
" Mommy?" ulang Laras
" Iya mommy, aku sudah bertemu dengan Daddy? Lihat mom kita kembar bukan?" tanya Dave senang.
Laras menatap mereka bergantian tidak percaya apa yang dilihatnya. Laras memegangi kepalanya bayangan hitam bermunculan membuatnya menjadi pusing.
bruk
Laras pingsan ditangkap oleh David kemudian Dave mengantarkan kedua orangtuannya menuju rumah kakek dan nenek angkatnya karena daerah itu Dave sudah hapal.
David sangat senang bisa bertemu kembali dengan istrinya. David akan selalu berusaha agar istrinya mengenali dirinya.
Setelah satu jam kemudian Karen terbangun dari pingsannya. Menatap David berusaha mengingatnya, David memeluk istrinya dengan lembut.
" Sayang ,aku Mas David suamimu apakah masih lupa denganku?" tanya David
" Aku, tidak ingat tapi aku merasa aku merasa nyaman berdekatan denganmu?" aku Karen
" Pejamkan matamu dan hirup bauku, kamu sangat menyukai bau badanku dan rasa kenyaman pelukanku karena dulu kamu sangat menyukai ke dua hal itu." pinta David
Karen pun melakukannya, bayangan hitam bermunculan kembali, Karen berteriak kesakitan.
" Sayang, jangan di paksa perlahan - lahan nanti kamu akan ingat semua."
" Mommy?" panggil Dave
" Kenapa kamu memanggilku Mommy? bukan ibu?" tana Karen heran
" Karena anak - anak kita memanggil kita Daddy dan Mommy." jawab David
" Anak - anak?" ulang Karen
" Iya, kita mempunyai anak - anak kita mungkin sekarang berumur lima belas tahun lebih namanya Daka singkatan David dan Karen, namamu Karen sedangkan anak ke dua namannya Dennisa, yang memberi nama Dennisa itu sahabatku dan kakak angkatmu Dennis kamu sering memanggilnya Kak Dennis."
Karen mendengar semua cerita David sambil berusaha mengingatnya kembali membuatnya kepala kembali berdenyut sakit sekali.
" Akhhhh, sakit." teriak Karen
" Sayang jangan dipaksa pelan - pelan saja pasti nanti ingat." pinta David
" Mommy, kakek dan nenek kemana?" tanya Dave
Karen membuang nafas dengan kasar terasa sangat sesak.
" Kakek meninggal karena sakitnya sudah parah ditambah kehilanganmu membuatnya semakin bertambah salah, 4 bulan kemudian nenek ikut menyusuk kakek." ucap Karen sedih
" Berarti dua gundukan itu samping rumah milik makam kakek dan nenek?
" Iya, pergilah dan berdoalah?" pinta Karen
__ADS_1
" Baik Mom"
Enam bulan kemudian
David selalu berusaha agar Karen segera mengingat akan dirinya dan segera pulang untuk menemui ke dua anaknya.
David dan Dave sedang berburu di hutan sedangkan Karen berada di rumah membereskan rumahnya. Karen terkejut ada ular masuk ke dalam rumahnya, Karen melempar apa saja sambil berlari karena panik kepalanya terbentur tiang balok agak keras kemudian pingsan seketika.
David dan Dave tidak tahu apa yang terjadi dengan Karen. Selesai berburu David dan Dave pulang ke rumah dan masuk ke dalam.
Mereka sangat terkejut melihat keadaan rumahnya. David dan Dave mencari keadaan Karen.
" Daddy." lirih Dave sambil menutup mulut Daddynya dengan satu tangan dan tangan satunya menunjuk ke arah lain.
David terkejut melihat Ular agak besar itu terluka dan berusaha bangun dekat dengan Karen.
David melepaskan tangan Dave kemudian mengambil pisau kemudian melemparkan pisau itu ke tubuh ular itu.
David mengambil pisau satunya lagi dan maju menyerang ular itu hingga ular itu mati.
David menggendong Karen dan membawanya ke kamar dan melap tubuh istrinya yang kotor.
Setelah selesai dan mengganti pakaian Karen, David menuju keruang tamu dan membuang mayat ular itu dan menyiramnya dengan air agar bau amis darahnya menghilang.
