
Menemukan Dalang Pembunuhan
Dennis yang mendengar ungkapan hati Rey, sangat tersentuh dan berharap Karen dan David segera ditemukan.
Dennis mengingat kembali bagaimana dia dulu berusaha ingin membunuh David dan Karen berulang kali tapi dengan mudahnya mereka melupakannya dan mengajaknya menjadi saudara.
Dennis berjanji untuk membalas kejahatan mereka dengan keji dan akan melindungi ponakan kesayangannya Daka dan Dennisa.
Singkat cerita, mereka sudah sampai di mansion milik David. Turunlah dua pria tampan dengan muka menahan emosi yang siap meledak.
Rey dan Dennis masuk ke dalam mansion dan memanggil kepala pelayan.
Wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan yang merasa di panggil tanpa rasa takut karena merasa tidak mungkin ketahuan menemui mereka.
Plak
Plak
Plak
plak
Empat tamparan ke muka wanita baru baya tersebut, membuatnya terkejut dan memegangi pipinya yang merah dan sudut bibirnya berdarah
..." Tuan, salah saya apa? kenapa saya di tampar? tanya wanita paruh baya tersebut...
" Jangan pura - pura bodoh, saya tahu kamu pelaku dari dalang pembomman kapal pesiar?"
Wanita itu kaget karena kedoknya diketahui.
" Buktinya apa?" kilah wanita paruh baya itu
Rey, tanpa banyak bicara, meraba tubuh wanita itu untuk mencari ponsel wanita itu, setelah ketemu ponselnya tidak ada pesan buat Karen.
Wanita itu tersenyum sinis, dia sudah memperkirakan itu semua karena itu sengaja pesannya langsung dihapus untuk menghilangkan jejak.
" Apa yang tuan cari?" tanyanya polos
Rey menarik wanita itu ke ruangan kerja David diikuti oleh Dennis.
Rey mendorong wanita itu hingga terjatuh dan mengunci ruangan kerja David dan memasukkan kuncinya ke jas miliknya.
Rey menggunakan laptop milik David kemudian mengutak atik sedangkan Dennis memperhatikan setiap gerakkan wanita paruh baya itu.
Terdengar bunyi printer setelah bunyi berhenti, Rey mengambil kertas yang baru di print dan membacanya.
"Bersiap - siaplah nanti malam kamu dan suamimu akan mati mengenaskan"
" Tunggulah nanti malam, ajalmu dan suamimu siap menantimu"
Bersiaplah tinggal 15 menit BOM akan meledak, bersiaplah untuk melarikan diri, tapi kurasa tidak bisa mengingat kamu dan suamimu di tengah laut. Hahaahhaha
Rey belum membaca kalimat pesan yang ketiga. Menatap tajam wanita itu sambil memberikan kertas tersebut ke Dennis.
__ADS_1
Dennis langsung menerima kertas pemberian Rey dan membacanya. Dennis langsung melempar kertas tersebut ke wanita itu untuk membacanya.
Wanita itu sangat kaget, karena aksinya sudah ketahuan diapun melawan. Rey dan Dennis tidak menyangka dan terkejut wanita itu bisa bela diri, tapi Rey dapat melawannya hingga wanita itu tumbang.
Rey, mengangkat wanita itu keruangan bawah tanah dan mengikat dua kakinya dan dua tangannya menggunakan rantai.
Dennis duduk memperhatikan Rey dan ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh wanita itu.
Rey berjalan menuju kotak yang agak besar. Di sana terdapat alat penyiksaan. Rey mengambil cambuk dan mendekati wanita itu.
ctas
akh
Suara cambuk dan jeritan kesakitan saling bersahutan.
" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Rey
" Saya tidak akan mengatakannya!" teriak wanita paruh baya tanpa takut
ctas
akh
Suara cambuk yang ke dua dan jeritan kesakitan saling bersahutan kembali.
" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Rey
" Saya tidak akan mengatakannya!" teriak wanita paruh baya tanpa takut
Rey berjalan mendekati wanita itu kemudian memegang jari tangannya kemudian memotongnya.
akh
Suara jeritan kesakitan wanita paruh baya itu
" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Rey
" Saya tidak akan mengatakannya!" teriak wanita paruh baya tanpa takut
Rey pun memotong ke empat jarinya
akh
Suara jeritan kesakitan wanita paruh baya itu kemudian pingsan.
" Pengawal siram dengan air garam bagian jarinya." perintah Rey
Pengawal itupun menyiramnya membuat wanita itu terbangun dan merasakan sakit di bagian tangannya.
" Masih tidak mau mengaku!" sambil menyeringai dan melukis dada itu dengan pisau kecil
" Bunuhlah aku, aku tetap tidak akan memgatakannya!" ucap wanita itu dengan lirih
__ADS_1
" Oh tidak, kamu tahu aku adalah seorang psychopath dan kamu tahu sifat psychopath sangat menyukai menyiksa orang." bisik Rey dengan suara menakutkan
Wanita paruh baya itu sangat terkejut tidak menyangka bisa bertemu dengan psychopath.
" Kenapa diam? tidak percaya?" tanya Rey kembali
Rey, pun memegang tangan wanita itu dan memotong jari tersebut seperti memotong bawang merah.
Karena sudah tidak tahan siksaan demi siksaan akhirnya terpaksa mengatakannya.
" Siska." ucap wanita paruh baya itu kemudian pingsan karena sudah tidak dapat menahan rasa sakit.
" Siska, pernah dengar namanya tapi dimana ya ?" Rey berfikir
Karena tidak mengingatnya meminta Dennis untuk melanjutkan menyiksa wanita itu hingga mati. Dennispun menyanggupinya, sifat Dennis mirip dengan David dan Rey tidak punya perasaan dalam membunuh orang. Hanya bedanya Dennis bukan psychophat.
Rey berjalan menuju ke ruang kerja David, setelah sampai di ruangan kerja David, Rey menelephone istrinya.
" Sayang, kamu mengenal Siska?" tanya Rey
" Kenal, dia sahabat Karen yang menusuk dari belakang, memang kenapa sayang?" tanya Sandra
" Dia dalang dari pembunuhan Kak David dan Kak Karen!" ucap Rey lirih menahan kesedihan
" Aku kirim foto lalu minta tolong kak Dennis untuk bekerja sama mencari Siska." usul Sandra
" Ide bagus, mas tunggu fotonya sayang? pinta Rey.
" Bersiaplah Siska, kamulah orang yang akan merasakan gimana rasa sakit kusiksa secara perlahan."
Ponsel Rey bergetar dan membuka isi pesan tersebut
Terpapanglah foto Siska, Rey pun memperbanyak fotonya dengan cara mengeprint kemudian di bagi - bagi ke semua bodyguard Rey dan David begitupula dengan Dennis memberikan ke semua wakil mafia di seluruh kota dan beberapa yang berada di luar negri.
xxxxx
Rey dan Dennis pulang ke mansion milik Rey untuk menemui ke dua anak David dan Karen.
Rey dan Dennis tidak sanggup mengatakan ke dua ponakan tersayangnya mengenai orangtuanya. Sandra akhirnya membuka suara menceritakan semua yang terjadi.
Daka hanya diam mematung dan Dennisa menangis. Rey memeluk Daka untuk memberikan ketenangan sedangkan Dennis memeluk Dennisa dan membelai rambutnya agar tangisannya reda.
Rey dan Dennis sangat marah dan ingin menyiksa secara sadis karena telah melukai anak - anaknya Karen dan David.
xxxxx
Di pinggir pantai beberapa nelayan berjalan mendekati perahu, salah satu nelayan melihat ada seorang wanita terdampar di pantai.
Setelah di cek dan masih hidup wanita tersebut dibawa oleh nelayan ke rumahnya. Mereka pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak. Merekapun merawat wanita itu.
Keesokan paginya wanita itu mulai menggerakkan jari jemarinya kemudian perlahan membuka matanya.
Wanita itu melihat sepasang laki - laki dan perempuan kemudian mengamati seluruh ruangannya.
__ADS_1
" Aku dimana?" tanya wanita itu