Cinta Pertama Psychopath

Cinta Pertama Psychopath
Menemukan Dalang Pembunuhan 2


__ADS_3

Menemukan Dalang Pembunuhan 2


" Kamu berada di rumah kami, kami menemukanmu di pinggir pantai, siapa namamu?" tanya Wanita itu


" Aku?.... aku tidak tahu namaku siapa?" ucap wanita bingung


" Kamu tidak ingat?... siapa namamu?"... tanya wanita paruh baya.


" Aku tidak ingat?... akhhhhh!... kepalaku sakit?.. teriak wanita itu sambil memegang kepalanya.


" Jangan paksakan dirimu?... Bagaimana kalau aku kasih nama Laras?... ucap wanita baruh baya.


" Laras?" menunjuk dirinya sendiri


" Iya, maukah?... tanya wanita baruh baya


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.


" Anggap saja kami orangtuamu, panggil kami ibu dan ayah." pinta wanita paruh baya.


" Baik, ayah dan Ibu jawab Laras nama barunya.


Kini pasangan suami istri tersebut mengangkat Laras sebagai anak mereka.


xxxxxx


Rey dan Dennis mencari keberadaan Siska akhirnya salah satu anak buah mafia Dennis menemukannya dan sekarang sudah di sekap di markas milik Dennis.


Dennis yang mendapatkan info dari anak buahnya langsung menghubungi Rey untuk pergi ke markas.


Sampai di markas, mereka berdua melihat Siska diikat di kursi.


" Siapa kalian?" kenapa menangkapku? tanya Siska


" Kamu kenal Karen?" tanya Dennis


" Karen, siapa aku tidak kenal?" elak Siska


" Sungguh tidak mengenalnya?" tanya Dennis lagi


" Sungguh saya tidak kenal?" dusta Siska


Rey hanya memperhatikan muka Siska, karena dia dapat melihat wajah pembohong mana bukan. Melihat Siska membuat Rey tahu kalau Siska berdusta.


Rey, mengambil pisau kecil dan mendekati Siska. Sambil memainkan pisaunya ke wajah Siska. Siska yang juga seorang psychopath tidak merasa takut sama sekali.


" Sayang sekali kamu tidak kenal dengan Karen, Kalau kenal kamu akan selamat." jawab Rey sambil memotong jari Siska secara perlahan.


" akhhhhhh... " teriak siska


"kenal." tanya Rey lagi


" Tidak." jawab siska


" akhhhhhh... " teriak siska


Rey memotong bagian jarinya terkecil dan perlahan.


"kenal." tanya Rey lagi


" Tidak." jawab siska


" akhhhhhh... " teriak siska


Kini rey sudah memotong 10 jarinya. Kini beralih ke jari kakinya.


"kenal." tanya Rey lagi

__ADS_1


" Tidak." jawab siska


" akhhhhhh... akhhhh...akhhh.. akhhhh


Rey langsung memotong ke lima jari kaki sekaligus dengan lebih perlahan


"kenal." tanya Rey lagi


" Kenal." jawab Siska akhirnya


" Kenapa tadi bohong nona!!!" teriak Rey


" Anda yang memaksanya!!" teriak Siska


" Oh anda bohong ya!" tersenyum dengan Devil


" akhhhhhh... akhhhh...akhhh.. akhhhh


Rey langsung memotong ke lima jari kaki sekaligus dengan lebih perlahan, hingga tidak mempunyai jari kaki dan tangan.


" Saya kan sudah bilang kenal, kenapa masih dipotong!!!" protes Siska


" Ceritakan tentang Karen, kalau tidak saya tarik dua mata nona dengan pisau ini!!" pinta Rey sambil memandanginya menatap dengan tatapan pembunuh


Akhirnya Siska bercerita semuanya dan semua kata - kata Siska membuat Rey teringat apa yang diceritakan oleh Karen sama persis.


" Hahahaa... Dennis apakah kamu mau nambah siksaan buat Nona Siska!" tanya Rey memandang Dennis


" Kan aku sudah cerita? kenapa sekarang aku disiksa?" protes Siska


" Hahaha... anda saya jebak nona!" tawa jahat Rey


Dennis memilih alat - alat yang di punyai Rey kemudian menyiksanya lebih sadis. Teriakan demi teriakan bagi merupakan melodi yang sangat indah.


Tanpa sepengetahuan mereka salah satu anak buah Dennis menggenggam tangannya penuh amarah dan memalingkan muka dan menutup matanya.


