Cinta Pertama Psychopath

Cinta Pertama Psychopath
Kecewaan Bagas


__ADS_3

Karen masuk ke dalam ruangan Bagas. Bagas sedang tertidur sedangkan orang tua angkatnya tidak ada kemungkinan sudah pulang.


Karen berjalan dan duduk di samping Bagas dan memegang tangan Bagas. Bagas terbangun dan membuka matanya.


Sayang kamu sudah datang


Baru saja datang, gimana apakah ada keluhan ?


Tidak ada sayang, kakak merasa lebih baik dari kemarin


Syukurlah kak


M****ommy sama Daddy kemana kak ?


Mereka sudah pulang katanya nanti malam mereka datang, kakak paksa suruh pulang karena kasihan mereka kecapaian nungguin kakak dan kakak bilang ke Mommy dan Daddy kalau kamu sebentar lagi datang nungguin kakak


Kak, hmmm


Ada apa katakanlah jangan takut


Maafin Karen kak hiks... hiks...


Bagas menarik tangan Karen dan merebahkan kepala Karen agar tertidur di dadanya.


Ada apa ceritakan kakak ingin mendengarnya


Kak maafkan Karen... Karen hamil kak ?


deg


deg


deg


deg


Bagas terdiam tangannya mengepal amarah di matanya menahan diri untuk tidak melukai Karen.


Karen mengangkat wajahnya dan memandang sendu air mata tidak berhenti mengalir.


Siapa laki - laki yang menghamilimu ?


Kakak, aku mohon jangan bertanya siapa pria tersebut ? kalau kakak marah dan tidak menyetujui pernikahan kita aku rela kakak membatalkannya dan aku tidak akan marah jika seandainya menemukan penggantiku


Menghembuskan nafas berat berkali - kali menahan emosi sambil memejamkan mata


Kita akan tetap akan menikah tapi sebelum menikah kamu gugurkan anak itu aku tidak menginginkan anak haram itu


Karen berdiri dan menatap wajah Bagas dengan nanar.


Maaf kak aku tidak bisa, anak ini tidak salah yang salah orang tuanya, jika kakak tidak menginginkan anak kita lebih baik kita tidak usah melanjutkan pernikahan kita. Lupakanlah aku dan carilah wanita yang lebih baik dariku


Beri aku waktu sekarang pergilah besok pagi datanglah aku akan memberi jawabannya. Aku kecewa padamu Karen


Baik kak, sekali lagi maafkan Karen


Karen pun keluar ruangan menuju tempat apartemen pribadinya. Karen membeli apartemen tanpa sepengetahun orangtua angkatnya dan juga Bagas.


Karen membeli apartemen uang dari hasil dia bekerja sebagai IT dan menjadi koki waktuer Karen kuliah. Apartemen yang sederhana tapi nyaman untuk di tempati.


Karen merebahkan tubuhnya badannya sangat lelah. Baru saja memejamkan matanya. Handphone nya berbunyi Karen terbangun ternyata wa dari David


Sayang

__ADS_1


Ada apa Mas ?


Kamu sudah cerita ?


Sudah


Apa jawabannya ?


Katanya minta waktu untuk berfikir


Kamu sudah makan ?


Belum


Maka**nlah**


Aku lagi malas makan


Kamu dimana sekarang ?


Apartemen xxxxx lantai 10 kamar no 5 dan no pin apartemen xxxxxx


Karena sudah tidak ada balasannya Karen pun tertidur


xxxxxxxx


David sudah di mansion pikirannya menerawang ke wajah Karen. David ingin mengetahui keadaan Karen setelah lama berfikir David mengirim wa ke Karen.


Mengetahui kekasihnya belum makan membuatnya merasakan kalau kondisi Karen dalam kondisi tidak baik - baik.


David pun pergi dan mampir ke restoran dan membeli makanan kesukaan Karen setelah makanan datang David menerimanya dan menemui kasir kemudian membayarnya.


