
Lima Bulan Kemudian
David dan Karen kini sudah tinggal di kota xxx kebahagiaan terpancar di hati mereka. David bekerja sebagai CEO dan hidupnya sudah mulai kembali normal sejak pindah dan menetap di kota xxx. Jiwa psychopatnya sudah mulai hilang berkat kesabaran Karen untuk mengendalikan emosi David.
Karen bekerja sebagai dokter karena cita - citanya ingin mengabdi dan membantu orang - orang yang sakit di rumah sakit milik Dennis dan terkadang membantu suaminya di kantor. Walau David sudah menemukan asisten baru pengganti Rey tapi jika pekerjaan terlalu banyak tanpa di minta David, Karen membantunya hingga pekerjaan cepat selesai.
Dennis hidup sendiri belum bisa membuka hatinya. Untuk mengusir kesepian dan kebosanan Dennis pergi ke rumah Karen dan David sambil membawa mainan si kembar.
Tiba di mansion Dennis melihat David sedang menggendong Daka sedangkan Karen sedang menggendong Dennisa mereka ingin keluar.
Kalian mau pergi? tanya Dennis
Iya, kami mau menghadiri acara pembukaan di restoran baru, kak Dennis mau ikut ? tanya Karen
Sebelum menjawab pertanyaan Karen bayi yang digendong Karen menangis.
Oweeeee suara tangis bayi Dennisa
Karen berusaha menenangkan diberinya botol yang berisi asi Karen tapi tidak mau kemudian David mengambil alih dan Daka di bawa Karen tapi tangisannya tidak berhenti juga.
Dennis menaruh bungkusan yang berisi mainan si kembar menghampiri David.
Coba aku gendong ? pinta Dennis
David pun memberikannya anehnya langsung diam malah tertawa sambil mengoceh tidak jelas. Membuat mereka bertiga saling berpandangan.
David meminta Daka untuk di gendongnya dan Karen ingin mengambil Dennisa di gendongan Dennis tapi Dennisa malah menangis kembali akhirnya Dennisa diberikan ke Dennis kembali.
Anak Mommy dan Daddy kangen sama Paman Dennis ya ? tanya Karen
Dibalas ocehan Dennisa yang kurang jelas
Mereka pun pergi ke restoran untuk melihat acara pembukaan restoran, banyak pengunjung yang datang membuat para koki kerepotan.
Sayang dan Kak Dennis duduk di ruangan kerja ya aku mau bantu koki, pengunjungnya banyak pinta Karen
Baiklah jawab mereka serempak.
Merekapun naik ke lantai 3 menggunakan lift tempat dimana ruangan kerja lengkap ranjang, sofa dan meja dan kursi. Lantai 3 khusus ruangan pribadi dan ruangan tempat tidur khusus koki dan pelayan.
__ADS_1
Karen membantu para koki memasak sebelumnya membuat cemilan dan makanan untuk David dan Dennis.
Setelah selesai Karen membawa troli dan masuk ke dalam lift. Sampai di lantai 3 Karen masuk ke dalam ruangan kerja sambil membawa troli yang berisi makanan dan minuman. Setelah beres Karen pun turun ke bawah membantu para koki.
Satu persatu pengunjung sudah mulai berkurang, Karen pun kembali ke atas sambil membawa cemilan salad buah dan kue serta makanan karena Karen mulai lapar.
Ceklek
Karen masuk ke dalam dilihatnya David tidur memeluk Daka sedangkan Dennis tidur memeluk Dennisa. Karen mengambil ponsel dan memfoto mereka. Sungguh sangat menggemaskan.
Karen bersyukur dan sangat bahagia mempunyai suami yang baik dan mempunyai kakak seperti Dennis yang selalu menyayanginya sebagai adik. Perasaan cintanya sudah mulai menghilang.
Karen menaruh makanan dimeja dan duduk di kursi berdoa terlebih dahulu kemudian memulai makan hingga habis.
Selesai makan Karen membawanya ke bawah dan naik kembali ke atas.
ceklek
Pintu terbuka, Karen melihat mereka sudah bangun.
