
malam ini aku tidur lebih cepat di kamar
nenek karna kak tita memberi tahuku bahwa besok akan ada bu bos
aku tiba di tempat kerjaku terlihat kak tita sedang membersihkan sayuran di meja makan dekat dapur
"pagi kak tita" sapa ku
"pagi nami" jawabnya
aku selesai menyapa aku pergi ke kamarku dan menyimpan tas pakaian gantiku
dan biasa seperti hari2 sebelumnya aku menyelesaikan tugas2ku lalu kembali ke dapur membantu kak tita memasak kalau ada bu bos biasanya masakan bisa berkali lipat menjadi beberapa menu
aku membantu memotong labu merah
"mau bikin apa kak tita ini kok pake labu segala?" tanya ku heran
"mau bikin bubur manado" jawabnya santai
"bubur manado?" tanya ku lagi karna aku baru dengar dan belum pernah memakannya
"sudah kerjain aja nanti juga kamu tau rasanya dan seperti apa bentuknya" jawabnya sambil meleos ke dapur
sejam kemudian selesai masak memasak di dapur
"hmmm akhirnya selesai juga" aku membantingkan tubuhku di kursi rotan yang ada sandarannya yang berada di dekat kulkas tiba2 bu bos muncul dari dalam rumah
"sudah matang ta" tanya bu bos pada kak tita
"sudah bu" jawab kak tita sambil menghampiri bu bos yang hendak masuk ke dapur
"ya sudah kalian makan itu buburnya" suruh bu bos pada kita berdua
"iya bu" jawabku dengan senyum
aku memang sudah penasaran dengan rasa bubur itu
kak tita pun mengambilakan untukku di tambahkan ikan belahan dan sambal didalam bubur terdapat banyak macam sayuran dan aku memakannya
"hmmm kak tita enak banget" seru ku sambil menunjukan jempolku pada kak tita
"iya donk enak, ini makanan fafortit bu bos" jawabnya bangga
"mulai sekarang aku juga memfavoritkan bubur ini" jawabku sambil terus makan bubur itu
tiba tiba bu bos ikut duduk di meja makan dapur
"gimana nami enak?" tanya bu bos padaku
__ADS_1
"enak bu" jawabku yg sudah menghabiskan bubur di pringku
"tambah lagi ayo" suruhnya
"ga bu udah kenyang" sambil menunjukan perutku ke bu bos
tumben2nya bu bos ikut gabung di meja makan dapur
"nami di sini kamu sudah berapa bulan?" tanya bu bos sambil menatapku
"baru mau 10 bulan bu" aku sedikit takut apa aku akan di pecat dari sini
"gini nami anak saya yang pertama Risa minta kamu kerja di rumahnya kamu mau ga?"
"kak risa yang di kota** "tanyaku meyakinkan
"iya nanti kamu di jemput sama suami risa untuk pergi ke sana"
"naik pesawat bu?" tanya ku penasaran
"iya naik pesawat masa naik motor" candanya mencairkan suasana
aku masih berfikir untuk memutuskan untuk pergi atau tidak
aku tau kak risa tinggal di kota yang sering di kunjungi wisatawan asing karna pemandangan pantainya yang indah dan ombaknya yang sering di pakai surfing kalau bukan karna kerja di kak risa mana mungkin aku bisa ke sana
"iya bu nami mau" jawabku yakin
"ya sudah nanti saya telepon risa kalau kamu mau kerja di rumahnya ya" jawab bu bos sambil kembali ke ruang dalam rumah
"kak tita ga apa2kan nami pergi?"
"ga apa2 nami bu bos yang minta langsung kamu ga boleh nolak" jawabnya seperti tak keberatan aku pergi
"terus ka tita gimana kalau ga ada nami?" tanyaku merasa bersalah
"tenang nami nanti aku cari pengganti kamu di sini kan banyak yang pengen kerja" jawabnya sambil tersenyum
"oh iya ya kenapa saya ga kepikiran ya" candaku sambil menepuk pundak ka tita
sore pun tiba waktunya aku pulang sesampainya di rumah nenek aku di panggil tanteku untuk ke rumahnya
"nami udah pulang" tanya nenek yg melihatku menuju kamar nenek
"iya nek" jawabku
"kamu di suruh ke rumah tante" nenek memberi tauku
"mau ngapain ya nek" tanya ku
__ADS_1
"nenek ga tau coba kamu samperin" suruh nenek
aku langsung ke rumah tanteku yang ga jauh dari rumah nenek
"sore tan! kata nenek manggil nami? tanya ku sambil duduk di kursi teras
"iya tadi ada telepon dari cowo tante lupa namanya, tante bilang sama cowo itu nanti telepon lagi aja sore" jawaban tante membuatku penasaran
"hmmm siapa ya yang nelpon" gumamku dalam hati tiba2
kring... kring....
"tuh nami cepet angkat sepertinya itu" tanteku menyuruhku
"iya" aku langsung berdiri dari dudukku dan masuk ke dalam di mana tempat telepon rumah berada
"halo" sapaku
"halo nami ya" tanya seseorang dari ujung telepon
"iya ini siapa ya?" aku bertanya2
"sombong ih sudah lupa sama aku! ini aku mario" jawabnya sambil tertawa
"oh maaf ga kenal suaranya"
"nanti hari sabtu kita ketemuan yuk di tempat game" ajaknya padaku
"iya boleh" jawabku singkat
"kenapa ga pernah ke sana lagi sih" tanya nya penasran
"lagi sibuk kak" aku bohong padahal aku memang menghindarinya
"oh gitu tapi sabtu bisakan?"
"iya bisa.. udah dulu ya aku mau mandi dulu"
"ok sampe ketemu sabtu"
aku menutup telepon dan menghampiri tante yang masih di teras
"tante makasih ya" ucapku sambi memakai sendal hendak kembali ke rumah nenek
"iya sama2 emang siapa sih nami" tante mulai kepo
"temen tan"
"oh"
__ADS_1