
Karen masuk ke dalam ruangan Bagas. Bagas sedang tertidur sedangkan orang tua angkatnya tidak ada kemungkinan sudah pulang.
Karen berjalan dan duduk di samping Bagas dan memegang tangan Bagas. Bagas terbangun dan membuka matanya.
Sayang kamu sudah datang
Baru saja datang, gimana apakah ada keluhan ?
Tidak ada sayang, kakak merasa lebih baik dari kemarin
Syukurlah kak
M****ommy sama Daddy kemana kak ?
Mereka sudah pulang katanya nanti malam mereka datang, kakak paksa suruh pulang karena kasihan mereka kecapaian nungguin kakak dan kakak bilang ke Mommy dan Daddy kalau kamu sebentar lagi datang nungguin kakak
Kak, hmmm
Ada apa katakanlah jangan takut
Maafin Karen kak hiks... hiks...
Bagas menarik tangan Karen dan merebahkan kepala Karen agar tertidur di dadanya.
Ada apa ceritakan kakak ingin mendengarnya
Kak maafkan Karen... Karen hamil kak ?
deg
deg
deg
deg
Bagas terdiam tangannya mengepal amarah di matanya menahan diri untuk tidak melukai Karen.
Karen mengangkat wajahnya dan memandang sendu air mata tidak berhenti mengalir.
Siapa laki - laki yang menghamilimu ?
Kakak, aku mohon jangan bertanya siapa pria tersebut ? kalau kakak marah dan tidak menyetujui pernikahan kita aku rela kakak membatalkannya dan aku tidak akan marah jika seandainya menemukan penggantiku
Menghembuskan nafas berat berkali - kali menahan emosi sambil memejamkan mata
Kita akan tetap akan menikah tapi sebelum menikah kamu gugurkan anak itu aku tidak menginginkan anak haram itu
Karen berdiri dan menatap wajah Bagas dengan nanar.
Maaf kak aku tidak bisa, anak ini tidak salah yang salah orang tuanya, jika kakak tidak menginginkan anak kita lebih baik kita tidak usah melanjutkan pernikahan kita. Lupakanlah aku dan carilah wanita yang lebih baik dariku
Beri aku waktu sekarang pergilah besok pagi datanglah aku akan memberi jawabannya. Aku kecewa padamu Karen
Baik kak, sekali lagi maafkan Karen
Karen pun keluar ruangan menuju tempat apartemen pribadinya. Karen membeli apartemen tanpa sepengetahun orangtua angkatnya dan juga Bagas.
Karen membeli apartemen uang dari hasil dia bekerja sebagai IT dan menjadi koki waktuer Karen kuliah. Apartemen yang sederhana tapi nyaman untuk di tempati.
Karen merebahkan tubuhnya badannya sangat lelah. Baru saja memejamkan matanya. Handphone nya berbunyi Karen terbangun ternyata wa dari David
Sayang
__ADS_1
Ada apa Mas ?
Kamu sudah cerita ?
Sudah
Apa jawabannya ?
Katanya minta waktu untuk berfikir
Kamu sudah makan ?
Belum
Maka**nlah**
Aku lagi malas makan
Kamu dimana sekarang ?
Apartemen xxxxx lantai 10 kamar no 5 dan no pin apartemen xxxxxx
Karena sudah tidak ada balasannya Karen pun tertidur
xxxxxxxx
David sudah di mansion pikirannya menerawang ke wajah Karen. David ingin mengetahui keadaan Karen setelah lama berfikir David mengirim wa ke Karen.
Mengetahui kekasihnya belum makan membuatnya merasakan kalau kondisi Karen dalam kondisi tidak baik - baik.
David pun pergi dan mampir ke restoran dan membeli makanan kesukaan Karen setelah makanan datang David menerimanya dan menemui kasir kemudian membayarnya.