Kita pulang yuk? pinta David
Merekapun pulang bersama, sepanjang jalan Daka dan Dennisa berceloteh tidak jelas. Dennis sangat sayang sama Dennisa dengan Daka juga sayang tapi lebih sayang dengan Dennisa.
Tidak terasa sudah sampai di mansion. Dennispun menyerahkan Dennisa ke Karen tapi masih menangis akhirnya Dennis menunggu hingga Dennisa tidur.
Aku bingung kak? kenapa Dennisa kalau ada kakak manja banget sama kakak tapi kalau tidak ada kakak biasa saja jarang nangis malah. Tanya Karen heran
Tidak tahu kakak juga bingung? Apa Dennisa jodoh kakak ya ? tanya Dennis menggoda David
What ???? enak saja usiamu sekarang 20 tahun sekarang Dennisa baru 5 bulan, 20 tahun lagi usiamu sudah 40 tahun sedangkan Dennisa umur 20 tahun 5 bulan terlalu tua untuk putriku, saya tidak setuju ? tolak David tegas.
Sayang, namanya jodoh kitakan tidak pernah tahu!! kalau ternyata anak kita juga mencintai paman Dennis apa yang bisa kita lakukan jawab Karen
''Tenang aja Dav, Dennisa sudah aku anggap ponakanku, masa aku nikah sama ponakan ada - ada aja kamu Dav.'' jawab Dennis sambil menahan tawa.
''Aku tadi bercanda lagi Dav, Oh ya ini Dennisa sudah tidur, aku pulang dulu ya?'' sambung Dennis lagi.
Dennis menyerahkan Dennisa ke Karen kemudian berpamitan pulang.
__ADS_1
Makasih ya Kak, hati - hati di jalan ucap Karen
Ok. ucap Dennis
Karen dan David membawa ke dua anaknya ke kamar tidur anaknya. Karen dan David tidur di kamar sebelah kamar anaknya yang terhubung pintu samping dan depan.
Pintu samping tidak kedap suara jadi mudah mendengarnya jika anaknya menangis sedangkan pintu depan kedap suara. Jadi orang lain tidak mendengar suaranya.
2 Tahun Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya kini usia pernikahan mereka sudah 2 tahun bersamaan dengan umur anak kembar mereka.
''Sayang, lusa Mas ada meeting dengan perusahaan PT Angkasa, apakah kamu mau ikut?'' tanya David
'' Berapa lama kita akan pergi sayang?'' tanya Karen
''Kemungkinan sampai seminggu dan sekalian kita bertemu dengan Rey dan Sandra jelas David.
Ok jawab Karen
Sayang, main satu ronde yuk? pinta David ?
Karen hanya mengangguk kepalanya. Ini yang disukai oleh David istrinya tidak pernah mau menolaknya jika melakukan hubungan suami istri walau lelah pulang kerja tapi Karen selalu melayaninya dengan puas.
David melakukannya dengan lembut dan penuh gairah. Desahan keluar dari mulut mereka sampai pada akhirnya keluarlah lahar milik David.
Karen tertidur sangat pulas karena pagi sampai siang kerja pratek dokter, pulang ke rumah mengurus ke dua anak kembarnya, sore David pulang membawa setumpuk pekerjaan Karenpun ikut membantu David mengerjakan pekerjaan kantor dan malamnya melakukan hubungan suami istri.
David memeluk Karen dan menyelimuti tubuh mereka yang polos.
Cup
David mengecup kening Karen dengan lembut, memandangi istri yang sangat dicintainya.
''Terima kasih sayang, sudah hadir di kehidupan Mas, hidup mas yang dulu sepi dan hampa membuat mas setiap hari membunuh orang agar mas bisa tidur pulas tapi semenjak menikah denganmu mas tidak melakukan itu lagi. Jiwa pshychopath mas perlahan mulai menghilang. Hidupku lebih berwarna, sungguh kamu sangat berarti buat Mas. I Love You My Wife'' ucap David
Cup
David mengecup bibir Karen kemudian tidur dengan pulas bermimpi indah.
__ADS_1