
pagi pun datang menjemputku aku bersemangat memulai aktifitas pertama ku untuk mengantar sekolah naza dan edward aku sudah bersiap2 dan selesai sarapan yg di sediakan ibuku
"nami anter naza ya sebelum ke tempat kerja" suruh ibuku sambil merapikan seragam naza
"iya bu" jawabku singkang sembari makan
aku dan naza keluar rumah dan pergi melewati tempat kerjaku yg masih tertutup dan saat itu masih pukul 6 menuju sekolah naza
" hei naza emang kamu ga bisa berangkat sendiri apa?" tanyaku sedikit ketus
"bisa tapikan ibu ga ngijinin aku pergi sendiri" jawabnya sambil terus berjalan
"enak ya kamu sekolah aja di anterin, dulu teh nami pertama masuk sekolah aja pergi sendiri ga di antar sama ibu" jawabku mulai kesal dengan berbedaan itu
"terus teh nami ga mau anter naza?" tanya naza sambil memasang wajah memelas
"ga kok ayo teh nami anter" jawabku sambil tersenyum terpaksa
aku memang dari kecil tinggal dengan nenek dari bapak karna perceraian orang tuaku sehingga memaksaku untuk mandiri sejak kecil akhirnya tiba juga di depan gerbang sekolah naza
"masuk sana"sambil mengelus punggung naza aku menyuruhnya masuk
"iya naza masuk ya dadah"sambil berlari kecil dan melambaikan tangan kepadaku dan aku pun mebalas lambaaian tangannya
aku berjalan memutar arah dan kembali ke tempat kerjaku sat sudah samapai terlihat bos ku sudah berada dekat etalase jualannya
"pagi bu" sapaku
"pagi nami abis anter sekolah ya" tanyanya tanpa menoleh ke rahku yang saat itu bosku fokus denga layar kalkulator di tangannya
"iya bu" jawabku singkat dan langsung menuju dalam rumah
sepertinya bos lelakiku sudah berabgjat kerja hanya ada edward yg masih tertidur di bawah selimut tebalnya aku langsung membersihkan semua ruangan
"nami kamu ikut ibu ya ke sekolah edward"sambil merapihkan pakaiannya
"iya bu" jawabku sambil menyuapi roti sarapan edward
kita pun bergegas berangkat karna jadwal masuk sekolah edward pukul 8 pagi, aku pikir mau naik kendaraan tapi sekolah masih di lingkungan perumahan dan ga terlalu jauh jadi kita berjalan kaki menuju sekolah
sesampainya di sekolah aku melihat sekeliling begitu bersih dan rapi dengan warna2 yg cerah menepel dinding sekolah
edward mulai berbaris untuk masuk sekolah
"nami kamu tunggu sampe pulang sekolah ya" bosku menepuk pudnakku
__ADS_1
"iya bu" jawabku sambil mentapanya
"ibu pulang ya mau buka warung" beri tahu bosku sambil beranjak pergi
di sekolah ga hanya aku yg menunggu ada banyak ibu2 juga yg menunggu anaknya ataupun ART edward pun masuk kelas
aku di luar tetep dalam posisi duduku
tiba2
"eh ini mba barunya edward ya" tabya seorang ibu yg berpenampilan elegan
"iya bu" jawabku singkat
sepertinya dia bukan ART mungkin orang tuanya anak yg sekolah di sini
"sudah lama" tanya nya lagi dengan tersenyum ramah
"masih baru bu" jawabku dengan sedikit malu2
akupun megobrol denga ibu itu dan memang dia bukan ART seperti ku sudah terlihat jelas dari segi penampilannya begitu wow untuk ukuran seorang ART
waktu menujukan pukul 9 waktunya edward istirahat semua murid keluar kelas edward menghampiriku sambil berlari kecil
"teteh mana bekal edward" tanya nya dengan wajah lucunya
"makasih teh" ucap edward dan balik ke kelas untuk makan bekal bersama teman2nya
semetara aku pun sedikit merasa lapar karna lingkugan sekolah dekat pangkalan ojeg sehingga banyak tukang jajanan di kuar sekolah aku pun pergi keluar untuk membeli cilok
