Cinta Pertama Psychopath

Cinta Pertama Psychopath
BOM 2


__ADS_3

Karena mendapat pesan secara berturut - turut, Karen mulai curiga dengan pesan tersebut.


Karen mulai mengutak atik ponselnya untuk menghacker cctv di kapal pesiar. Setelah sekian lama Karen terkejut, terdapat banyak bom di lantai dasar yang siap meledak.


Karen berlari menuju panggung yang ada micnya.


" KU MOHON JANGAN BERISIK, PERCAYA PADA SAYA ADA BOM DI LANTAI DASAR 13 MENIT LAGI AKAN MELEDAK SIAPKAN SEKOCI PERGI SEJAUHNYA DAN PAKAI PAKAIAN PELAMPUNG, CEPAT !!!! Teriak Karen


Semua orang yang berada di kapal terkejut ada yang bengong dan ada yang segera menuju sekoci.


" SAYA TIDAK BERCANDA SERIUS CEPAT, SILAHKAN KALAU TIDAK PERCAYA JIKA KALIAN MATI DI SINI, CEPAT PERGI!!!! Bentak Karen


" Sayang apa yang terjadi?" tanya David


" Kapal ini sudah dipasangi bom di lantai dasar yank?" ucap Karen menangis


David memeluk Karen untuk menenangkan. Karen kemudian membantu orang - orang untuk keluar dari kapal ini. Sayang sekali sekoci dan alat untuk jaket pelampung sudah habis, Karen dan David hanya bisa pasrah.


" Sayang, jika seandainya aku tiada dan dirimu ternyata masih hidup kumohon sayangku tetap menahan emosimu, aku ingin dirimu seperti yang sekarang jangan menjadi pribadi yang dulu, aku akan sedih jika melihatmu seperti itu." pinta Karen


"Ssstt, jangan seperti itu kalau aku hidup kamupun harus hidup, aku tidak sanggup kehilanganmu?" pinta David


Karen dan David saling berpelukan, mereka hanya pasrah apa yang akan terjadi.


Karen ingat Dennis kemudian Karen langsung menghubungi Dennis.


πŸ“ž Hallo Ren, sudah malam besok aja ya telpnya


πŸ“žKak Dennis tolong kirim helikopter, kapal pesiar yang kutumpangi akan meledak


πŸ“ž Apa ????


πŸ“ž Cepat kak Dennis saya serius


DUARR


tut tut tut tut


πŸ“ž hallo... hallo


Suara ledakan bom meledak disusul putusnya suara telpnya


Dennis terkejut dan mengecek gps untuk mengetahui posisi terakhir Karen.


Untunglah dulu Karen sering mengajari Dennis tentang IT jadi sangat berguna seperti keadaan darurat seperti ini.


Dennis menghubungi anak buah mafianya untuk membawa beberapa helikopter untuk menolong mereka.


Dennis menghubungi Rey tidak perduli jika sudah malam.


πŸ“ž hallo... kenapa sih Den? jam berapa ini ? besok aja kalau telp! omel Rey


πŸ“ž Rey penting, Karen dan David kapalnya meledak? teriak Dennis


πŸ“ž Apa? teriak Rey


Mereka berdua telephone saling berjauhan karena saling teriak - teriakkan membuat Sandra yang lagi tertidur ikut terbangun.


πŸ“ž Iya Rey, saya juga kaget tadi Karen telephone minta dikirim helikopter setelah itu terdengar bunyi ledakan besar

__ADS_1


πŸ“ž Ok, kamu datang ke rumahku bawa Dennisa biar Sandra yang akan mengurus.


tut tut tut tut


Rey memutuskan ponselnya dan bangun segera mengganti pakaiannya.


" Ada apa Sayang?" tanya Sandra


" Kata Dennis tadi Karen telephone kapal yang ditumpangi Kak Karen dan Kak David meledak." Rey duduk di lantai menangis


" Ya Tuhan, Rey ?"


Sandra dan Rey saling berpelukan untuk menyalurkan kekuatan.


xxxx


Dennis langsung mengganti pakaian dan menuju kamar Dennisa.


" Nisa bangun kita pergi yuk ke rumah Bibi Sandra?" pinta Dennis


" Besok paman perginya, Nisa masih ngantuk?"rengek Nisa


" Paman gendong kalau masih ngantuk."


Dennis pun menggendong Dennisa sambil membawa koper yang berisi pakaian Dennisa.


Dennispun melajukan mobil dengan kecepatan sedang, pikirannya melayang jauh, Dennis ingat perkataan Karen terakhir.


Singkat cerita, Dennis sudah sampai di mansion Rey. Dennis masuk ke dalam mansion sambil menggendong Dennisa.


