
pagi sudah datang menjemput seperti biasa aku lebih dahulu membuka mata sebelum mentari menampakan cahayanya aku membantu menyapu halaman depan rumah sedangkan naza sibuk dengan memakai seragam sekolahnya selesai menyapu aku menuju dapur dan sarapan bareng naza
"ayo sarapan" ibu memberikan nasi plus telor ceplok ke hadapan kita berdua yh sudah duduk manis di depan meja dekat mesin cuci
"hmmm enak bu wanginya" aku memuji buatan ibu sambil menghirup telor di atas piring
"ih teh nami kaya baru makan ma telor aja" ledeknya sambil mulut penuh dengan nasi
"biarin aja kan teh nami jarang makan telor di rumah nenek" aku ga mau kalah dari naza
"udah cepet makan jangan ngobrol aja, nanti ibu anter naza sekolah nami juga ikut" ajak ibuku untuk mengantar naza
"terus ke tempat nami kerja kapan bu?" aku masih bertanya dengan separuh nasi habis di makan
"nanti sudah pulang anter naza ibu anter nami ke tempat kerjanya" ibu menjawab sambil menjemur baju yg tak jauh dari posisi duduk kita berdua
selesai makan aku pun mandi pada akhirnya ibu tau kalau aku sudah datang bulan dan membelikanku pembalut untuk ku pakai selesai mandi ibu mengajak naza pamitan ke bu bos untuk pergi ke sekolah dan akupun mengikuti naza memberi salam
"bu naza pergi sekolah dulu ya" naza pamitan ke bu bos
"iya bu nami juga pamit mau kerja"
"iya hati ya, ini nih buat kalian jajan" dengan senyum ramah bu bos memberi uang jajan buat kita berdua
kita bertiga meninggal kan rumah dan menuju ke sekolah naza yg lokasinya lumayan jauh kalau berjalan kaki sesampainya di sekolah aku dan ibu memutar balik untuk kembali
"aduh bu cape jauh ya sekolah naza" dengan nada ngos2san aku mengeluh le ibu
"iya nanti kamu yg anter naza ya" ibu memberi perintah yg ga aku suka
"hah kok nami sih" aku protes sama ibu yg sudah melangkah jauh di depanku
setelah perjalanam yg lumayan melelahkan tibalah aku dan ibu di depan rumah calon bos baruku tepat sebelah rumah tempat kerja ibuku, dari luar terlihat ada etalase sepertinya pemilik rumah memiliki warung ibu pun langsung mendekati etalase dan memberikan salam
"permisi selamat siang ci" ibuku memanggil pemilik rumah setengah berteriak agar terdengar sampe ke dalam rumah
dari dalam rumaj terlihat seseorang menghapiri ibu
"iya teh" tanyanya dengan lembut dan tersenyum
"ini ci anak saya yg mau kerja di rumah ci lani namanya nami" ibuku memperkenlakan ku ke pada bos baruku
"oh ini.. masih kecil ya berapa umurnya" tanyanya sambil menatap ku
__ADS_1
"baru 13 bu" jawabku sambil tersenyum
dan pada akhirnya obrolan dua orang dewasa pun berakhir aku hanya menyimak setiap obrolan mereka berdu, selesai mengantarkan aku ibu hendak lembali ke tempat kerjanya dan berkata
"nami kamu di sini ya nanti sore baru kamu pulanh tidur sama ibu" sambil mengelus pundakku
"iya bu" jawabku singkat
ibu pergi dan aku di persilahkan masuk oleh bu lani
"ayo nami masuk biar ibu kasih tau pekerjaannya apa aja" sambil melangkah mehuju dapur
"iya bu" sahutku sambil mengikutinya masuk
sesampainya di dapur bos ku menawarkan makan
"kamu makan dulu aja ya saya udah masak" sambil membuka tutup panci yg ada di atas kompor
"iya bu" sambil mengangguk aku melihat ke arah panci yg di tunjukan oleh bos ku