David melanjutkan perjalanannya menuju ke apartemen milik Karen. Sampai di apartemen David memarkirkan mobilnya. Masuk ke dalam lift menuju lantai 10.
ting
klik
David membuka pintu apartemen terasa sepi dan gelap. David mencari saklar listrik setelah ketemu ditekan membuat ruangan menjadi terang benderang. David pun menutup pintu apartemen dan menguncinya.
Berjalan menuju meja ruang tamu dan menaruh paper bag kemudian menaruh makanannya di meja makan minimalis. Mengambil piring kemudian memindahkan makanannya ke piring dan membuang bungkusannya ke tong sampah dekat dapur.
Setelah beres, David membuka jas dan ikatan dasinya dan menaruhnya di sofa, membuka 4 kancing baju bagian atasnya kemudian menggulung kemejanya. Sempurna dan sangat tampan membuat kaum hawa tidak akan berhenti menatapnya.
David naik ke lantai dua sambil menekan saklar yang menempel di dinding. Sampai di lantai 2 David membuka knop pintu secara perlahan.
ceklek
David masuk ke dalam dan meraba dinding untuk mencari saklar lampu, setelah ditemukan David menekannya. Terlihat Karen sedang tertidur pulas. David menghampiri Karen dan mengecup bibirnya
Cup
Sayang bangun, makan ya sayang kasihan anak kita lapar bisik David
Ehhhh Karen membuka matanya dan terkejut
Mas David, kapan datang ?
Dari tadi, kenapa tidak makan
Aku b**elum lapar dan aku lagi malas masak**
Ayo turun Mas sudah membeli makanan buatmu David menarik Karen dengan lembut menuju ke lantai bawah.
__ADS_1
Sampai di bawah mereka makan bersama karena David pulang kerja sebenarnya belum makan.
Selesai makan Karen hendak berdiri membereskan peralatan makan tapi di tahan oleh David.
Sayang, biar mas yang melakukannya kamu duduk saja
Tapi mas ?
Tidak ada penolakan
Baiklah
Karen melihat David mencuci piring, gelas dan sendok makan. Karen menatap wajah kekasihnya yang sangat tampan.
Jangan menatapku terus aku lagi mencuci nanti aku jadi grogi kalau pecah gimana ?
Karen terkejut pasalnya David berdiri membelakangi Karen gimana bisa tahu
Jangan kaget atau terk**ejut sambil membalikkan badannya apa yang kamu pikirkan aku tahu**
Wah Mas David hebat ya bisa membaca pikiran orang
Belajar dari buku, tapi benarkan sambil membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaannya.
Setelah selesai David menarik tangan Karen ke lantai 2 dan membuka pintu kamarnya.
Ayo sayang kita tidur
Tapi ?
Tenang saja mas akan menahannya kecuali kamu minta mas akan sukarela melakukannya
Karenpun berbaring diikuti David, David mengangkat kepala Karen dan menjadikan tangannya sebagai bantal kemudian memeluknya.
Karen memindahkan kepalanya ke dada David
Mas sambil tangannya melukis abstrak di dada David
Hmm... sambil memejamkan matanya
Mas akan selamanya tinggal di Jakarta ?
Tidak, besok Mas akan pergi ke Sumbawa ada proyek disana ?
Berapa lama ?
Mungkin sekitar dua bulan disana, kenapa kangen ya?
Karen hanya diam saja sambil memainkan jarinya.
Aku tahu pasti kangen, kamu kangen kan? Oh ya aku membeli dua hp couple limited edisio**n kuharap kamu suka**
Kan aku sudah punya ?
Hp itu khusus buat kita tidak ada yang lain, Jadi jika kamu hubungi aku pakai hp itu. hpnya sudah aku taruh di meja ruang tamu bawah.
Terima kasih Mas
Hmmm... Sayang ...
Iya mas
Berhentilah jari - jarimu bergerak nanti adikku ikut terbangun, kamu tidak kasihan padaku?
__ADS_1
Maaf sayang, aku berhenti, mari tidur sayang
Merekapun tertidur dengan pulas, kedamaian dan kenyaman dalam pelukan David dan Karen, seandainya waktu dapat berhenti..