Rey membuka pintu dan Sandra mengajak Dennis ke kamarnya untuk menidurkan Dennisa.


Rey dan Dennis naik ke helikopter menuju ke lokasi. Benar saja sudah ada bangkai kapal pesiar yang hampir tenggelam. Orang - orang yang selamat adalah mereka yang mendengarkan perintah Karen dan orang yang tidak selamat karena tidak percaya omongan Karen.


Beberapa orang menyelam mencari para korban.


Para korban yang selamat dan yang tidak selamat sudah di bawa di lapangan rumah sakit terbesar di kota itu kemudian dibawa menggunakan tandu.


Dennis dan Rey beserta anak buahnya mencari David dan Karen tapi tidak ada.


"Mereka berdua kemana Rey?" sedih Dennis


" Sebentar aku baru ingat, aku telp istriku dulu?" pinta Rey


πŸ“ž Hallo gimana yank?


πŸ“žBelum ditemukan Kak Karen dan Kak David? sebagian korban ada yang hidup dan ada yang meninggal (terang Rey)


πŸ“ž Ya Tuhan, semoga mereka selamat, (doa Sandra tulus)


πŸ“ž Amin


πŸ“žSan, tolong kamu buka laptop cari gps di anting kak Karen atau jam tangan David ( perintah Rey )


πŸ“ž Ok. Mas Rey hati - hati


πŸ“ž Ok


tut tut tut tut

__ADS_1


" Apa maksudmu Rey ?" tanya Dennis bingung


" Sepasang anting - anting yang digunakan Kak Karen dan jam tangan milik David ada gpsnya."


" Syukurlah, setidak - tidaknya ada petunjuk untuk mereka." jawab Dennis mulai lega


Ponsel Rey mulai berbunyi dan Rey pun menggeser gambar hijau.


πŸ“ž Sayang, signal gpsnya tidak ada kemungkinan mereka berdua menaruhnya di dalam kotak


πŸ“žShittt


πŸ“ž Tapi Mas Rey sebelum kejadian tersebut, Karen beberapa kali menerima pesan berupa ancaman, saya kirim ke Mas Rey


πŸ“ž Ok


tut tut tut


Telephonepun terputus.


" Gimana Rey?"


" Tidak ditemukan titik gps, tapi kata istriku, kak Karen beberapa kali menerima ancaman lewat pesan, sebentar lagi akan di kirim." cerita Rey


tring tring tring


Bunyi suara sms dari ponsel milik Rey.


"Bersiap - siaplah nanti malam kamu dan suamimu akan mati mengenaskan"


" Tunggulah nanti malam, ajalmu dan suamimu siap menantimu"


Rey pun memperlihatkan ke Dennis mereka membaca pesan berupa ancaman. Mereka terkejut dan sangat marah.


Ponsel Rey berbunyi dan Rey pun mengangkatnya.


" Mas Rey saya sudah tahu siapa pelakunya? "


" Siapa pelakunya San?"


" Kepala pelayan di rumah Kak David, dia yang mengirim pesan tersebut."


tut tut tut


Rey langsung mematikan ponselnya sepihak dan menarik tangan Dennis.


" Ada apa Rey, kenapa menarik tanganku?" tanya Dennis heran


" Kita pergi sekarang ke mansion David cepat !!" teriak Rey


Dennis terkejut melihat perubahan wajah Rey tanpa banyak bicara merekapun pergi ke mansion milik David.


"Kak David dan Kak Karen, sudah aku anggap keluargaku, Kak David dulu aku memanggilnya tuan David, aku selalu mengabdi padanya kita selalu bersama saling membunuh musuh - musuh yang berkhianat, kini sejak aku akan menikah Tuan David memintaku memanggilnya dengan sebutan Kak David, hatiku sangat terharu mendengarnya, Kak David begitu percayanya memberikan mansion yang sangat luas dan perusahaan yang besar padaku." Cerita Rey ke Dennis


" Dulu aku memanggilnya nona Karen tapi Nona Karen memintaku memanggilnya Kak Karen, Dia wanita yang sangat baik padaku tidak pernah memperdulikan masalaluku, aku yang sangat jahat, membunuh dan menyiksa tanpa ampun tapi semenjak mengenalnya, aku dan Kak David sedikit demi sedikit merubah pribadi yang lebih baik." Sambungnya


" Kamu tahu Den, pelaku yang kirim pesan tersebut adalah kepala pelayan Kak David. Aku akan menyiksanya sampai aku tahu siapa saja dalang di balik kejadian kecelakaan ini?"


Rey dipenuhi dendam jiwa psychophat yang dulu hilang kini muncul kembali

__ADS_1


__ADS_2