Cinta Pertama ART

Cinta Pertama ART
berkunjung ke rumah bu tri


__ADS_3

setelah acara ultahku yang ke 15 aku di undang bu tri ke acara yang akan di adakan di rumahanya


saat aku sedang cuci piring tiba2 bu tri mendekatiku


"nami besok ke rumah saya ya" ucapnya sambil berdiri di sampingku


"ada acara apa bu? ucapku sambil mengelap tanganku ke lap dan menatap bu sri yang berdiri di sampingku


"acara 4 bulanan nami" ucapnya sedikit malu


"bu tri hamil!?..." tanyaku terkaget sambil menutup mulutku dengan tanganku


"iya nami.. ga ketaun kalo saya lagi hamil, pantesan aja akhir2 ini sering mual" ucapnya menjelaskan


"oh gitu.. iya besok nami ke rumah bu tri, tapi nami kan ga tau rumah bu tri" ucapku bingung


"bareng sama adri aja!dia udah pernah ke rumah saya" ucap bu tri sambil tersenyum cengengesan


"kak adri juga di undang!?" ucapku sedikit kaget


"ya nanti kalian bareng aja"ucap bu tri sambil meninggalkanku ke dalam ruang utama rumah aku hanya sedikit termenung memikirkan besok harus berangkat bareng kak adri


"hmmm berarti ini pertama kali aku pergi sama dia donk" gumamku dalam hati sambil menaiki tangga menuju kamarku


pagi pun tiba bu tri ga datang bekerja ya karna memang ada acara di rumahnya aku pun bertemu kak adri di dapur


"kak mau ke rumah bu tri jam berapa?" tanya ku tanpa basa basi


"jam 10an" jawab adri yang sedang mencuci sesuatu di washtapel


"oh gitu bareng ya, nami ga tau rumahnya" tanpa malu aku meminta jalan bareng


"ya boleh" jawabnya singkat dan padat


aku pun pergi ke kamarku untuk bersiap2 karna ada waktu satu jam untuk berdandan ala2 aku yang natural


aku pun sudah dari kemarin ijin ke ka risa untuk pergi ke rumah bu tri


dan aku pun sudah siap dan turun dari kamar dan menuju ke luar melalui pintu dapur dan menunggu kak adri yang masih di dalam


yang di tunggu pun akhirnya keluar juga dia ke luar dari pintu dapur juga sekilas kak adri menatapku lalu memalingkan wajahnya ke lain arah dan terus melangkah dan aku pun mengikutinya dari belakang


kami berjalan kaki menuju gerbang perumahan yang ga begitu jauh dan menunggu angkutan umum menuju rumah bu tri


dan angukan umum pun tiba kak adri naik terlebih dahulu aku menyusul


kami duduk aga berjauhan aku yang belum pernah ke rumah bu tri berusaha bertanya pada kak adri dengan kode tangan


"ongkosnya berapa?!" gumamku dalam hati sambil menatap kak adri berharap dia mengerti apa yang ingin aku sampaikan

__ADS_1


kak adri hanya mengerenyitka dahinya bertanda dia tidak mengerti


aku pun tetep berusaha bertanya lagi dengan kode tangan yang memang asal2lan


"mau bayar sama siapa?" gumamku dalam hati berharap kak ardi kali ini mengerti


dia hanya tersenyum tipis melihat tingkah anehku


"mungkin dia mau ngebayarin aku" dengan PDnya aku berfikir demikian akhirnya kami sampe ke tujuan kak ardi turun dan membayar tiba2


"kamu udah bayar belum?" tanya kak ardi yang sudah membayar


"eh iya" aku pun langsung mengambil uang dari dompetku dan ngedumel dalam hati


"ih ni cowo ga peka banget sih maksud aku kan bayar dulu sama dia, nanti pas pulang aku yang bayar gitu" gumamku dalam hati sambil menatap tajam ke arah kak adri dengan kesal


kak adri dengan tanpa rasa bersalah melangkah meninggalkanku yang masih kesal terhadapnya,dengan berat kaki ku pun melangkah mengikutinya


akhirnya sampe lah kami di depan rumah bu tri dan memberi salam


bu tri ke luar dari dalam rumah dan menyambut kami mempersilahkan masuk ke rumahnya bu tri menuntun kami langsung ke ruang makan rumahnya di dalam ruangan yang ha begitu luas terlihat berbagai makanan sudah tersedia


