
Karen berusaha tidur tapi karena pikirannya melayang kekasihnya yang sangat dirindukan membuatnya tidak bisa memejamkan mata. Kekasih yang harus dilupakan karena Karen terpaksa harus menerima perjodohan orangtua angkatnya demi membalas budinya. Karen rela mengorbankan perasaannya dan pasrah akan takdirnya. Karena lelah Karenpun tertidur.
Esok paginya Karen terbangun dan masuk ke kamar mandi merendam di bathup sambil memejamkan mata mendengarkan musik rock untuk melupakan kepedihannya.
Selesai mandi Karen memakai baju dres diatas lutut kemudian merias wajahnya untuk menutupi mata sembabnya. Selesai merias Karen mengambil tas dan membawa kartu untuk membeli hp baru tapi sebelumnya pergi ke rumah sakit sesuai janjinya.
Karen turun ke lantai satu kemudian keluar diantar sopir menuju ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Karen turun dan menuju keruangan Bagas.
Ceklek
Karen masuk melihat Mommy sedang menyuapkan makanan ke Bagas sedangkan Daddy duduk di sofa. Karen berdiri di samping Mommy dan meminta piring untuk disuapkan ke Bagas. Dengan telaten sambil membersihkan mulut Bagas menggunakan tisue. Bagas melihat dengan tatapan sendu. Hingga tidak terasa makanannya sudah habis. Karen memberikan minumannya ke Bagas kemudian meletakkan kembali ke meja.
Mommy dan Daddy bolehkah tinggalkan Karen sama Bagas ada yang ingin Karen bicarakan?
Baiklah sayang, kebetulan kita belum makan jawab mereka berdua serempak
Setelah Mommy dan Daddy keluar ruangan tinggallah mereka berdua. Karen duduk di sebelah Bagas dan memegang tangan bagas.
Kak Bagas pasti Daddy dan Mommy sudah cerita kalau kita akan dijodohkan. Apakah kak Bagas sudah tahu dan setuju?
Kakak setuju saja tapi kakak tidak memaksamu kalau kamu menolak kakak akan bantu kamu dek. Kakak ngerti kalau kamu menolak karena melihat fisik kakak seperti ini. Tolong ambil pisau buah itu Dek?
Buat apa kak?
Bunuh diri untuk apa kakak hidup tidak ada satupun yang mau sama kakak laki - laki cacat lumpuh dan muka rusak. Kakak tidak semangat hidup lagi dek. Bagas menangis sedih meratapi nasibnya
Karen menghapus airmata kakak yang sangat disayanginya kemudian memeluknya.
Kakak jangan bicara seperti itu, Karen mau menerimanya
Terima kasih ya
Merekapun berdua berpelukan hingga tanpa didasari ada seorang yang menfoto mereka yang sedang berpelukan. Ketika berpelukan ada suara deheman dua orang merekapun melepaskan pelukan dan tersenyum malu.
__ADS_1
Hallo Dad, Mom jawab mereka tersenyum malu
Eh ada suster, suster dari tadi?
Baru datang dan tak lama orangtua nona datang
Ohh, silahkan di cek sus
Susterpun mengecek dan mengganti infus dan memberikan obat setelah selesai keluarlah suster tersebut.
Mommy, Daddy... Karen setuju menikah dengan kak Bagas tapi acaranya secara sederhana dan Karen mau menikah setelah kak Bagas pulih sediakala Karen akan menunggunya
Daddy terserah padamu nak, Daddy setuju yang penting kalian menikah.
Mommy juga, terimakasih sayang
Iya Mom.. ( maafkan aku Mas David hati dan jiwaku akan selalu milikmu Mas David sedangkan hanya ragakulah milik Kak Bagas, kak Bagas maafkan Karen kalau belum bisa mencintaimu batin Karen)
Seminggu telah berlalu kondisi Bagas sudah mulai membaik. Mukanya sengaja diperban untuk menutupi mukanya yang rusak nanti kalau dirumah barulah dibuka.
Hari ini Bagas boleh pulang ke rumah dianter keluarganya. Sampai di rumah Bagas istirahat Karen membantu Bagas membantu membuka perbannya awalnya Bagas menolak tapi dengan bujuk rayu akhirnya bisa pasrah.
Dek, kakak pengen mandi tapi kakak tidak bisa jalan gimana Dek?
Jangan mandi dulu ya kak biar Karen yang melap tubuh kakak
Ngerepotin kamu dek, maafin kakak ya?
Santai aja kak sambil tersenyum
Karenpun mengambil air hangat dari dispenser dan handuk kemudian membuka pakaian Bagas hingga meninggalkan **********.
Karen mulai melap dari kepala kemudian badannya. Bagas menatap dan senyum bahagia tidak terasa kerisnya tegang ketika Karen memegang dadanya sedangkan Karen biasa saja karena waktu koas Karen juga pernah membantu melap pasien terlebih Karen tidak ada perasaan dengan Bagas. Akhirnya selesai dilap kemudian mengambil baju milik Bagas ketika badannya Karen mendekati tubuh Bagas untuk memakai pakaiannya tercium aroma tubuh lavender karena tidak tahan tangan kanannya memegang leher Karen dan menciumnya dan melu*****tnya hingga Bagas melepasnya karena Karen memukul dadanya kehabisan nafas
__ADS_1
Ih kak Bagas nakal
Manis.. habis kakak tidak tahan melihat bibirmu
Karen hanya tersenyum walau hatinya kesal tapi berusaha tersenyum, Karen mengambil makanan di nakas kemudian menyuapkan ke mulut Bagas sampai habis kemudian memberikan obat dan air minum kemudian Bagas mulai istirahat.
Kak besok pagi Karen akan pergi ke Korea ingin bertemu teman kuliah dulu
Jauh banget Dek, cowo apa cewe?
Cowo kak dia dokter spesialis kulit, Karen mau belajar selama satu bulan dan membeli peralatan disana untuk operasi muka kakak, kakak maukan sembuh?
Apakah dia kekasihmu?
Bukan kakak dia temanku, kakak tenang saja aku juga pergi sama Sandra
Baiklah kakak setuju kamu jaga diri ya. Besok berangkat jam berapa?
Berangkat jam 4 pagi kak, Kakak pasti sudah tidur jadi aku pamit sekarang. Kakak jaga kesehatan jangan marah dan ngambek. Nanti kalau sampai sana aku telp tapi tidak bisa setiap hari telp ya kak soalnya biar cepat adek belajarnya.
Berapa lama perginya ?
2 bulan Kak
Baiklah tapi cium lagi ya? kan dua bulan kita tidak bertemu ?
Cup
cup
cup
Cium kening, pipi kanan dan kiri kemudian Karenpun keluar dan menemui Mommy dan Daddy menceritakan kalau besok berangkat ke Korea selesai berbicara Karen naik ke lantai atas untuk menyiapkan pakaian dan pasportnya.
__ADS_1