja ibuku untuk menjemput naza dari sekolah dan berangkat pergi pulang kampung


"bu kita naik ojeg ya" saran ku biar ibu ga kecapean karna pada saat ibu datang ke tempat kerjaku sepertinya ibu jalan kaki tak menggynakan ojeg


"iya sudah" ibu dengan nada datar mengiyakan usulku


kita naik 1 ojeg aku duduk di tengah dan ibu di belakangku tas bawaanku di depan karna hanya sampe gerbang depan perumahan di lanjutkan dengan angkutan umum


aku dan ibu langsung menuju sekolah naza lanjut ke tempat kerja ibu dan mengambil barang bawaan ibu karna ibu sudah dari malam berkemas untuk oulang hari ini selesain ibu berpamitan kita bertiga pulang menggunakan angkot dan di lanjutkan naik metro mini dan di lanjutkan naik angkot lagi untuk menuju rumah nenek

__ADS_1


sepanjang perjalanan kita gembira akan pulang kampung meski entah mau kerja di mana


__ADS_2