
Hari ini Karen dan David berangkat ke luar kota bersama ke dua anaknya.
Singkat cerita merekapun sudah sampai di mansion yang baru dibelinya satu tahun yang lalu, mansion yang lama sudah diberikan ke Rey dan Sandra.
Mansion baru itu selalu rapi karena David membayar pelayan dan bodyguard untuk menjaga dan merawat mansion.
Karen membereskan pakaian miliknya dan milik suaminya kemudian milik ke dua anaknya. Sedangkan David duduk di kursi panjang yang berada di taman mengawasi ke dua anaknya yang sedang berjalan - jalan menikmati pemandangannya dan terkadang berlari mengejar kelinci.
David tersenyum bahagia melihat ke dua anaknya tertawa mengejar kelinci. David mendongak ke atas sambil tersenyum melihat istrinya memeluknya.
" Sayang, ku lihat bahagia sekali ada apa? tanya Karen
David menepuk kursi disebalahnya agar Karen duduk. Karen pun duduk di sebelah David dan menyandarkan kepalanya di bahu David sambil memeluknya dari samping sedangkan David juga memeluk bahu Karen.
" Lihatlah anak - anak kita ?" sambil menunjuk ke dua anaknya. Lucu dan menggemaskan bukan ? ucap David
" Iya sangat lucu dan menggemaskan mirip Daddynya." jawab Karen sambil tersenyum.
" Betulkah, aku lucu dan menggemaskan ?" tanya David
" Iya, kalau pas lagi pingin gituan mukanya lucu dan gemesin." jawab Karen sambil berdiri dan ingin berlari.
David yang tahu istrinya ingin lari buru - buru di tariknya tangan Karen dan Karenpun duduk dipangkuan David.
Karen berusaha memberontak karena pinggangnya di gelitik membuatnya geli tapi usahanya tidak bisa karena tangan kiri David menahannya.
" Stop, sayang aku geli." pinta Karen
" Kamu sudah mulai nakal sayang ?" ucap David sambil menggelitik
" Sayang maaf deh aku tidak nakal lagi?" pinta Karen
" Sayang berhenti donk aku tidak tahan nih, nanti aku pipis di celanamu lho?
" Tidak apa - apa, silahkan saja!"
" Nanti malam tidak dapat jatah kalau tidak berhenti menggelitikiku." ancam Karen
David yang mendengar ancaman Karen melepaskan Karen dan berhenti menggeliti Karen.
" Sayang ancamanmu jelek!" jawab David sambil cemberut
__ADS_1
"Habis geli sayang, aku tidak kuat kalau digelitiki, maaf ya sayang pinta Karen
cup
Karen mengecup bibir David dengan lembut dan sekilas agar David tidak cemberut lagi.
" Sayang, kita makan yuk? aku sudah lapar nich ?" pinta Karen
" Ok." jawab David
Karen dan David berjalan mendekati ke dua anaknya kemudian menggendongnya.
Anak - anak David dan Karen duduk di tengah - tengah. David menyuapkan anaknya Daka sambil memakan makanannya sedangkan Karen pun juga sama menyuapkan makanan ke Dennisa dan memakan makanan dipiring satunya lagi.
Selesai makan, mereka berempat duduk di ruang keluarga ke dua anaknya duduk di karpet berbulu yang tebal sedangkan Karen dan David duduk berdampingan.
" Sayang besok temani aku presentasi ya soalnya asistenku kan tidak ikut, dia mengurus perusahaan kita yang di kota." pinta David
"Ok, Sayang, tapi nanti sore mampir ke rs xxxx teman kuliahku dulu pemilik rs xxxx meminta bantuanku untuk membantunya karena dokter ahli jantung lagi sakit dan aku disuruh menggantinya sementara." pinta Karen
" Temanmu cewe atau cowo?" tanya David cemburu
" Cowok sayang, tapi jangan kuatir cintaku hanya untukmu seorang, percayalah padaku?" pinta Karen
"Aku percaya padamu, tapi kuminta jangan salahgunakan kepercayaanku?" pinta David
"Iya, Sayang. Akupun juga memintamu seperti itu jangan menyalahgunakan kepercayaanku." pinta Karen
"Iya sayang, berarti besok sore dirimu langsung kerja?" tanya David
" Tidak sayang, kita ke sana hanya mengambil jas dokter sama dapat tas dokter karena aku tidak membawanya, aku kerja mulai lusa." jelas Karen.
xxxxx
Pagi hari, Karen dan David sudah berangkat ke perusahaan PT Angkasa sedangkan ke dua anaknya dititipkan oleh 2 baby sister.
