
seperti biasa meski aku ga kerja pun aku bangun pagi2 buta untuk bantu2 nenek mengerjakan pekerjaan rumah karna aku ga mau di omelin ma nenenk meski kadang aku ingin ikut sama ibu bekerja
pada saat aku di kamar mandi ada sepupuku datang ke rumah nenek
"nek.. nenek" panggil yuli dari luar rumah nenenk
"ada apa li" nenek menjawab
"si nami mana itu bi ira tadi nelpon, katanya mau nelpon lagi mau ngomong ma si nami" yuli menjelaskan ke nenek sambil mencariku
"nami..." panggil nenek sedikit teriak
"iya nek" aku keluar dari kamar mandi setelah selesai mencuci piring
"ibu kamu nelpon cepet ke rumah teh yuli" teh yuli mengajak ku ke rumahnya
"iya teh ayo" dengan semngat aku menjawab
aku pergi ke rumah teh yuli yg ga jauh juga dari rumah nenek teh yuli dan nova adalah sepupuku ibu mereka ade kakak dengan ibuku cuma sayang nasib ibuku tak seberuntung ibu mereka,
tak lama aku pun sampe di rumah teh yuli dan langsung duduk dekat dengan telepon menunggu berdering
"kring.... kring..." suara telepon
"halo" sahutku
"nami ini ibu" suara dari seberang terdengar
"iya bu ada apa?" tanyaku heran kenapa tiba2 menelpon
"nami mau lerja kan?" tanya ibu
"iya bu mau" jawabku semangat
"di sini ada lowongan kerja, sebelah rumah tempat ibu kerja" ibu memberitahuku
"iya bu mau kapan bu?" tanyaku lagi
"ibu sekarang ada di rumah bis ibu yg deket dengan rumah nenek kamu ke sini sekarang nanti kita berangkat bareng2 ke kotanya" ibu memberi perintah
"iya bu nami berkemas pakaian dulu ya" aku menutup telepon
sampai di rumah nenek aku menceritakan semuanya dan berkemas merapikan barang bawaanku
"nek nami pamit ya" sambil membawa tas aku berpamitan
"iya hati2 ini buat ongkos angkotnya" sambil menyodorkan uang kepadaku
aku berjalan dari rumah nenek menuju gang yg tak jauh dan menunggu angkot
ibu ada di salah satu rumah milik bosnya yg dekat dengan daerah rumah nenek dan memang bos ibu yg ini memiliki rumah di beda2 kota akupun naik angkot menuju rumah bos ibu
__ADS_1
setelah turun dari angkot aku jalan kaki menuju perumahan bos ibu yg jaraknya tak begitu jauh dari jalan raya, sesampainya di sana aku mengetuk pintu gerbang dan akupun di sambut oleh aungan beberapa anjing peliharaan bos ibu aku sudah biasa dengan anjing karna dulu waktu aku usia 5 tahun pernah ikut bekerja sama ibu dan tinggal di rumah ini
ibu keluar dari dalam rumah menuju gerbang di mana aku berdiri menunggu seseorang menghampiri ku begitu aku masuk aungan anjing pun berhenti aku langsung masuk ke kamar di mana ibuku tidur dan meletakan barang bawaanku
"bu dari kapan di sini" tanya ku sambil meletakan tas pakaian ku
"dari kemarin bu bos mau ke rumah ini jadi ibu ikut buat jemput nami" jawabnya
"oh jadi kita besok ke kota **" tanyaku penasaran
"iya besok kita berangkat bareng bu bos naik mobil, nami sudah makan?" tanya ibu
"belum bu" jawabku pelan
setelah ibu tau aku belum makan ibu meninggalkanku di kamar dan menuju dapur dan membuat sesuatu untuk aku makan dan benar ibu membawakan mie instan plus telor dan nasi untuk aku makan, rasanya udah lama ga makan mie instan setelah behenti kerja
"ini kamu makan di sini aja ibu mau bebenah lagi ya" ibu meletakannya di meja rias yg ada di kamar ibu
" iya bu malasih" jawabku langsung menghampiri mie instan
ibu pergi masuk aku kupa bertanya di mana naza ya aku celingak celinguk ke sekelililng naza ga ada
selesai makan aku keluar kamar dan mencari ibu aku sudaj hapal dengan rumah ini karna dari dulu ibu bekerja di keluarga ini, aku menuju ruang tv dan di sana ada bu bos dan naza sedang nonton tv kupun masuk dan menyapa
"sellamat sore bu" sapa ku untuk bu bos
"eh nami sudah datang? sini nonton tv bareng" jawabnya dengan senyuman ramah
"naza kamu lagi makan apa itu?" tanyaku sambil meminta makanan yg di makan naza
"kacang mede teh nami,ini enak" bicara dengan mulut penuh kacang aku hanya menyerengitkan bibir
aku dan naza nonton tv sampai malam dan ibuku pun datang untuk nonton juga kita sama2 nonton di ruang tv yg begitu besar dan mewah