"ayo nami, adri kalian langsung makan aja ya" ucap bu tri mempersilahkan kami untuk mengambil makanan yang ada di atas meja makan


aku yang sepanjang perjalanan kesal dengan adri tanpa menoleh lagi aku langsung mengambil makanan yang teoan di depanku dengan tanpa basa basi


aku pun duduk di lantai karna memang tak ada kursi, dan di ikuti kak adri duduk di sampingku


"kirain kalian ga bareng ke sininya" ucap bu tri sedikit mengejek


"mana mungkin kita masing2 kan si nami belum tau rumah bu tri" jawab kak adri sambil melihatku yang tak henti makan makanan yang ada di piringku


aku hanya terdiam masih kesal karna malu sama supir angkutan umum itu


aku pun menyelesaikan makanku tanpa ke luar sepatah kata pun


"hmm kenyang, makanannya enak bu tri" ucapku sambil mengelap bibirku pakai tisu yang ku bawa


"iya pasti enak ini yang masak ibu saya" ucap bi tri


"oh gitu pantesan masakan bu tri enak2 ternyata udah turunan ya" aku berusaha mencairkan suasana yang sedikit canggung karna kekesalanku terhadap kak adri


"kamu bisa aja nami" timpal bi tri lagi


dan kak adri pun selesai dengan makannya aku masih ga mau menatap dan bicara padanya karna sikap yang ga peka darinya


kami pun pamit pulang


"bu kamasih ya udah ngundang nami ke sini" ucapku sambil berpamitan

__ADS_1


"iya nami sama2 lain kali main ke sini lagi ya sama adri" ucapnya sedikit tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu


aku hanya tersenyum sinis mendengar kata2 dari bu tri


"ya bu adri juga pamit makasih buat semuanya"


"ya saya juga makasih ya kalian udah datang" ucap bu tri


aku pun langsung melangkah ke luar rumah tanpa menunggu adri terlebih dahulu kak adri pun mengikuti langkahku saat menuju ke jalan raya aku masih diam membisu cuek abis terhadap kak adri


"nami kamu kenapa sih!?" tanya kak adei sedikit ketus


"ga kenapa2" jawabku tanpa menoleh ke arahnya dan terus melangkah


"terus dari tadi kenapa diem!?" tanya kak adri lagi masib penasaran


"ga kenapa2 kok" ucapku datar


tak terasa kami pun sampai di jalan raya dan menunggu angkutan umum aku berdiri aga jauh dari kak adri


"sekarang aku harus nyiapin uang buat ongkos biar ga malu kaya tadi" gumamku dalam hati sambil menghela nafas dalam2


kami naik angkot dan kali ini duduknya bersampingan karna penumpang lain bergeser menyiapkan tempat duduk untuk kami berdua, mungkin mereka pikir kami pacaran


"hadeuh kenapa harus bersampingan sih duduknya" gumamku dalam hati kesal


saat duduk dekat dengan kak adri perasaan ni nagkot ga nyampe2 ingin rasanya aku berteriak pada pak supir untuk mengebutkan laju mobil ini


setelah beberapa waktu akhirnya samoai lah di gerbang perumahan kami turun dari angkot dan menyebrang aku langsung berlari menuju rumah tanpa menoleh ke arah kak adri yang ada di belakangku aku meninggalkannya


sesampainya di rumah ada kak risa sedang memcuci sesuatu


"eh kamu dah pulang nami" tanya kak risa


"iya kak.. nami ke atas dulu ya mau ganti baju" ucapku datar meminta ijin pada kak risa


"iya" ucap kak ris


tak lama kak adri pun sampai dan menyapa kak risa


"siang kak" ucap kak adri sambil tersenyum pada kak risa


"siang juga" sahut kak risa


aku pun masuk ke kamar dengan perasaan sangat kesal terhadap kak adri


"kok ada ya laki2 kaya gitu ga peka banget" gumamku dalam hati


hari ini ga berjalan sesuai apa yang aku bayangkan ternyata seperti itu sifat asli kak adri ya emang sedikit cuek dan nyebelin menurutku

__ADS_1


__ADS_2