Setelah beberapa lama akhirnya Siska menghembuskan nafas terakhir. Salah satu anak buah Dennis disuruh membuangnya di kandang buaya milik David.


xxxxx


Pria itu berjalan perlahan - lahan karena luka dikaki dan kepalanya yang masih sakit dan pusing membuatnya pingsan kembali.


Dua Hari Kemudian


Pria itu tersadar dan merasakan lapar, pria itu melihat kelinci kemudian menangkapny tanpa dimasak langung dimakan hidup - hidup karena tidak ada alat untuk memasak.


Pria itu menunggu ada orang yang datang hingga dia bisa keluar. Untuk bertahan hidup pria itu makan dan minum apa saja yang penting bisa bertahan hidup sambil mencari istrinya.


xxxxx


8 Bulan Kemudian


Tidak terasa Laras tinggal bersama mereka, sepasang suami istri tersebut terkejut dengan perubahan fisik Laras yang perutnya semakin buncit.


" Laras, apakah kamu hamil?..


" Aku tidak tahu, tapi perutku seperti ada pergerakkan." Jawab Laras


" Laras, orang sini memegang teguh adatnya." terang ibu angkatnya


" Maksud ibu?"


" Ibu takut, orang - orang akan bertanya siapa suamimu? apakah kamu masih ingat?"


" Maaf Bu, saya sama sekali tidak ingat, kalau begitu ijinkan saya pergi ya Bu?"


" Jangan, ibu tidak ingin kehilanganmu? tinggallah disini kalau mereka berbuat jahat, ayah dan ibu akan melindungimu dan kita bertiga pergi dari tempat ini kalau mereka mengusir."

__ADS_1


" Saya sudah banyak merepotkan dan saya tidak merepotkan ibu lagi."


" Tidak Laras, kamu sudah kuanggap anak ibu."


" Terserah ibu saja."


xxxxx


9 Tahun Kemudian


Laras sudah mempunyai anak laki - laki tampan bernama Dave. Orang tua angkat Laras pindah di tempat terpencil dikarenakan para tetangganya mengusir mereka.


" Dave, tolong ambilkan kayu bakar ya ?" pinta kakeknya


" Baik, Kek." jawab Dave


Dave anak Laras disuruh kakeknya untuk mencari kayu bakar karena orangtua angkat Laras sudah tua tidak sanggup membawa kayu bakar di hutan.


Dave berjalan kehutan dan tersesat memasuki kampung. Dave berjalan mencoba mengingat jalan pulang.


Ada dua wanita yang melihat Dave seperti orang kebingungan


" Hai, orangtuamu mana? kenapa main kesini?" tanya wanita pertama


" Ibu dan kakek serta nenek tinggal di dekat hutan." kata Dave


" Ayahmu?" tanya wanita ke dua


" Tidak tahu." jawab Dave polos


" Oh anak haram." celetuk wanita pertama


" Tidak kata ibuku, ayahku sedang pergi, aku bukan anak haram!" teriak Dave tidak terima


" Kalau ayahmu ada pasti menemuimu, dasar anak haram." teriak wanita ke dua


Dua wanita tadi sebenarnya ingin membantu menolongnya untuk dipertemukan dengan orangtua, tapi karena ayahnya tidak ada akhirnya mereka meledek dan menghinanya.


Dave menangis dan ke dua wanita itu malah tertawa senang hingga tiba - tiba.


bugh


bugh


Dua wanita itu dipukul hingga pingsan. Dave terkejut dan berhenti menangis menatap orang yang telah memukul ke dua wanita itu. Seorang pria tinggi tapi hanya terlihat punggungnya saja. Pria itu membelakangi Dave.


Dave kecil ketakutan melihat pria itu menusuk - nusuk dua wanita itu menggunakan pisau sampai mati mengenaskan.


Dave pingsan melihat kejadian tersebut. Selesai mengerjakan, pria tersebut melihat anak itu pingsan di bawa oleh pria tersebut.


Pria itu berencana anak laki - laki itu akan menjadi target kesenangannya. Berjalan dengan santai menuju ke rumahnya.


Dibaringkan anak itu kemudian diikatnya agar tidak lari. Pria itu mandi membersihkan darah yang menempel di badannya.


Setelah pria itu mandi langsung membuka ikatannya. Anak itu disuruh mandi karena badannya sangat kotor dan bau. Pria itu memberinya baju baru.


Pria itu ingin memutilasi anak itu hingga darah menempel di baju yang dipakainya dan akan disimpan sebagai koleksinya.


ceklek


Pintu terbuka Dave keluar dengan pakaian sudah rapih dan terlihat tampan.


Dave dan pria tersebut saling memandang dan terkejut.


deg


deg

__ADS_1


deg


deg


__ADS_2