malam sudah mulai larut sudah waktunya masuk kamar dan tidur bu bos sudah lebih dulu masuk kamar
"bu ngantuk" rengek naza sambil mengucek2 matanya
"iya bu tidur yuk" aku menimpali
"ya sudah ayo kita tidur, matiin dulu tvnya" perintah ibu
akupun mematikan tv dan ibu mematikan lampu ruangan dan menutup pintu kita kembali ke lorong belakang menuju kamar ibuku tidur sampe lah di kamar aku ga langsung tertidur ada pertanyaan yg ingin aku tanyakan ke ibu
"bu besok berangkat jam berapa" sambil melihat langit2 kamar aku bertanya
"gimana bu bos aja nanti kita juga di kabarin besok" jawab ibuku
"oh" jawabku singkat
"udah sekarang nami tidur besok bangun pagi2 bantuin ibu bersih2 ya" ibu menyuruhku dan mematikan lampu kamar
__ADS_1
"iya bu" jawabku sambil memejamkan mata
pagi pun tiba aku bangun pukul 5 pagi aku meliahat dalam kamar ibu sudah tidak ada spertinya sudah bangun lebi awal aku pun bergegas untuk ke kamar mandi dan sesampainya di dalam kamar mandi aku sangat kaget dengan apa yg aku lihat dan panik setengah mati, aku melihat banyak darah di celana dalamku dan aku langsung membersihkannya
selesai mandi aku masih bingung harus pakai apa biar ga ketahuan ibu karna itu adalah datang bulanku yg pertama di usiaku 13 tahun, akupun memiliki ide
"aduh mana ga ada pembalut lagi" gumamku dalam hati aku pun ga kehabisan ide aku pake celana dalam ku yg lain untuk ku pakai mengganjal agar tak tembus ke luar
siang pun tiba ibu belum tahu soal kedatangan bulananku tiba2 bu bos menghampiri ibu yv saat itu aku dan naza pun berada dekat ibu
"sudah pada siap semua" tanya bu bos
"iya bu sudah siap" jawab ibuku
"ayo kita berangakat"ajak bu bos sambil berjalan menuju mobil sedan hitam miliknya
kami bertiga naik mobil aku dan naza duduk di kursi belakang sebelah kanan tepatnya belakang supir sedangkan ibuku duduk di depan sebelah supir dan bu bks di belakanv ibuku, akhirnya kita pergi menuju rumah bu bos yg ada di kota lain
perjalanan kira2 mengahbiskan waktu 2 jam saja dan kami pun sampe rumah yg di tuju kali ini adalah pertama kaliku ke rumah bu bos yg lain
"sampe kita" bu bos memberi tahu, membuat aku yg tertidur jadi terbangun karna sepanjang jalan aku tertidur keenakan di terpa AC ibu turun dari mobil dan membuka gerbang dan pintu garasi
mobil masuk garasi kita semua turun bu bos membukan kunci pintu rumah dan aku menutup pintu gerbang
ibuku masuk terlebih dulu dan akupun mengikuti,rumah yg begitu indah dan bersih pantes ibu betah tinggal di sini
"nami langsung naik ke atas bawa tasnya di kamar ibu" ibu memberi tauku sambil menutup pintu rumah sedangkan bu bos sudah berada dalam kamarnya
"iya bu" jawabku sambil mengajaka naza untuk mengantarku
"ayo naza anter teh nami" ajakku
"iya teh ayo" naza melangkah sambil memanduku menuju kamar ibuku yg berada di atas
sesampainya di atas teras yg begitu luas yg di biarkan terbuka sehingga aku bisa melihat bintang2 di langit yg begitu luas aku kaget dengan cahaya yg da di atas langiti kerlap kerlip bergerak
"naza liat itu" sambil menujuk ke arah atas mberi tau naza
"itu kata ibu pesawat teh" naza memberi tauku dengan nada ngejek karna aku tak tau akan hal itu
"oh...andai teh nami bisa naik pesawat" sahutku sambil melihat sekeliling
aku dan naza masih menunggu ibu di luar kamar sambil melihat bintang2 yg bertaburan di langit dan terdengar suara langkah kaki menaiki tangga besi menuju ke atas dan itu ibu sudah naik dan kami pun masuk ke kamar cuaca di kota ini berbeda dengan kampung nenek di sini panas sehingga kami menggunakan kipas angin sepanjang malam agar bisa tidur bahkan aku dan naza berebut posisi kipas angin
"udah arahnya ke sini aja" usulku sambil mengoyangkan kipas angin
"ye terus aku gimana ga kebaian donk" jawab naza kesal
"udah jangan berebut biarin kipasnya yg gerak nanti juga kebagian" usul ibu sambil membetulkan pengaturan kipas angin
"bu besok nami mulai kerja ya" tanya ku sebelum aku tidur
__ADS_1
"iya nanti ibu anter kamu ke rumah sebelah" ibu menjawa sambil menyelimuti aku dan naza