
sudah beberapa hari setelah pesta seperti biasa sehari2 ku berangkat pagi pulang sore aku memang sudah jarang mengobrol dengan ibuku pada saat aku sudah pulang kerja dan berada dalam kamar tiba2 ibuku datang menghampiriku duduk di pinggir kasur dan berkata
"nami kamu kenapa akhir2 ini diemin
ibu" tanya nya sama sekali tak menyentuhku
"ga apa2 bu" jawabku pelan dan tak membalikan badan aku tiduran menghadap tembok
ibu hanya menghela nafas dan tak puas dengan jawaban ku yg singkat ibuku berdiri dan meninggalkan kamar
"maaf bu aku ga benci ibu hanya saja aku kecewa atas perlakuan ibu yg menurutku pilih kasih perlakuan ibu terhadap aku dan naza sangat berbeda bagiku" gumamku sambil meneteskan air mata dalam kamar
tiba2 naza masuk kamar mengagetkanku
"teh nami...!" teriaknya
"apa sih berisik" aku sedikit kaget dan membentak naza
"dj panggil bu bos teh" dengan pelang dan menunduk naza ketakuatan bicara padaku
aku jadi jutek terhadap naza karna cemburu sosial ku
aku pun langsung turun meninggalkan naza dengan tatapan kebencian karna dia di perhatikan penuh oleh ibuku dari bayi hingga sekarang
aku masuk ke ruang tv di mana bu bos dan ibuku berada sepertinya merek sudah membicarak sesuatu
"iya bu" aku memulai obrolan pada bu bos
"nami kamu mau ga bantui kak tita ngurusin rumah ibu yg di kota**" tanyanya sambil menatapku
"oh yg satu kota sama rumah nenek ya" seru ku bertanya
"iya nami" ibuku menjawab pertanyaan yangbku tujukan pada bu bos
"iya nami mau bu" dengan senang aku menerima tawaran bu bos tanpa meminta persetujuan ibuku
__ADS_1
setidaknya aku ga akan lihat perlakuan ibuku yg berbeda terhadapku dan naza
yg membuatku merasa diskriminasi oleh ibuku sendiri
"Ya sudah sekarang kamu bilang sama bosmu kalau kamu berhenti kerjanya ya besok kamu berangkat sama saya" usul bu bos padaku
"iya bu" aku menjawab dengan semangat aku langsung menuju rumah bosku dan meminta ijin untuk berhenti
aku yg sudab pulang bekerja balik lagi ke tempat kerja ku
"selamat sore bu" sapa ku pada bu bos yg sedang menenami edward menonton tv
"eh nami sini" panggilnya dari dalam melihatku yg berada di luar pintu aku menghampiri bosku dan duduk di sampingnya
"ada apa nami" tanya bosku dengan lembut
"bu nami ijin berhenti kerja" dengan ragu kata2 itu keluar dari mulutku
"loh kenapa nami" bosku sangat kaget mendengar aku berkata sperti itu
"nami di minta bantuin mengurus salah satu rumah bu bos yv ada di kota**" jawabku, aku behernti bukan karna tak nyaman kerja sama bosku tapi memang ingin lepas dari ketergantungan pada ibuku
aku menceritakan masalah yg aku rasakan pada bosku dan niat utamaku untuk pindah kerja
"oh seperti itu toh ceritanya, ya sudah saya ijinkan" dengan memahami perasaanku bosku mengijinkanku untuk pindah kerja
"makasih ya bu, maaf kalo selama nami kerja di sini banyak kesalahan nami dan merepotkan ibu" ucapku sambil memegang tangan bosku dan mata ku mulai berkaca2
"engga nami ibu yg harusnya berterima kasih kamu sudah membantu ibu menjaga edward dan baik dalam semua pekerjaan" ucapnya lagi menenangkan ku
aku mengusap kepala edward
"edward teteh pamit ya" ucapku sambil tersenyum
"iya teteh" ucap anak yg masih polos dan tak tau apa2 ini dan tak memalingkan pandangannya
__ADS_1
"oiya nami tunggu sebentar" bu bos menuju kamarnya dan aku pun menunggunya
"ini gaji kamu bulan ini ya dan yg terkahir dari saya" ucap bosku sambil memberikan beberapa lembar uang yg berwarna merah ke tanganku
"tapikan bu nami belum waktunya gajian" aku berusaha mengingatkan takutnya bosku lupa tanggal
"ga apa2 nami anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih dari saya"
"iya bu makasih banyak bu"
aku pun sudah berpamitan dan waktunya pulang kembali aku akan simpan uang ini sendiri biasanya setiap aku gajian aku kasih semua uangku ke ibuku sekaranv aku akan simpan uang ini dan ga akan bilang ibuku
aku masuk lewat garasi dan melewati ibuku yg sedang menonton tv aku langsing naik ke kamar dan merapikan pakaian yg akan aku bawa baru kali ini ingin sekali jauh dari ibuku dulu aku selalu ingin dekat dengan ibuku setelah sikapnya terhadapku aku jadi kurang memikirkannya
pagi pun tiba aku bangun pagi2 sekali dan sudah rapi membawa tas baju ku
"nami kamu sudah siap" tanya bu bos padaku dan bu bos pun sudah rapi siap berangkat
"sudah bu" jawabku
"ayo kita berangkat kalau sudah siap pamit dulu sana sama ibumu" sambil menuju keluar bu bos meyuruhku
"iya bu" jawabku
akuoun menghampiri ibuku dan berpamitan hanya ada ibu, naza sudah berangkat sekolah
"bu nami pamit" aku melihat ibuku
sedikit penuh tanda tanya
"iya hati2 jangan lula telepon ibu" sambil memegang pundakku dan mengantarkan ku naik keobil sedan hitam milik bu bos
"iya bu, nami pergi ya" aku pun langsung duduk dalam mobil tepat di belakang pak supir
dan bu bos sudah duduk terlebih dulu di sampingku mobil keluar dan ibuku menutup gerbang besi dan mobil pun melaju meninggalkan kota ini menuju kota** kota kelahiranku
__ADS_1
dan sepertinya bosku menceritakan semua curahan hatiku pada ibuku sehingga membuat ibu merasa bersalah dan menyesal atas sikapnya terhadapku yg membuat aku tak berpikir panjang untuk meninggalkannmya bersama naza