Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
pagi yang menyebalkan


__ADS_3

pagi di hari ke dua pun tiba aku bangun pagi2 buta agar tak bertemu dengan cowo jutek itu


aku masuk ke dalam rumah utama untuk memasak nasi sesampainya di dalam ruangan masih gelap semua


"yes dia ga ada akhirnya aku bisa yenang" gumamku dalam hati sambil mencuci beras di washtapel


tiba2 ada aura aneh dari belakang tubuhku


"kamu lagi ngapain" tanya kak adri mengagetkanku dari lamunan


"eh kak adri ngagetin aja" teriakku sedikit keras


"ssst.. pagi2 jangan berisik!" kak aderi menepelkan telunjuk ke bibirnya


"iya maaf" aku tertunduk dan melanjutkan mencuci beras


"nasi yang di sini mana" tanya kak adri sambil menunjuk sudut washtapel


"udah nami buang kak" jawabku denga datar


"apa kamu buang!?" tanya kak adri dengan sedikit membentak


"i iya kak emangnya kenapa?" tanya ku sedikit kaget


"kamu tuh jangan buang2 makanan itu nasi bisa di jemur lalu di goreng" ucapnya di selimuti kemarahan


"maaf kak nami gak tau" jawabku menyesal


aku pun sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan ku agar tak bertemu dia yang menyebalkan


selesai dengan insiden pagi aku bergegas ke kamar kak risa karna kak risa dan pak budi sudah pergi bekerja dan anak2 sudah ke sekolah dengan jemputan sekolah


aku melewati kamar pak wahyu dan kak adri yang satu ruangan dengan kamar kak risa aku melihat tinggal ka adri yang belum berangkat beraktifitas secepat mungkin aku masuk ke kamar kak risa tak ingin betemu kak adri lagi

__ADS_1


aku membereskan kamar kak risa selesai dengan semua aku kembali ke bawah saat aku turun kak adri masih belum berangkat ke sekolah aku hanya melewatinya dan tak menyapa ataupun melihatnya


kejadian tadi pagi membuat ku sebal padanya


saat aku ke dapur ada sosok wanita yang seumuran dengan ibuku berdiri sedang mencuci piring


"siapa lagi ini" gumamku dalam hati


tiba2 kak adri masuk ke dapur


"nami kenalin ini bu tri dia yang mengurus keperluan om yang punya rumah ini" kak adri menjelaskan


"halo bu tri saya nami" sapaku sambil menyodorkan tangan


"iya salam kenal juga ya" bu tri menjabat tanganku


"y udah bu tri kalo gitu adri berabgkat sekolah dulu ya" ucap kak adri berpamitan


kak adri masih duduk di sekolah menengah Atas ya kira2 usianya 17 tahun lebih tua dua tahun dari ku


aku mencuci baju dan merapihkan kamar ka risa selebihnya di kerjakan oleh hu tri


"hu tri emangbkak adri itu siapa?" tanya ku berharap bu tri memberi tahuku


"adri itu keponakan yang punya rumah ini" jawabnya membuatku menciut


aku pikir kak adri salah satu ART di sini


"jadi sama kak risa sepupuan dong" aku masih bertanya belum puas dengan jawaban hu tri


"iya sepupuan" jawab bi tri menghilangkan rasa penasaranku


aku dan bu tri cepat akrab dan suka saling bercanda

__ADS_1


"bu tri udah punya anak berapa" tanya ku seperti orang dewasa sedang mengobrol


"baru dua nami" jawab bu tri


"oh baru dua" jawabku sambil mengikat rambutku


matahari sudah tinggi tanda waktu sudah siang ki menunggu anak2 pulang dari sekolah aku sudah selesai memasak dan mencuci baju


tak lama mobil atar jemput anak2 datang aku menghampiri mobil dan menurunkan anak2


"ayo masuk semua" ajakku pada anak2


"iya kak ni" jawab irgan sambil berlari kecil ke dalam rumah dan menaiki tangga menuju kamar mereka


"ayo buka bajunya sendiri ya" ucapku dengan senyuman sumringah


"iya kak" jawab anak2 dengan ceria


seperti apa pun suasana hatiku aku gak boleh memperlihatkan pada orang lain karna dalam bekerja aku harus propesional tidak boleh membawa perasaan pribadi dalam bekerja


selesai memberi makan siang anak2 mereka pun tidur siang saat aku ke luar dari kamar kak risa aku berpapasan dengan kak adri di tangga dia menuju naik ke kamarnya sepertinya dia baru pulang sekolah


kami pun saat berpapasan tak bertegur sapa aku memalingkan pandangan ku ke arah tembok dan terus menuruni anak tangga begitu pun dia terus naik menuju kamarnya


"nyebelin banget harus ketemu dia lagi" gumamku dalam hati kesal


"eh nami sudah selesai" tanya bu tri padaku


"sudah bu anak2 sudah tidur siang" jawabku


"bu nami naik ke kamar dulu ya" ijinku pada bu tri


aku masuk ke kamar dan menyalakn kipas angin dan mengunci pintu

__ADS_1


aku membantingkan tubuhku di atas kasur


"aaaa sebel bangeta tuh cowo jutek abiz" sambil memukul2 bantal dan tak lama aku menyusul anak2 untuk tidur siang di kamarku


__ADS_2