"bang beli 3 ya" aku memberi tau abang cilok sambil mengambil uang
"iya neng" abang cilok melayaniku dengan ramah
dari arah belakang tempatku berdiri ada sebuah pangkalan ojeg dan terdengar sesuatu ke telingaku
"suit... suit.... neng bahenol ih" salah satu abang ojeg menggodaku dengan nada genit menggombaliku
aku melirik ke arah belakang tak menjawab dan memberikan mimik wajah masamku karna ga suka di perlakukan seperti itu
selesai dengan cilok aku masuk lagi ke area sekolah dan duduk sambil memakan cilok dengan suasana hati sedikit kesal karna aku tipe cewe yg paling ga suka kalo di gombalin meski aku hanya seorang ART
waktu pulang pun tiba edward ke luar dengan membawa tasnya dan menghampiriku
"ayo teh kita pulang"ajak edward sambil menggandeng tangan ku
__ADS_1
"ayo"aku menjawab dengan ceria
seperti apapun suasana hati ku aku ga bileh menunjukannya terhadap anak yg berada di depanku karna aku haru bisa membedakan atara urusan pribadi dan pekerjaan istilahnya propesional yg aku tau
aku berjalan kaki meuju pulang saat melewati salah satu rumah terdengar aungan anjing yg membuat edward ketakuatan
"teteh... takut" tangis edward sambil memelukku
"ga apa2 itukan ada di dalem rumah anjingnya" dengan nada rendah aku berusaha menenangkan tangisnya
"takut teh ga mau jalan pengen di gendong" rengeknya memintaku untuk menggendongnya
"ya udah sini teteh gendong" aku jongkok dan menggendong edward lumayan berat tapi apalah daya ini pekerjaanku
sesampainya di rumah aku menceritakan kejadian hari ini di sekolah pada bosku
bosku hanya tertawa
"hahaha lucu banget kamu nami" sambil memegang perutnya
"kok lucu bu" tanya ku lagi
"wajar kalo ada yg godain kamu, kamu ga jelek2 amat kok" dengan nada sedikit meledekku aku hanya tersenyum hambar mendngar kata2 bosku
siang begitu terik selesai makan siang aku menyeterika baju yg sudah kering dan edward dari pulang sekolah duduk manis di karpet depan layar tv dan bermain PS
sedangkan bu bos duduk di sofa tamu tak jauh dari ruang tv
selesai menyetrika aku menuju ke kamar utama begitu aku membuka pintu kamar udara begitu dingin langsung menerpa wajahku dingin nya AC mengalahkan cuaca panas di luar hanya di dalam kamar terasa sejuk,
tujuan utamaku masuk ke kamar utama untuk merapikan pakaian yg sudah di setrika ku melihat edward sedang tidur siang aku pun buru2 ke luar agar tak membangunkannya
sore pun tiba selesai menyiram tanaman aku pamit pulang dan saat aku pulang pun aku ga bertemu dengan bos lelakiku mungkin saat libur kerja bosku aku bisa bertemu dengan bos lelakiku
"bu nami pulanh ya" saat merapikan selang air bekas menyiram tanaman
"iya nami makasih ya" smbil tersenyum ramah
"iya bu sama2" sahutku sambil tersenyum manis
aku berjalan menuju tempat kerja ibu masuk lewat pintu garasi mobil dan langsun menuju dapur di sana ada ibu sedang cuci piring
"udah pulang" tanya ibu sambil mencucinpiring di washtapel
"idah bu" jawabku sambil berjalan ke tangga besi menuju kamar yg berada di atas
__ADS_1
aku membantingkan tubuhku di atas kasur ibu masih sibuk dengannkerjaanya sedangkan naza hanya duduk depan tv
"huh hari ini lumayan melelahkan" gumamku dalam hati di tambah kejadian yg ga menyenangkan itu pertama kali ada cowo yg menggodaku