
mobil masuk ke garasi rumah yg begitu besar dan luas 3x lipat lebih besar dari rumah yang ibuku tinggali
pantas saja satu ART kewalahan mengurus rumah sebesar ini makanya aku di mutasi untuk meringankan ART di rumah ini
aku turun dari mobil dan waktu masih pagi sekitar jam 10 karna aku berangkat pagi2 sekali bersama bu bos
setelah turun dari mobil bu bos masuk dan aku pun melangkah mengikutinya
"ta itu tuh nami dah ada" panggil bu bks pada kak tita
"eh sudah datang toh rupanya" tanya nya heran
"iya kak tita" jawabku sambil duduk di kursi rotan yg ada di samping dapur
"gimana kabar ibumu? kita ketemu sekitar 3 minggu lalu kan waktu kak aji nikah"
"kabar ibu baik kak, iya ya kaya kemaren aja kita ketemu" jawabku sambil tersenyum lebar
"ya sudah simpan sana tasnya di kamar" kak tita menyuruhku
akupun pergi ke kamar kosong di bagain paling ujung kamar yg pernah ku tiduri saat aku menginap di sini dan di tempat inilah aku pertama dapat datang bulan
aku membersihkan kamar kosong ini dsri debu dan mengepelnya selesai sudah dengan urusan kamarku aku ganti baju sehari2 dan menghampiri kak tita
"kak nami ngerjain apa ya" tanya ku bingung
"kamu bersihin lantai atas aja ya" suruhnya dengan ramah
"iya kak" jawabku sambil mengambil sapu yg tergantung di balik pintu dapur
aku menaiki tangga yg terbuat dari marmer dan melihat ke sekeliling lantai dua yg kosong melongpong ada tiga kamar dan dua kamar mandi semua kamar kosong tak berpenghuni
"ih serem juga ya di sini sendirian" gumamku dalam hati sedikit bergidik buku kudukku
__ADS_1
aku membersihkan setiap kamar meski rasanya ingin berteriak karna takut tapi aku tahan karna aku harus mandiri taka ada yg peduli padaku semua mencuekan keberadaanku ku mengepel sampai tangga bawah
" kak tita udah selesai sekarang apa lagi kak" tanya ku sambil merapihkan kain pel dan sapu
"kalo sudah kamu sapu halaman depan ya" kak tita memberi tauku lagi
"iya kak" aku bergegas menuju halaman depan lewat garasi karna di rumah ini memiliki dua halaman yg sama2 luas liar biasa dna memiliki dua garasi tadi saat aku datang ke rumah iniewat gerbang belakang
gerbang depan jarang di buka dan tergembok karna lokasi depan rumah sangat sepi dan tak ada rumah yg lain aku mengambil sapu lidi dan memulai menyapu dedauanan kering mengumpulkannya menjadi satu di satu titik
di halaman ada meja kecil di kelilingi empat tempat duduk bulat terbuat dari marmer tepat berada di bawah pohon cemara aku duduk sejenak setelah selesai menyapu halaman yg sangat luas itu
"hmmm sejuknya" gumamku dalam hati sesekali aku memandangi sekeliling lingkungan yg sangat sepi dalam perumahan ini di setiap rumah pasti yg ada hanya ART karna sang pemilik rumah bekerja mencari rupiah
selesai menyapu aku kembali ke dapur menemui kak tita lagi dan bertanya apa lagi yg harus di kerjakan
"kak nami udah selesai nyapu halamannya sekarang apa lagi kak" tanya ku sambil duduk depan meja makan khusun ART
menu yh di keluarkan ada terong di cabein goreng ikan tongkol dan kerupuk
"nami ayo ambil nasinya di magic com" suruh ka tita padaku aku pun masuk dapur dan mengambil nasi
"nami setiap hari kamu bagian bersih2 lantai atas nyapu halaman ya, dan ngelap jendela seminggu sekali" kak tita memberi tahu tugas2ku sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya
"iya kak" jawab ku sambil mengambil makann yg ada di atas meja
"o iya satu lagi setiap sore kamu yg mengankat jemuran" sambunya lagi tak menghentikan makannya
"iya" jawabku singkat
selesai makan siang semua kerjaanku sudah selesai tinggal menunggu sore untuk mengnkat jemuran karna tugas di bagi dua bu bos tak terlihat dari datang tadi spertinya masib di dalam kamarnya
melihat ada rumah yg terpisah dan bertanya
__ADS_1
"kak tita itu runah siapa" tanya ku kepo
"itu rumah kak aji yg kemarin menikah" jawabnya sambil meminum air di tangannya
"oh gitu" jawabku sambil nganguk nganguk
"makanya aku minta bu bos buat kamu bantui aku di sini karna ada tambahan penghuni jadi kerjaan juga bertambah"
"iya iya nami ngerti ka tita" jawabku lagi
hebat ya dalam halaman rumah besar terdapat rumah lagi karna saking luansnya ini rumah entah berapa ribu meter ukuran rumah ini
aku melangkah ke kamarku karna pekerjaan sudah selesai semua
sambil menunggu sore aku tidur siang dulu rasanya lebih bebas sekarang di banding saat masih bersama ibuku
aku berbaring di atas tempat tidur yg hanya untuk satu orang dan rasanya empuk udara di sini lebih adem di banding tempatku bekerja dulu aku pun tertidur karna perut kenyang jadi lebih cepat ngantuk
aku terbangun dari tidurku entah berapa lama aku tertidur kak tita gak membnagunkanku akj melihat jam dinding menunjukan pukul 3 sore aku bergegas menuju halaman depan mengangkat jemuran dan membawanya ke meja setrikaan karna menyetrika tugas kak tita
"simpan di situ aja" kak tita memberi tauku saat dia bersiap menyetrtika
"iya kak" aku langsung meuju lantai atas menutup semua jendela dan mengunci pintu gelap semua ruangan atas membuatku laagsung buru2 turun kanra takut
"hiii serem.. kalo gelap" gumamku dalam hati sambil berlari keci menuruni tangga
sekarang bagian lantai bawah aku tutup semua jendela selesai dengan semuanya aku langsung ngambil posisi duduk di ruang tv dan beriap nonton tv
kebetulan jam sore ada anime faforitku jadi aku ga beranjak sedikitpun karna memang hoby ku nonton anime dan baca komik romantis berharap dapat pacar seromantis tokoh dalam anime ataupun komik yg ku baca
sedangkan di lorong belakang kak tita masih sibuk menyetrika hari mulai malam aku pergi ke kamar dan bersiap tidur semua sudah terkunci rapihdi rumah sebesar ini hanya ada lima penghuni aku kak tita bu bos,kak aji dan istrinya
seperti inilah keseharianku ke depan di rumah ini lingkungan ini tugas yg harus aku kerjakan dari pagi sampe sore
__ADS_1