
pagi pun tiba aku bergegas pergi ke kamar mandi dan bebenah di dapur yg berserakan di washtapel dan dari kejauhan aku bisa melihat bu bos sudah terbangun dari tidurnya ku pikir hanya aku yg sudah terbangun tiba2
"nami tolong setrikankan seragam ibu ya"sembari menghampiriku
"iya bu"aku pun bergegas mengambil seragam dan menyetrikanya,
pagi2 buta sudah mandi dan wangi sepertinya lokasi kerja bu bos cukup jauh sehingga memerlukan waktu sangat pagi untuk bersiap2... selesai menyetrika seragam aku pun memberikan nya ke kamar bu bos
"tok.. tok.. bu ini seragamnya sudah selesai" panggilku dari balik pintu
krek.. pintu terbuka keluar sosok cantik dan wangi dari dalam kamar
"oh iya nami makasih ya" dengan senyum di bibirnya
"iya bu sama2" sahutku
matahari mulai menampakan cahayanya bu bos bersiap berangkat ke tempatnya kerja dan tak lupa mencium kening ke dua anaknya yg masih terlelap tidur, dan berpamitan ke mbah yg sudah terbangun dan bu bos pergi menggunakan ojeg untuk ke luar perumahan
"nami nanti mbah mau ke pasar anak2 kasih sarapan telor ceplok atau apa aja yg mereka mau" mbah memberi informasi pagi ini
"iya mbah" sahutku sambil mengelap lemari hias di ruang tamu
mbah berangkat pun sama menggunakan jasa ojeg untuk keluar perumahan,aku pun bergegas ke kamar mbah untuk merapihkan tempat tidur yg lumayan berantakan..
selesai dengan kamar mbah aku pun kembali membereskan semua ruangan kecuali kamar utama yg penghuninya belum terbangun selesai semua tiba2 ada yg keluar dari kamar
"teh mbah mana?" tanya kiki sambil ngucek2 matanya
"mbah udah ke pasar ki" jawabku
"siapin sarapan ya aku sekolah pagi" suruhnya sambil membalikan badan kembali masuk ke dalam kamar
"mau di bikinin apa?" tanyaku
"telor ceplok aja" jawab kiki lagi sebelum menutup pintu kamar
aku langsung menuju dapur untuk memenuhi keinginan kiki
tak lama aku di dapur aku di kejutkan kedatangan seseorang dari balik tembok
"duar... teh nami.." dengan kekanakannya diva mengagetkanku..
"ya ampun diva teh nami jadi kaget" sambil mengelus dada aku pun sedikit ketus
"heheh maaf cuma mau bilang bikinin juga aku telor ceploknya" sambil melengos masuk ke dalam rumah
"iya" sahutku masih dengan muka aga di tekuk
penghuni kamar utama sudah keluar waktunya aku masuk dan membereskan, sedangkan kiki dan diva sedang menyantap sarapan pagi mereka
selesai dengan kamar aku langsung menuju ruang cuci baju dan mencuci
dari dalam rumah terdengar seseorang memanggil
"teh nami.." teriak diva akupun langsung berdiri dari dudukku,
"iya diva" sahutku dengan tangan yg masih basah
__ADS_1
"nanti kalo dah beres semua temenin aku ya, kita karokean" dengan nada manjanya dia mengajakku
"iya tapi teh nami mau nyuci dulu ya" ku pikir ada apa bikin kaget aja, dalam hatiku
"huh diva teh nami di sini tuh kerja" kiki ikut nimbrung di obrolan antara aku dan diva
"biarin aja kan kalo dah selesai kerja" jawab diva sembari memalingkan mukanya
dan jemputan kiki pun datang masih kendaraan yg sama jasa ojeg lah yg ada di dalam perumahan, sedangkan diva sekolah siang
selesai mencuci dan menjemur aku langsung ke tempat di mana diva berada tepat depan tv
"udah beres teh nami?" sambil nengok ke arah ku
"iya udah" jawabku sambil duduk di samping diva
pada saat itu lagi booming2nya drama F* dan kita berdua karokean ost drama tersebut,
"suara teh nami lumayan juga ya" diva menahan tawanya, padahal aku tau itu bukan pujian karna suaraku yg cempreng
"ah diva bisa aja" jawabku biasa
diva memang terbuka terhadapku beda dengan kakaknya kiki yg aga judes dan jutek pada ku tapi aku ga pernah ambil pusing atas sikap orang terhadapku karna tujuan utama ku adakah bekerja dan membantu keluarga
"kok mbah belum pulang ya" tanyaku sambil membereskan CD yg berserakan
"paling ke rumah tante dulu biasanya sih gitu" jawab diva sambil melangkah menuju kamar utama
"teh nami jangan kemana2 ya diva mau mandi dulu" teriaknya dari dalam kamar
"iya" sahutku
tak lama diva keluar sudah wangi dan rapih memakai seragam merah putihnya, diva baru kelas 5 sekolah dasar
jemputan datang berangkat lah diva sekarang aku sendiri di rumah aku masuk ke dalam dan sedikit melurskan kaki di depan tv sambil memijat2nya
selesai dengan semua pekerjaan aku menunggu pakaian kering dan di lanjutkan di sertrika.. tiba2 terdengar suara motor berhenti di luar gerbang dan aku yg terduduk langsung bangun dan menghampiri pintu dari arah luar terdengar suara
"nami sini tolong bawain keranjang sayuran ini"nada mbah sedikit berteriak
"iya mbah"dengan sedikit berlari aku menghampiri mbah yg hendak turun dari motor
