
Karen dan resepsionis menunggu lift terbuka
ting
Pintu lift terbuka Karen dan resepsionis masuk ke dalam ruangan kotak persegi dan menekan tombol pintu itupun tertutup. Kemudian resepsionis kembali menekan tombol angka 45.
Tidak ada pembicaraan hanya resepsionis hanya memandang Karen dari atas sampai bawah bertanya dalam hati. Karen yang merasakan diperhatikan hanya diam saja.
Ting
Lift berhenti dan pintu lift terbuka Karen dan resepsionis berjalan menemui sekretaris David.
Selamat siang Lina ? sapa resepsionis
Siang, maaf Nona Karen ingin bertemu dengan tuan David kata tuan Rey di suruh masuk keruangan tuan David.
Tuan David hari ini lagi meeting, silahkan nona Karen ikut saya, nona bisa menunggu diruangan Tuan David. Kamu boleh kerja lagi
Terima kasih Lina
Resepsionis itupun turun dan sekretaris David berjalan diikuti oleh Karen, sampai di depan pintu sekretaris tersebut membuka pintu ruangan David Karen masuk ke dalam kemudian sekretaris tersebut menutup pintu dan kembali ke meja kerjanya.
Karen menaruh makanannya di meja dekat sofa. Karen berjalan dan melihat sekeliling ruangan David. Karen melihat di meja David terlihat foto berdua dirinya dan David. Karen merasa terharu.
Setelah lelah berkeliling Karen duduk di sofa membuka dan melihat berita di handphone. Karena bosan menunggu Karen keluar menemui sekretaris David.
Hallo, apa tuan David masih lama ?
Sepertinya lama Nona? ada yang bisa kubantu?
Saya bosan, hmm ruangan meeting tempat Tuan David dimana ya ?
Di sebelah ruangan tuan David
Ok saya kesana saja, terima kasih nona sambil tersenyum
Maaf nona jangan masuk?
Lho kenapa ?
Tuan David akan marah dan nona serta saya bisa kena hukuman saya takut nona
Jangan takut saya akan tanggung jawab
Tapi nona pasti saya juga tetap akan kena marah tuan
Bilang saja tidak melihat saya, jangan kuatir saya tanggung jawab Karen langsung berjalan menuju ruang meeting
__ADS_1
( Aduh nona nekat sekali masuk ke dalam, apakah nona tidak tahu siapapun yang mengganggu tuan David yang sedang sibuk pasti tidak segan langsung ditembak batin sekretaris )
( Terserah nona yang penting saya sudah kasih tahu )
ceklek
Pintu meeting terbuka semua orang menunduk ketakutan di tambah ada orang yang berani masuk dan mengganggu ruang meeting.
SEKRETARIS YUNA KEMARI KENAPA ADA ORANG YANG MASUK DAN MENGGANGGU ORANG DALAM MEETING teriak pria tersebut
Pria tersebut berdiri membelakangi pintu masuk sehingga tidak melihat kalau Karen masuk
Sekretaris Yuna dengan berlari dan kakinya gemetaran karena rasa takut yang teramat sangat.
Tuan maaf nona ini memaksanya masuk
SAYA KAN SUDAH BIL.. David bicara sambil membalikkan badan dengan muka yang sangat marah tiba - tiba berhenti bicara.
Sudah bil.. apa sayang... jangan marahin sekretaris Yuna, marahin aku saja
Maaf sayang, aku tidak tahu kamu datang David langsung memeluk Karen
Semua orang yang sedang menunduk takut memberanikan diri menatap bosnya dan sangat terkejut bosnya yang arogant tunduk terhadap seorang wanita. Termasuk Yuna yang tadi awalnya menyalahkan Karen karena nekat kini bersyukur dia menempati janjinya untuk bertanggung jawab kalau bosnya marah. Suasana yang tadi mencekam kini berangsur tenang.
David melepaskan pelukan Karen dan menatap seluruh karyawannya.
David menarik tangan Karen dan masuk ke ruangan David.
Ceklek
David masuk bersama Karen dan duduk di sofa.
Mas saya sudah masak nasi goreng spesial, makan yuk ajak Kak Rey juga.
David pun menelephone Rey untuk datang ke ruangannya.
ceklek
Pintu terbuka kemudian masuklah Rey. Mereka menikmati makanan buatan Karen. David habis 2 piring untunglah tadi Karen memasak agak banyak.
Rey kembali keluar meninggalkan mereka berdua.
Sayang kok tidak kasih kabar kesini? Sudah lama menunggu ya ?
Lumayan hampir satu jam makannya aku susul habis bosan maaf ya
Apa 1 jam lama sekali aku akan memarahi mereka apalagi dengan sekretaris Yuna
__ADS_1
Jangan sayang, mereka kan tidak kenal aku jadi jangan marahin mereka ya sambil mengusap - ngusap pundak David agar tenang.
David mulai agak tenang amarah nya sudah mulai berkurang. David memeluk dari samping Karen sedangkan Karen bersandar di dada David.
Sayang aku beresin dulu ya peralatan tempat makan nanti kita ngobrol lagi
Ok
Karen pun membereskan tempat makanan dan menumpuknya. Karen berdiri hendak mengambil tumpukan tempat makanan. Tiba - tiba Karen kepalanya sangat pusing tapi berusaha menahan rasa sakit memaksakan diri untuk berdiri.
bruk
Karen pingsan, David terkejut langsung menangkap tubuh Karen dan menepuk - nepuk pipinya. Karena tidak ada respon David membawanya ke sofa untuk dibaringkan.
David menelephone Rey untuk datang ke ruangannya.
tok tok tok
ceklek
Rey masuk dan terkejut melihat Karen terbaring di sofa. David mengangkat Karen dan mengajak Rey untuk pergi ke rumah sakit miliknya.
David berjalan semua pegawai melihatnya dan sangat terkejut melihat bosnya yang tidak pernah membawa seorang gadis terlebih sampai perhatian seperti itu.
David membawanya sampai di bawah parkiran Rey membuka pintu mobil dan David pun masuk ke dalam Rey menutup pintu dan pindah ke posisi kemudi.
Tuan, Nona Karen kenapa pingsan?
Tidak tahu Rey tadi pas berdiri mengambil peralatan makan tiba - tiba pingsan, cepat Rey aku tidak tahu kenapa Karen pingsan, aku takut Rey?
Berdoa saja Tuan, semoga nona baik - baik saja.
David hanya diam hatinya diselimuti ketakutan takut terjadi sesuatu dengan orang yang dicintainya.
Tidak terasa sudah sampai di lobby rumah sakit khusus milik David. David membawanya sampai di ruang ugd. Para dokter dan perawat datang untuk mengecek kondisinya.
Setelah agak lama pintu ugd terbuka seorang perawat keluar untuk mengambil alat dan meminta David untuk masuk ke ruang ugd.
Maaf tuan apakah tuan suaminya?
Iya saya suaminya, ada apa ya ?
Selamat ya Pak, istri bapak hamil ini ada 2 kantong anaknya kembar tuan
Benarkah
Iya tuan, lihatlah 2 bulatan ini, nanti sebulan lagi tolong di cek ya
__ADS_1
David tersenyum bahagia karena kekasihnya hamil dan dia akan memaksanya untuk menikah dengannya.