Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
rumah nenek


__ADS_3

setelah sampai di rumah nenek aku dan ibu masih berfikir keras harus bagai mana melanjutkan hidup sedangkan nenek hanya mengandalkan gaji pensiunan kakek ga mungkin juga kita bergantung ke pada nenek


beberapa minggu di rumah nenek aku hanya tiduran menatap langit2 sudah lama rasanya tak bisa bersantai2 seperti ini tiba2 ibu menghampiriku


"nami" sambil duduk di sampingku


"iya bu" aku beranjak duduk mengikuti ibu


"tadi kata tante ada telepon dari mantan majikan ibu" dengan nada datar ibu


"terus kenapa bu" tanya ku sambil menengok wajah ibu di sampingku


"iya ibu di suruh kerja lagi, tapi bukan rumah yg deket sini" ucap ibu lagi


"yg di mana donk? nami ga ikut" tanya ku penasaran


"iya nami di rumah nenek dulu ya, nanti ibu cariin kerja yg dekat dengan tempat ibu kerja" dengan nada datar ibu meyakinkanku untuk nurut


"iya udah bu iya" dengan berat hati aku menuruti permintaan ibu


dan pada akhrinya ibu dan naza berangkat ke kota meninggalkanku di rumah nenek karna memang naza masih kecil yg harus extra di perhatikan keseharian dan pendidikannya jangan sampe sepertiku yg putus sekolah


saat ini usiaku sudah bertambah menjadi 13 tahun seharusnya aku berada di kelas 8, melihat teman2ku di kampung pagi2 pada berangkat sekolah dengan riang gembira aku hanya bisa menatap dengan tatapan sedikit iri,


"beruntung ya kalian bisa sekolah tanpa memikirkan biaya" gumamku dalam hati suara nenek membuyarkan lamunanku


"nami..." nenek memanggil


"iya nek" sahutku dari teras rumah nenek


"beliin beras ya ke warung" dengan nada datar nenek menyuruhku


"iya nek sini uangnya" sambil menyodorkan tanganku ke hadapan nenek


aku pergi ke warung saat di jalan aku bertemu teman masa kecilku dia mela


"eh nami mau kemana?"tanyanya ceria

__ADS_1


"mau ke warung mel"jawabku sambil menghampiri


"oh kirain kamu udah kerja lagi mi" tanya lagi


"belum dapet lagi mel, kamu mau sekolah" tanyaku lagi


"iya nieh aku bagian sekolah siang sialnya kelasnya di pake sama anak SD dulu" jawabnya lagi


"kok gitu" tanyaku heran


"ya kan aku sekolahnya di tempat sekolah terbuka" sambil berjalan mela melanbaikan tangan


"oh" aku pun membalas lambaiannya menandakan akhir dari perjuampaan kita siang ini


aku pun bergegas pergi ke warung dan membeli apa yg di suruh nenek, aku ga pernah mengharapkan di kasih jajan sama nenek, sudah dapat makan saja aku sudah bersyukur karna aku tau keadaan keluargaku


siang berganti sore aku mandi sore dan hendak pergi ke rumah sepupuku yg ga jauh dari rumah nenek dan dia sebaya usianya dengan ku


"nek nami mau ke rumah nova ya" izinku terhadap nenek


"ya jangan lama2 nanti bantuin cuci piring" nenek memberikan ijin


"novaaaa..." panggilku dari luar pintu


"masuk nami sini langsung ke kamar" dengan sedikit berteriak aku pun menghampiri nova yg berada di dalam kamarnya dan ternyata sudah ada mela memang kita selalu bareng ketika kita ada waktu luang aku pun langsung dusuk di kasur bersama mereka


"hei nami kamu kemaren kerja gimana dapet cowo ga" tanya nova penasaran sambil


"boro2 nov aku di sana jarang ke luar rumah aku kan full kerja" dengan sedikit merengut


"kirain ada cowo gitu ngajak kenalan" timpal mela


"ada cowo yg aku temui" candaku sambil tertawa dan berhasil membuat mereka penasaran


"tuh kan pasti ada siapa nami ayo ceritain" dengan penasaran nova mengguncang2 tubuhku


"iya nami aku juga pengen tau" ga kalah penasarannya mela menatapku

__ADS_1


"kasih tau ga ya" canda ku lagi sambil menahan tawa


"gitu ih nami ga seru ah" nova mulai jengkel


" hahaha iya iya aku kasih tau cowo itu tukang ojek yg pernah aku naikin pas ke luar perumahan" aku puas ngerjain kalian


"hahaha kamu mah becanda mulu" mela tertawa sambil menutup mulutnya


"iya masa tukang ojek sih" nova makin penasaran


"kan kamu nanya aku di sana ketemu cowo apa engga, ya jawabannya itu ketemu ma tukang ojeg" aku ga bisa menahan tawaku melihat wajah mereka habis aku kerjai


"jadi bener nih kamu belum punya pacar mi" nova mulai serius


"belum va, kamu udah ya?" tanya ku ga kalah penasarannya


"kalo aku dari kelas 6 SD udah punya" jawab nova dengan bangga


"wow masa sieh" aku tersentak kaget


"iya dan sampe sekarang masih sama dia"


berlanjut lah curhatan ABG masing2 menceritakan kisah asmara mereka hanya aku yg belum tau rasanya punya pacar atau jatuh cinta karna sibuk dengan kerja, kerja dan kerja sehingga belum menemukan pria yg bisa membuatnya tertarik


waktu menujukan pukul 5 sore aku pun ingat denga pesan nenek untuk cuci piring bekas masak


"va aku mau pulanh ya dah sore" sambil beranjak dari dudukku


"ih masih siang juga ngapain sih buru2?" jawab nova sambil menarik tanganku untuk duduk kembali


"aku mau bantuin nenek va, tar besok2 kita cerita lagi" timpalku lagi


"nanti cerita lagi kamu udah punya pacar ya" celetuk mela sambil menujuk ku aku hanya membalas dengan senyum tipis


aku pun pulang dari rumah nova dan kembalu ke rumah nenenk untuk melanjutkan pekerjaanku membantu nenek selelsai semua dengan urusanku tak terasa waktu sudah menjelang malam aku terbaring di ranjang besi milik nenek dan melihat ke arah langit2


"ibu apa kabarnya ya udah beberapa minggu pergi ninggalin aku di sini" gumamku dalam hati

__ADS_1


begitu lamuannya melayang kenama2 tanpa di sadari nami sudah terlelap tidur seperti inilah keseharian ku di rumah nami


__ADS_2