aku belum pernah melihat masakan sperti ini isinya hati ayam, jagung muda dan cabe ijo
"ini apaan ya kok gini amat" gumam ku dalam hati sambil garuk2 kepala keheranan, dan setelaha aku memakannya rasanya enak banget mungkin aku jarang kali makan hati ayam
"nami kamu nyuci baju dulu aja ya" bosqu memberi tau
"iya bu" aku langsung jongkok dan memulai mencuci baju dan menyikatnya tiba2 bosqu datang mengecek pekerjaan ku saat aku menyikat baju
"aduh nami jangan di sikat gitu nanti bajunya cepet belel" ucapnya datar
"terus gimana bu?" tanya ku heran
"inikan udah di rendam kamu kucek aja ga perlu di sikat, toh ini baju ga kotor kaya abis dari sawah" candanya memberi tauku
"oh iya bu" aku mengangguk dan mulai jonkok melanjutkan mencuci
"nami kamu jangan jongkok" ucapnya lagi saat melihatku
"terus nami harus gimana donk bu" tanya ku heran
"ini ada kursi plastik kamu pake, kalo jongkok nanti peranakan kamu turun loh" sambil memberikan kursi plastik dan memberi tauku yg aku sendiri ga tau apa yg di maksud bosqu
selesai dengan mencuci aku menuju ke dalam rumah dan mulai menyapu di ruang tv ada seorang anak laki2 kira2 usianya 5 tahun yv sedang asyik main PS2
__ADS_1
"nami ini anak ibu, namanya edward" sambil menujuk anak laki2 itu
"oh iya bu" jawabku sambil menghampiri edward
"nak sini kenalin ini teh nami yg bantuin mami ya" panggilnya dengan lembut dan edward pun berdiri dari duduk di karpetnya dan menghampiri ku
"halo edward salam kenal ya" sapa ku sambil mengulurkan tangan
"iya teh nami sama2" sambil menjabat tanganku dengan malu2
edward pun kembali main PSnya dan aku sudah selesai menyapu sekarang giliran mengepel semua ruangan yg lumayan besar bagiku yg ga punya rumah
tiba2 aku melihat naza dari arah luar menuju masuk dan aku bertanya
"naza ngapain ke sini" tanya ku dengan nada sedikit judes
"mau maen sama edward teh" jawabnya sambil ngeloyor masuk
oh mungkin sebelum aku masuk kerja di rumah ini sepertinya naza memang sudah sering main sam edward karna mereka terlihat sudah akrab
sore telah tiba aku menyiram tanaman yv ada di depan rumah banyak sekali yanaman di rumah ini sehingga aku butuh waktu 30 menit untuk menyiram semua tanaman ini
dan aku pun pamit pulang ke boskh
"bu nami pulang ya" aku memberi tahu bosku
"iya besok ke sini lagi" jawabnya sambil tersenyum
"iya bu" dengan senyum di bibirku
kurang lebih seperti inilah keseharian di tempat kerja baruku, aku pulang menuju rumah bu bos dan langsung masuk meuju dapur ibuku terlihat sedang santai nonton tv bersama bu bos an naza aku langsung pergi ke kamar dan mengambil handuk untuk mandi
selesai mandi aku menghampiri ibu yg sedang nonton tv
"gimana nami kerjanya" tanya ibuku dengan suara pelan
"enak bu ci lani baik" ucapku sambil duduk di kursi plastik
bu bos yg tiduran di kasur lantai depan tv bersama naza pun bertanya
"nami kamu sudah pulang" sambil menengok ke arah belakang
"sudah bu" jawabku sambil tersenyum
__ADS_1
tak terasa waktu begitu cepat acara di tv pun selesai dan kita bertiga hendak pergi tidur dan menaiki tangga besi menuju kamar sesampainya di atas aku melihat langit yg gelap di penuhi bintang2 yg bersinar begitu idahnya saat malam, dan akupun melihat kerlap lerlip lampu pesawat lagi sebelum aku tau itu pesawat aku pikir itu adalah ufo