David menyuruh Dave untuk menunggu Mommynya karena dia ingin mandi selesai mandi baru gantian Dave mandi.
David duduk diranjang Karen dan menggenggam tangan Karen.
David mengecup kening istrinya dengan lembut dan tidak terasa airmatanya jatuh mengenai wajah istrinya.
Karen mulai menggerakkan jari jemari yang digenggam David dan mulai membuka matanya.
" Sayang." lirih Karen
" Kamu ingat mas?" tanya David terkejut.
" Saya ingat semua Mas." ucap Karen
" Puji Tuhan, Mas bahagia kamu ingat semuanya." ucap David bahagia
" Kita pergi dari sini dan kita kembali ke rumah, aku kangen dengan Daka dan Denisa." ucap Karen
" Baiklah, kita pergi ke kota dan menelepon Rey atau Dennis." ucap David
" Ok." jawab Karen
Dave masuk ke dalam, dirinya sangat senang kini dirinya sudah mempunyai keluarga yang komplit, walau sempat berfikir apakah kedua kakaknya akan sayang padanya. Perasaan itu segera ditepisnya.
Sebelum pergi mencari Karen, David membawa semua perhiasan beberapa kalung, cincin, gelang dan giwang dan beberapa uang yang tersimpan di rumah tua yang ditempati David, David juga mengambil gelang pemberian dari istrinya semuanya disimpan di tasnya.
__ADS_1
Kini mereka pergi bertiga menuju ke kota untuk membeli ponsel.
2 Hari Kemudian
Tidak terasa mereka sudah sampai ke kota, David menjual semua perhiasan tersebut, kemudian menyimpan di dalam tas. Apa yang dilakukan David ada beberapa orang melihatnya dan mengikuti mereka sampai di tempat yang sepi merekapun menghentikan mereka.
"Berhenti!" teriak penjahat pertama
David, Karen dan Dave berhenti dan menengok ke belakang pria itu. Mereka berpencar mengelilingi mereka.
" Serahkan semua uangnya dan tinggalkan wanita itu sendiri buat menemaniku hahaha!" tawa pria itu
David dan Dave mendengar itu matanya mulai memerah menahan marah.
bugh
David memukul pria itu, pria tersebut terjatuh, melihat ketuanya di pukul mereka pun maju menyerang David, David menghindar dan membalas pukulan mereka di bantu oleh Dave dan istrinya.
Selama tinggal dengan David, David mengajari putranya Dave beladiri agar bisa melindungi dirinya dan bisa menolong orang yang membutuhkannya.
Dalam waktu yang singkat David, Karen dan Dave bisa mengalahkan mereka.
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan dan membeli ponsel dan beberapa pakaian ganti. David mencari rumah mungil untuk menginap beberapa hari.
Rumah minimalis terdiri dua kamar tidur yang di dalamnya ada kamar mandi. David dan Karen menempati kamar satunya dan Dave tidur di kamar sendiri. Selesai mandi merekapun makan sore bersama.
Selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga. David mulai menghubungi Rey.
" Hallo." ucap Rey
" Hallo Rey!" jawab David
" Kak David?" tanya Rey ragu?
" Iya Rey, aku David?" jawab David
" Kak David kemana saja, ceritakan padaku?" tanya Rey
Davidpun menceritakan semuanya sampai bertemu dengan istri dan juga anaknya. David juga meminta agar pesawat pribadinya menuju ke bandara di kota xxx.
" Baik Kak, nanti kami akan segera menjemput Kak David dan Kak Karen." Jawab Rey
" Gimana kabar ke dua anakku?" tanya David
" Daka sebentar lagi lulus sekolah dan sudah mendaftar kuliah dan sudah dua bulan Daka sudah menjadi CEO mengganti dirimu, Daka sangat pintar seperti Kak David dan Kak Karen." terang Rey
" Kalau Dennisa?" tanya David
" Dennisa.... " Rey tidak berani melanjutkan kata - katanya.
__ADS_1
" Dennisa, kenapa Rey? kamu jangan menyembunyikan sesuatu dariku Rey?" tanya David curiga.
David mengetahui dari nada suara Rey pasti ada sesuatu masalah karena David sudah lama kenal dengan Rey sejak lama jadi David sangat tahu sifat Rey.