Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
pesta akhir tahun


__ADS_3

setelah packing2 barang rumah sedikit longsong karna sebagian barang sudah di kirimkan ke kota yang akan jadi temoat tinggal kak risa


sebelum berangkat ke kota yang baru aku datangi aku dan keluarga kak risa pargi liburan ke kota di mana bu bos ibunya kak risa tinggal sedangkan aku kembali ke kampungku


"nami besok pagi2 sekali kita berangkat ke bandara" ucap kak tita sebelum masuk ke kamarnya untuk tidur


"iya kak" jawabku sambil mematikan lampu ruangan tv


malam berlalu begitu cepat aku hampir tak bisa tidur memikirkan aku akan pulang kampung dan bertemu dengan ibuku meski hanya sebulan setengah aku di kota ini aku bersyukur bisa mengunjungi kota yang gak mungkin aku datangi sendiri


pagi2 buta semua penghuni sudah terjaga dan bersiap2 berangkat menuju bandara


"nami rolong dong ini bawa me depan" suruh kak tita padaku untuk membawa koper ke halaman rumah


"iya kak" jawabku sambil mendorong joper ke depan


taxi yang di tunggu ankhirnya datang aku duduk di belakang bersama kak tita dan anak2 sedangkan pak budi duduk di samping supir kami menuju bandara ini kali ke dua aku menaiki pesawat


aku senang bisa naik pesawat lagi bersama2 dengan keluarga kak risa


seperti biasa aku duduk di dekat jendela pesawat yang melihat langsung pemandangan dari udara yang sangat indah


penerbangan yang lumayan singkat mengantarkan kami sampai di bandara tujuan kami, sepanjang perjalanan aku tak mengobrol karna bagiku banyak bekerja sedikit bicara itu moto ku


sesampainya mendarat kami menuju pintu ke luar dan langsung di sambut mobil kijang milik kak aji yang tak lain dan tak bukan adik kak risa


"halo kak gimana kabarnya?" tanya kak aji yang bersiri tak jauh dari mobilnya


"baik ji" jawab kak risa


aku hanya memrhatikan pembicaraan mereka dari kejauhan


"eh nami gimana kabar kamu? " kak aji tersenyum padaku

__ADS_1


"baik kak" jawabku


"yo kita lanjutin perjalanan kita" ajak kak risa sambil menaiki mobil


aku duduk paling belakang di kursi tengah kak risa dan anak2 sedangkan pak budi di depan bersama kak aji


perjalana lumayan jauh aku tertidur dalam mobil sesekali aku mendengar obrolan orang dewasa dari arah depan tempat ku duduk


sesampainya di rumah besar bu bos aku turun dan mengeluarkan barang bawaan kak risa dan punyaku aku langsung membawa koperku ke kamarku yang isinya hanya pakaian tak ada oleh2


"kak nami langsung pulang ya me rumah nenek nami" aku berpamitan ingin buru2 pulang dan bwrtemu dengan sanak saudaraku


"iya silahkan kamu bisa kan pulang sendiri?" tanya kak risa padaku


"iya bisa kak" jawabku


aku hanya membawa separuh bajuku karna di awal tahun akan berangkat lagi ke kota yang belum pernah aku datangi


"eh ada kak hera" seruku sambil memeluknya


"iya nami baru kemarin kak hera datang" jawab kak hera


"mana delli" tanya ku mencari sosok keponakan lucu ku yang baru mau berusia 5 tahun


"tuh di dalam lagi nonton tv" kata kak hera sambil menunjuk ruang tv nenek


"oh.. kak hera udah ketemu sama ibu?" tanya ku sambil duduk di kursi teras


"belum, tapi nanti akhir tahun mau pulang dulu kata ibu" jawab kak hera


"iya pasti pulang kak bantu2 kak tita di rumah besar" jawabku yang sudah tau denga rutinitas keluarga bu bos mengadakan pesta tiap akhir tahun bersama keluarga besarnya


"udah masuk dulu sana ganti baju" suruk kam hera

__ADS_1


"iya kak, ngomong2 itu yang belakang rumah siapa?" tanya ku heran dengan kamar yang berubah menjadi tingkat dua


"itu rumah ibu" jawab kak hera


"oh itu yang di bangun ibu udah lumayan beres ya" ucapku takjub


selama kerja di bu bos ibuku mendapat pinjaman untuk membangun kamar menjadi tingkat cara membayarnya dengan memotong gaji tiap bulan


aku menuju kamar nenek dan rebahan sebentar kemudian aku bermain2 sama keponakan ku delli


"nami kamu tau gak dua hari lagi delli ultah loh yang ke lima" kak hera memberi tauku


"oh masa kebetulan banget aku ada di sini" ucapku takjub


aku dari kota** ga bawa oleh2 aku berinisiatif untuk buat pesta kecil2an ultah delli di rumah nenek


"kak kita rayain aja ultahnya delli" usulku pada kak hera


"ga ah ga punya uang" jawab kak hera


"biar nami aja kebetulan dua hari lagi ibu juga pulang kan ke sini" jawabku bersemangat


"jangan nami itukan gaji kamu" kak hera tak enak padaku


" ga apa2 anggap aja ini pesta perpisaha sebelum aku bwrangkat lagi ke kota**awal tahun" jawabku lagi


aku pun pergi ke pasar dengan kak hera untuk membeli alat2 untuk pesta ultah meski sederhana aku ingin membahagiakan orang terdekatku


***


ibu pun datang di hari ultah delli


kami anak2 ibu semua berkumpul jarang2 momen seperti ini semua bisa berkumpul acara pun berlangsung meriah meski serba sederhana

__ADS_1


__ADS_2