David dan Karen memasuki lobby dan menanyakan ruangan meeting. Karen dan David di antar ke ruangan meeting ketika masuk ke ruangan meeting sudah ada yang hadir.
Mereka mengucapkan salam di balas ucapannya oleh Karen sambil tersenyum ramah sedangkan David hanya menganggukkan kepalanya.
Rey bersama Sandra juga datang di ruang meeting, Karen dan David berdiri karena mereka berdua menghampirinya. Karen cipika cipiki dengan Sandra sedangkan David dan Rey berpelukan sebentar dan berjabat tangan.
__ADS_1
Rey berjabat tangan dengan Karen sedangkan David berjabat tangan dengan Sandra kemudian merekapun duduk di tempat masing - masing.
Satu persatu masuk ke ruangan meeting sampai tibalah 2 pria masuk ke dalam. Karen dan dua pria itu terkejut melihatnya.
Dua pria tersebut adalah Adam dan Bagas, Bagas tidak henti - hentinya menatap Karen wanita yang selalu dirindukan selama ini.
David mukanya mulai memerah karena Bagas menatap istrinya terus menerus dan Karen yang sadar melihat perubahan suaminya langsung menggenggam tangan kanan David menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya membelai lengan David.
David yang mendapat perlakuan istrinya mulai tenang dan perlahan muka merahnya mulai berubah, emosinya seketika menghilang.
Perusahaan PT Angkasa mengajukan proyek restoran dan proyek mall karena itu CEO tersebut meminta perusahaan - perusahaan yang di undang untuk melakukan presentasi.
Satu persatu maju memberikan proposal dan presentasi. Setelah sekian lama giliran Karen maju ke depan memberikan presentasi di depan orang - orang dan dengan lancar Karen menjawab pertanyaan.
Beberapa orang ada yang menanyakan menggunakan bahasa Perancis dan Spanyol karena pemilik PT Angkasa dan pejabat tinggi merupakan warga keturunan Perancis dan ada juga Spanyol. Pihak penerjemah mereka akan menjawab tapi Karen duluan menjawab dengan lancar membuat orang terkejut.
Selesai presentasi Karen pun duduk di kursi semula dan kini giliran Sandra sahabatnya. Sandra juga sama seperti sahabatnya sangat lancar bahasa Spanyol dan Perancis.
Pemilik dan pejabat tinggi PT Angkasa saling berbisik kemudian memutuskan hasil finalnya besok karena hari ini mereka akan rapat untuk memilih siapa pemenang tender tersebut.
Satu persatu pulang, Karen mendekati Adam dan memegang tangan Adam dan mengecupnya sama seperti dulu yang Karen lakukan, karena bagaimanapun Adamlah orang yang berjasa merawat Karen sejak bayi dengan penuh kasih sayang. Sampai kapanpun Karen tidak akan pernah melupakan kebaikan keluarga angkatnya.
Adam terharu menerima perlakuan Karen, sifat Karen tidak pernah berubah selalu menghormati dirinya ada rasa kehilangan putri angkat kesayangannya.
"Sayang, nanti malam datang ke rumah Daddy, Mommy sakit sayang ingat sama kamu terus?" pinta Adam sendu
Baik Dad, nanti malam Karen datang ke rumah Daddy." Jawab Karen
" Oh ya Dad, kak Bagas kenalkan ini suamiku David." Sambung Karen lagi memperkenalkan suaminya.
Merekapun saling bersalaman tapi ketika David dan Bagas bersalaman aura tajam dan ingin rasanya membunuhnya.
" Ehem, Maaf Dad dan kak Bagas kami pamit dulu?" pinta Karen
Karen tahu mereka saling membenci karena itu Karen mencoba mengalihkan perhatian.
David memeluk Karen dari samping dan langsung pergi meninggalkan ruangan meeting.
Bagas melihat David penuh kebencian dan mencari waktu untuk merebut Karen darinya walau dengan cara licik sekalipun.
Bagas dan Adam pun keluar ruangan untuk menuju ke perusahaan miliknya.
__ADS_1
Bagas masuk ke dalam mobil dan melihat ke mesraan mereka hatinya dipenuhi rasa iri dan cemburu buta.
( Berbagialah kamu David tapi jika tiba saatnya bersiaplah menangis karena istrimu akan menjadi milikku!!" batin Bagas ).