
Pertunangan Sandra dan Rey
Tidak berasa hari ini acara yang di tunggu datang juga. Rey dan Ronald resmi bertunangan tanpa kendala.
Banyak kolega bisnis dari David, Rey serta papanya Sandra berdatangan mengucapkan selamat.
Karen yang menggendong anaknya Denisa sedangkan David menggedong Daka. Banyak yang memuji anak - anak kembar David dan Karen.
Di tempat para tamu undangan ada sepasang mata yang penuh kebencian dan dendam melihat keromantisan dan kebahagiaan musuhnya. Karena kesal dan kebencian orang tersebut pergi meninggalkan pesta pertunangan Rey dan Sandra.
Acara berjalan dengan meriah. David menemui kolega bisnis sambil menggendong putranya sedangkan Karen yang membawa putri kecilnya menuju ke tempat minuman untuk meminun air dingin karena cuacanya sangat panas
Karen mengambil gelas minuman dan seorang pria juga ingin memegang gelas minuman yang sama membuat tangannya saling bersentuhan.
Reflek Karen menarik tangannya dan meminta maaf.
Maafkan aku sambil menunduk ucap Karen lembut
Tidak apa - apa ucap pria tersebut
deg
Karen merasa suara itu sangat familiar dan Karenpun mengangkat kepalanya, Karen sangat terkejut sedangkan pria itu biasa - biasa saja karena sejak tadi pria itu mengawasi Karen dan ingin bicara.
Kak Bagas ? panggil Karen
Ya, kamu semakin cantik, anak ini anakmu? cantik seperti ibunya puji Bagas
Terima kasih Kak. Memang ini anakku namanya Denisa
Aku ingin bicara denganmu, bisakah besok kita ketemu di cafe ? tanya Bagas
Maaf Kak saya tidak bisa tolak Karen halus
Please aku ingin bicara, maafkan semua kesalahanku pintanya dengan memelas
Baiklah, di cafe mana ? tanya Karen pasrah karena Karen tahu sifat Bagas yang tidak suka di bantah
Cafe xxx jam 10 pagi kita bertemu ucap Bagas
Baiklah besok aku akan datang balas Karen
Amarah dan Cemburu David
Semua pembicaraan mereka tak luput dari penglihattan David. David menggenggam tangannya kuat - kuat menahan amarah.
__ADS_1
Karen pun memohon diri untuk pergi menghindar karena bagaimanapun statusnya sudah menikah dan tidak ingin melukai hati suaminya.
Bagas menatap kepergiaan Karen dengan sendu menyesali kesalahan yang dibuatnya di masa lalu dan berharap besok pertemuan dengan Karen berjalan dengan baik dan bisa menikah dengan Karen.
Karen berjalan dan mencari suaminya dan setelah bertemu Karen dengan tersenyum menghampiri suaminya karena suaminya sedang bermain dengan anaknya.
Sayang, Daka tidak rewel kan? Tanya Karen sambil duduk di sebelah David
Tidak jawabnya singkat tanpa melihatnya
Karen terkejut melihat perubahan suaminya. Ingin menanyakan tapi banyak orang sehingga Karen berusaha menahan diri untuk tidak bertanya.
Setelah acara selesai Karen dan David beserta 2 anak kembarnya pulang tidak ada pembicaraan sama sekali, diam seribu bahasa.
Karen sudah mulai curiga atas perubahan suaminya tapi berusaha menahan dirinya untuk bertanya karena mereka dalam perjalanan pulang takut terjadi pada ke dua anaknya Daka dan Dennisa.
Sampai di mansion David menggendong Daka ke kamarnya diikuti Karen menggendong Dennisa, mereka menidurkan di kamarnya. Dua orang baby sister sudah datang mereka ikut tidur menemani si kembar.
Karen dan David masuk ke dalam kamar. David merebahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya sedangkan Karen membawa baju ganti dan membawanya ke kamar mandi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka Karen keluar dari kamar mandi dan melihat David sudah tertidur pulas tanpa melepaskan sepatu dan jam tanganya.