David melanjutkan perjalanannya menuju ke apartemen milik Karen. Sampai di apartemen David memarkirkan mobilnya. Masuk ke dalam lift menuju lantai 10.


ting


klik


David membuka pintu apartemen terasa sepi dan gelap. David mencari saklar listrik setelah ketemu ditekan membuat ruangan menjadi terang benderang. David pun menutup pintu apartemen dan menguncinya.


Berjalan menuju meja ruang tamu dan menaruh paper bag kemudian menaruh makanannya di meja makan minimalis. Mengambil piring kemudian memindahkan makanannya ke piring dan membuang bungkusannya ke tong sampah dekat dapur.


Setelah beres, David membuka jas dan ikatan dasinya dan menaruhnya di sofa, membuka 4 kancing baju bagian atasnya kemudian menggulung kemejanya. Sempurna dan sangat tampan membuat kaum hawa tidak akan berhenti menatapnya.


David naik ke lantai dua sambil menekan saklar yang menempel di dinding. Sampai di lantai 2 David membuka knop pintu secara perlahan.


ceklek


David masuk ke dalam dan meraba dinding untuk mencari saklar lampu, setelah ditemukan David menekannya. Terlihat Karen sedang tertidur pulas. David menghampiri Karen dan mengecup bibirnya


Cup


Sayang bangun, makan ya sayang kasihan anak kita lapar bisik David


Ehhhh Karen membuka matanya dan terkejut


Mas David, kapan datang ?


Dari tadi, kenapa tidak makan


Aku b**elum lapar dan aku lagi malas masak**


Ayo turun Mas sudah membeli makanan buatmu David menarik Karen dengan lembut menuju ke lantai bawah.

__ADS_1


Sampai di bawah mereka makan bersama karena David pulang kerja sebenarnya belum makan.


Selesai makan Karen hendak berdiri membereskan peralatan makan tapi di tahan oleh David.


Sayang, biar mas yang melakukannya kamu duduk saja


Tapi mas ?


Tidak ada penolakan


Baiklah


Karen melihat David mencuci piring, gelas dan sendok makan. Karen menatap wajah kekasihnya yang sangat tampan.


Jangan menatapku terus aku lagi mencuci nanti aku jadi grogi kalau pecah gimana ?


Karen terkejut pasalnya David berdiri membelakangi Karen gimana bisa tahu


Jangan kaget atau terk**ejut sambil membalikkan badannya apa yang kamu pikirkan aku tahu**


Wah Mas David hebat ya bisa membaca pikiran orang


Belajar dari buku, tapi benarkan sambil membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaannya.


Setelah selesai David menarik tangan Karen ke lantai 2 dan membuka pintu kamarnya.


Ayo sayang kita tidur


Tapi ?


Tenang saja mas akan menahannya kecuali kamu minta mas akan sukarela melakukannya


Karenpun berbaring diikuti David, David mengangkat kepala Karen dan menjadikan tangannya sebagai bantal kemudian memeluknya.


Karen memindahkan kepalanya ke dada David


Mas sambil tangannya melukis abstrak di dada David


Hmm... sambil memejamkan matanya


Mas akan selamanya tinggal di Jakarta ?


Tidak, besok Mas akan pergi ke Sumbawa ada proyek disana ?


Berapa lama ?


Mungkin sekitar dua bulan disana, kenapa kangen ya?


Karen hanya diam saja sambil memainkan jarinya.


Aku tahu pasti kangen, kamu kangen kan? Oh ya aku membeli dua hp couple limited edisio**n kuharap kamu suka**


Kan aku sudah punya ?


Hp itu khusus buat kita tidak ada yang lain, Jadi jika kamu hubungi aku pakai hp itu. hpnya sudah aku taruh di meja ruang tamu bawah.


Terima kasih Mas


Hmmm... Sayang ...


Iya mas


Berhentilah jari - jarimu bergerak nanti adikku ikut terbangun, kamu tidak kasihan padaku?

__ADS_1


Maaf sayang, aku berhenti, mari tidur sayang


Merekapun tertidur dengan pulas, kedamaian dan kenyaman dalam pelukan David dan Karen, seandainya waktu dapat berhenti..


__ADS_2