Cinta Pertama Psychopath

Cinta Pertama Psychopath
Berangkat ke Perayaan Ulang Tahun Perusahaan


__ADS_3

Berangkat ke Perayaan Ulang Tahun Perusahaan


Karen sudah mengajukan surat pengunduran diri mengikuti perintah suaminya. Awalnya pihak rumah sakit berusaha menolaknya karena Karen mengatakan ingin mengikuti perintah suaminya terlebih Karen sek7arang hamil. Akhirnya pemimpin rumah sakit menyetujuinya.


Besok Karen akan mengikuti acara perayaan ulang tahun rumah sakit ditemani oleh suaminya David dan ke dua anaknya.


Walau Karen sudah tidak bekerja tapi pihak pimpinannya dan teman - teman sejawatnya memintanya datang untuk mengikuti acara perayaan tersebut.


Karen sudah selesai menyiapkan semua keperluan untuk mereka berempat. Kini David, Karen dan ke dua anaknya berada di ruang keluarga.


Ting nong ting nong


Anggap aja suara bel, seorang pelayan membuka pintunya dan mengarahkan tamunya ke ruang keluarga.


Karen dan David serta ke dua anaknya melihat Rey dan Sandra berkunjung ke rumahnya sambil membawa banyak mainan.


" Paman Rey, gendong?" pinta Daka sambil kedua tangan direntangkan.


Rey pun dengan senang hati menggendong ponakan tersayangnya.


Merekapun berbicara sambil sekali - kali bercanda. Seorang pelayang datang dan memberikan mereka cemilan dan minuman.


" San, sudah berapa bulan kehamilanmu?" tanya Karen


" Sudah mau enam bulan, jenis kelaminnya laki - laki kuharap mirip Daddynya yang tampan." jawab Sandra sambil tersenyum malu


Karen dan David tersenyum mendengarnya sedangkan Rey merasa senang sejak kehamilannnya istrinya selalu memuji dan manja dengannya.


" Hebat kamu Rey cepat juga bikinnya?" goda David


Rey hanya tersenyum mendengar godaan David.


" Sekarang kak Rey, suka tersenyum sejak kenal kamu ya San?" goda Karen


" Hebat kamu San, bisa membuat Rey yang tidak bisa tersenyum dan dingin bisa tersenyum." goda David


Mereka berdua hanya tersenyum malu.


Mas David juga dulu mukanya dingin, suka marah - marah dan tidak pernah senyum sejak kenal sama aku bisa berubah? hebatkan aku!" kata Karen memuji dirinya sendiri.


David memeluk Karen dengan lembut.


" Iya sayang, sejak kenal dirimu hidup mas lebih berwarna." puji David


Rey pun tidak mau kalah, iyapun memeluk istrinya dan mengikuti apa yang David lakukan.


" Iya sayang, sejak kenal dirimu hidup mas lebih berwarna." puji Rey

__ADS_1


Merekapun tertawa bersama, menikmati kebersamaan. Hidup David dan Rey kini sangat sempurna sudah tidak ada lagi sifat ingin membunuh orang, mereka kini benar - benar hidup secara normal.


Rey beberapa kali datang dan meminta Karen mengajari tentang IT komputer, Sandra dan David pun ikut juga belajar.


Rey membawa laptopnya meminta Karen untuk diajari IT program komputer kembali. Karenpun yang tidak pelit ilmu mengajarinya dengan senang hati bahkan David dan Sandra ikut belajar. Setelah beberapa lama kini mereka bertiga sudah menguasainya.


Ting nong ting nong


Anggap aja suara bel, seorang pelayan membuka pintunya dan mengarahkan tamunya ke ruang keluarga.


Tampaklah Dennis datang membawa banyak hadiah buat ponakannya tersayang.


" Paman Dennis, gendong?" rengek Dennisa sambil kedua tangan direntangkan.


Dennis pun menggendong Dennisa yang selalu bermanja dengannya.