Karen berjalan mendekati David dan melepaskan sepatu milik David suaminya.
Karen terjatuh ketika hendak membuka sepatu milik David. David menendang perut Karen membuat Karen menahan sakit di bagian perutnya karena bekas operasi ceasar yang belum ada satu minggu.
David berdiri kemudian berlutut menatap tajam mata milik Karen. Kemudian tangan kirinya mencekik leher Karen sedangkan tangan kanan satunya menekan perut Karen hingga bekas jahitan terbuka mengeluarkan darah segar, David tidak memperdulikan rasa sakit yang Karen rasakan, jiwa psychopathnya sudah keluar. Karen hanya diam sambil menahan sakit yang teramat sangat, tetesan air mata jatuh mengenai tangan David.
Karen memandang David dengan sendu tapi David tidak memperdulikan, Cekikan di leher Karen di lepas begitu pula perut yang di tekan.
David menggendong Karen dan menaruhnya di bathup kemudian mengisinya air hingga penuh. Air yang bening berubah menjadi darah yang keluar dari perut Karen. Wajah Karen ditenggelamkan sambil memegang tangannya agar tidak memberontak.
Karen hanya bisa pasrah jika takdirnya harus mati di tangan suaminya. Karen hanya bisa tersenyum sambil menahan sakit teramat sangat.
Karen berusaha memberontak tapi tenaga dan lemah kekurangan darah yang terus menerus keluar akhirnya pasrah dan memandang wajah suami yang sangat dicintainya kemudian memejamkan matanya.
David tidak tahu kalau Karen sudah tidak berontak lagi. David pun melepaskan tangannya kemudian menggendongnya dan membantingnya di lantai tapi Karen hanya diam tidak bergeming dan tidak membuka matanya.
Ayo bangun, siksaanmu belum selesai ? teriak David
Tidak ada jawaban dari Karen
Bangun kamu jangan pura - pura tidur hukumanmu masih kurang teriaknya lagi
__ADS_1
Karen tidak terpengaruh dengan teriakan David
David sangat kesal karena perkataannya tidak di jawab. Davidpun mencekiknya kembali tapi tidak terpengaruh. David pun menaruh telunjuknya di hidung Karen
deg
Apakah istriku mati ? tanya David mulai panik
David memegang denyut nadi di tangan Karen
deg
Kenapa? apakah benar sudah mati? David bertanya diri sendiri dan tidak percaya kalau Karen sudah tiada
Davidpun mulai mengarahkan dua jari tangannya ke leher Karen
deg
Karen tidak, kamu tidak boleh mati, maafkan aku, aku tidak bisa menahan emosi dan cemburuku, aku mencintaimu teriak David histeris
Karen, aku mencintaimu teriak David
Karen menepuk pipi David secara perlahan - lahan.
Sayang, bangun, mas mimpi apa ? tanya Karen lembut
David langsung terbangun dan langsung memeluk Karen sambil terisak.
Karen hanya membalas pelukan David dan mengusap punggung David. Setelah mulai tenang David melepaskan pelukan Karen.
Karen mengulurkan tangannya dan mengusap air mata David dengan jari mungilnya sambil tersenyum.
Mas kenapa ? tanya Karen lembut
Mas, mimpi kamu... David tidak bisa melanjutkan kata - katanya
Mas mimpi mencekikku kemudian aku mati bukan begitu ? tanya Karen sambil menatap wajah David
Ya, darimana kamu tahu ? tanya David
Perasaanku yang mengatakan itu semua jawab Karen
Seandainya aku benar - benar mati apakah mas bahagia ? tanya Karen serius
Tidak tentu saja tidak, aku tidak sanggup jika kamu mati tolak David tegas
__ADS_1
Kalau begitu aku minta tahan emosimu jika Mas tidak bisa melawan lampiaskan semuanya padaku dan aku tidak akan marah karena aku sangat mencintaimu tapi seandainya itu terjadi akulah korban terakhirmu dan jalani hidupmu dengan lebih baik. Aku akan rela menerima itu semua segala siksaan darimu ucap Karen dengan tulus.