aku pun membawa keranjang sayur ke dalam rumah di ikuti mbah dari belakang dan langsung duduk di kursi tamu,
"aduh panasnya!nami ambilin minum ya"sambil mengipas2 wajahnya menggunakan kipas
"iya mbah" sahutku dari dapur
"itu sayuran semua keluarin dan cuci baru masukin ke kulkas ya" mbah memberi tau ku sambil tak hentinya mengipas2 wajahnya yg aga gemuk
akupun melakukan yg di perintahkan yg mbah katakan selesai dengan sayuran aku bergegas menuju ke tempat jemuran untuk mengangkat pakaian kering, saat berjalan menuju tempat jemuran aku melewati kamar mbah yg pintunya tidak tertutup aku melihat mbah sedang tidur, mungkin dia lelah setelah pergi dari pasar
cuaca hari memang cerah sehingga semua pakaian cepat kering akupun langsung menuju kamarku untuk menyetrika semua baju, tak lama terdengar suara ada yg membuka pintu gerbang aku pun langsung menuju pintu depan rumah dan melihat siapa yg datang
ternyata kiki pulang dan akupun membuka pintu rumah dan melihat kiki masuk ke rumah
"mbah mana" tanya nya sambil membuka sepatunya
__ADS_1
"lagi tidur" jawabku dan aku pun langsung pergi ke kamarku dan melanjutkan nyetrikaku
kiki pun masuk ke kamar utama dan menggangti bajunya, kiki memang tomboy dari gaya pakaiannya sudah terlihat jelas selalu pakai kaos dan celana gunung cowo selutut
selesai menyetrila aku pun mebereskan baju ke lemari masing2 baju dan terlihat kiki sedang membangunkan mbah yg sedang tertidur
"mbah minta uang dong pengen jajan" rengenknya denga manja
"aduh nih udah gede masih aja kolokan" jawab mbah yg masih posisi meringkuk di tempat tidur
aku melihat adegan manja kiki sedikit iri, "enak ya bisa manja2an sama anggota leluarga tercinta, sedangka aku..? ya sudahlah" bergumam dalam hati
kiki pun sudah mendapatkan apa yg di inginkannya dan pergi bermain dengan teman2 sebayanya yg kebanyakan sepertinya laki2 mungkin karna tomboy jadi temannya pun yg perempuan sedikit
"nami bantu mbah ngulek bumbu ya" dari arah dapur mbah memnaggil
"iya mbah" sahutku dari kamar utama yg sedang merapikan baju, akupun pergi menghampiri dapur dan langsung duduk untuk mengulek bumbu yg mbah maksud
sore pun tiba ada suara motor lagi dari arah luar gerbang dan aku pun terbangun dari duduk ku menuju ke luar rumah dan meliahat siapa yg berada di luar, ternyata diva yg turun dari motor dan bergegas masuk
"halo teh nami" sapanya dengan nada riang
"halo juga diva"
akupun langsung menuju dapur lagi dan melanjutkan pekerjaan ku yg tertunda
dari belakang diva mengikutiku ke dapur
"hmmm mbah masak apa wanginya enak" sambil mengintip ke arah wajan di atas kompor
"mbah masak pindang, sudah sana mandi dulu baru makan" jawab mbah tanpa menoleh ke arah diva
"ok mbah diva mandi dulu" sambil berlari kecil diva menuju kamar utama yg di dalamnya ada kamar mandi
kuningnya sore berubah menjadi gelap kiki pun sudah pulang dari bermainnya diva, mbah dan aku sudah stand by di depan tv, di rumah ini ART di anggap keluarga itulah yg membuatku senag bekerja di rumah ini
setelah beberapa saat berkumpul semua di ruang tv dan menantikan kepulangan bu bos tiba2 terdengar suara mobil dari arah luar entah bu bos pulang dengan siapa karna aku baru tinggal di rumah ini kiki dan diva pun dengan bersamaan berdiri dan teriak
"mamah...!" teriak mereka sambil berlari kecil menuju pintu keluar dan menyambut bu bos aku hanya berdiri dekat pintu dan melihat adegan yg tak pernah terjadi terhadapku
"begitu senangnya ya kiki dan diva selalu ketemu ibu mereka setiap hari berbeda denganku" gumamku dalam hati dan menghela nafas
sampai lah mereka di dalam kiki dan diva pun sibuk dengan bawaan yg di bawakan bu bos mereke senang dan sesekali terdengar pertengkaran kecil di antara mereka karna meributkan sesuatu
"kiki ini buat aku" teriak diva sambil menarik sesuatu di tangan kiki
"enak aja aku yg dulan we.." timpal kiki dengan nada mengejek
"mamah kiki mah ga mau ngalah" rengek diva ke bu bos
"aduh kalian ini apa2 di ributin mamah kan beli seorang satu jadi jangan ribut" bu bos melerai pertengkaran kecil anak2nya dengan lembut
dan pada akhirnya bu bos membagi rata apa yg dia bawa termasuk aku,
"nami ini buat kamu" sambil menyodorkan sesuatu ke tanganku
"iya bu makasih" aku mengambil yg di berikan bu bos dan isinya sebuah dompet lucu
__ADS_1
senja berganti malam semua sudah di posisi kamar masing2 hari ini begitu melelahkan tapi juga menyenangkan bertemu dengan orang asing dan berbagai karakter ini akan menjadi awal ku untuk bekerja sebagai ART beginilah sehari2ku bekerja di rumah bu bos