" Aku dengar kalian berdua besok mau pergi ke perayaan ulang tahun rumah sakit xxx ." tanya Dennis


"Iya, kok Kak Dennis tahu?" tanya Karen


"Aku juga di undang, tapi malas aku kurang begitu suka dengan pesta." jawab Dennis


" Gimana kalau kalian sekalian berbulan madu, kan kalian berdua selama menikah belum pernah berbulan madu?" usul Dennis


" Bulan madu itu kalau berdua, kalau bawa anak mana bisa bulan madu? yang ada pas lagi enak - enak malah di ganggu!" celetuk David


"Auch sakit yank?" teriak David


" Tenang aja Dav, gimana kalau anak kalian berdua aku yang mengurus?" usul Dennis


" Aku juga mau ngurus." kata Rey tidak mau kalah


" Kita tanya anak - anak dulu mereka mau ikut dengan siapa?" kata David


" Daka dan Dennisa, Daddy dan Mommy mau pergi sekitar tiga hari, kalian mau ikut Mommy dan Daddy? atau mau ikut paman Dennis? atau ikut sama paman Rey?" tanya David


" Daka ikut paman Rey, Dad?" pinta Daka " Tapi setelah tiga hari nanti Mommy dan Daddy jemputkan ?" tanya Daka


" Yes." jawab Rey girang


" Tentu sayang, nanti Mommy dan daddy akan jemput kalian pulang." kata David


" Kalau kamu Dennisa kamu ikut siapa?" tanya David


" Dennisa ikut paman Dennis yang jomblo?" jawab Dennisa polos.


" Hahhahahaha..... " tawa mereka semua kecuali Dennis

__ADS_1


" Paman Dennis kan sudah tidak jomblo lagi, sudah ada kok calonnya?" dusta Dennis


" Ah masa?" goda Karen yang kini mulai bicara.


" Benar, buat apa kak Dennis bohong, nanti jika kalian pulang dari bulan madu siap - siap menerima undangan." dusta Dennis lagi menutupi karena malu sampai saat ini belum juga menikah.


" Ok, kami tunggu undangannya." jawab mereka serempak.


Merekapun mengobrol sampai sore dan dilanjutkan makan bersama. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka semua. Sudah tidak ada dendam ataupun kebencian dan hasrat untuk membunuh.


Rey dan Sandra juga Dennis terpaksa menginap karena mereka akan mengurus dua ponakan tersayang mereka.


xxxxxx


Tidak terasa hari sudah pagi, Karen memberikan koper milik Daka dan Dennisa untuk diberikan ke Rey dan Dennis.


Karen dan David mencium kening ke dua anaknya Daka dan Dennisa, ada rasa berat meninggalkan mereka berdua karena baru kali ini mereka akan berpisah selama tiga hari.


" Anak kesayangan Mommy dan Daddy, jangan nakal ya? Turuti perintahnya. Kasihan bibi Sandra dan Paman Rey kalau kalian nakal dan tidak nurut?" pinta Karen dan memeluk dan mencium kening putra kesayangannya Daka.


" Baik Mom." Jawab Daka


David hanya mencium kening Daka dan memeluk putra kesayangannya.


" Anak kesayangan Mommy dan Daddy, jangan nakal ya? Turuti perintahnya. Kasihan Paman Dennis?" pinta Karen dan memeluk dan mencium kening putri kesayangannya Dennisa.


" Baik Mom." Jawab Dennisa


David juga hanya mencium kening Dennisa dan memeluk putri kesayangannya.


Karen memeluk Sandra dan berpesan untuk sabar dan marahi jika Daka nakal.


Kemudian Karen bersalaman dengan Dennis dan Rey. Karen juga berpesan untuk sabar menghadapi dua anaknya.


David bersalaman dan menitipkan ke dua anaknya.


David dan Karen berangkat berdua saja mengendarai mobil sebenarnya mereka ingin mengantar tapi Karen dan David melarangnya karena jaraknya lumayan jauh kasihan ke dua anaknya cape kalau mesti bolak balik terlebih Sandra juga hamil.


Setelah 1 jam lebih perjalanan sampailah mereka di tempat tujuan. Mobilnya masuk ke dalam badan kapal diikuti oleh mobil lainnya.


David dan Karen keluar dari mobil. David ke bagasi mengambil kopernya dan berjalan bergandengan sambil menuju kamar yang sudah di tulis di masing - masing pintu kamarnya.


Karen membuka koper dan memasukkan pakaian dirinya juga pakaian David.


David yang lelah menyetir dan semalam hanya tidur 2 jam karena habis bercinta dengan istrinya hanya beberapa menit sudah tidur terlelap di ranjang.


Selesai membereskan Karen berjalan ke ranjang untuk istirahat karena sangat mengantuk.

__ADS_1


Karen mengirim ke temannya kalau Karen ingin tidur dulu. Baru saja ponselnya taruh di meja ada pesan masuk, Karen pun membuka isi pesan tersebut.


"Bersiap - siaplah nanti malam kamu dan suamimu akan mati mengenaskan"


__ADS_2