
Hari ini Karen pertama kerja menjadi dokter jantung, Karen pagi - pagi sekali sudah terbangun dan sudah bersiap pergi ke mansion Dennis.
Sampai di mansion Dennis, Karen melihat rumah berlantai 5 dengan di kelilingi pagar yang tinggi. Karen turun dari mobil dan menyapa penjaga mansion.
Pagi pak,
Pagi, mencari siapa ?
Saya ingin bertemu dengan Pak Dennis saya sudah janji dengannya kemarin
Dokter Karen
Iya benar saya
Silahkan masuk
Terima kasih
Penjaga mansion pun membuka mobil dan Karen pun masuk ke dalam mobil kemudian memarkirkan mobil, seorang bodyguard membuka pintu utama mansion Karen masuk ke dalam sambil menunduk dan tersenyum.
Karen berjalan dan seorang pelayan menunjukkan ruangan dapur. Karen memakai celemek dan membuka kulkas kemudian mengambilnya kemudian memulai masak.
Bau harum masakan menyeruak keluar dari arah dapur.
tap tap
tap tap
tap tap
tap tap
Dua Suara sepatu turun dari arah tangga memperhatikan Karen sedang memasak, sampai dibawah mereka menuju arah dapur, makanan sudah rapih tertata di meja makan. Karen membawa masakan terakhir ke meja makan.
Silahkan makan tuan
Kamu duduk dan makan terlebih dahulu ? perintah Dennis
Ok
Karen pun mencoba semua masakannya dan mengambil satu sendok. Tanpa ragu Karen makan setelah selesai Karen berhenti dan menaruh sendok garpu diatas piring.
Saya seorang dokter tidak mungkin saya menyakiti orang lain
Saya hanya menjaga - jaga ucap Dennis
Baiklah, saya tunggu di ruang tamu, permisi
Hmm
Karen pun berdiri dan berjalan menuju ruang tamu. Merekapun makan dengan sangat nikmat terlebih papinya Dennis yang biasanya sulit makan kini makan sampai nambah.
Selesai makan merekapun pergi ke ruang tamu dan melihat Karen sedang membaca majalah bisnis yang ada di meja.
Makanannya enak, nanti siang datang ke sini
Terima kasih kalau bapak suka ? Kalau tidak ada pasien saya usahakan memasaknya
Panggil saja papi sama seperti Dennis memanggilku, papi akan tetap menunggu
__ADS_1
Baiklah Papi
Selesai berbincang Karen dan Dennis melanjutkan pergi ke rumah sakit untuk bekerja. Sampai di rumah sakit banyak karyawan Dennis iri melihat ada seorang gadis berjalan bersama pemilik rumah sakit.
Hari ini kita berkumpul di ruang meeting ucap asisten Dennis.
Baik kata mereka serempak
Merekapun pergi ke ruang meeting di sana Dennis memperkenalkan dokter baru spesialis jantung. Merekapun berkenalan kemudian melanjutkan meeting tentang perkembangan kemajuan rumah sakit.
Satu jam lamanya akhirnya selesaila meeting kemudian merekapun keluar, Karen diberikan perawat sebagai partner untuk membantu jadwal praktek kerjanya.
Karen masuk ke ruangan bersama perawat melakukan pekerjaan hari pertama kerja. Tidak terasa hari sudah mulai siang, seorang perawat datang dan menyampaikan kalau Karwn ditunggu Dennis di parkiran mobil, kebetulan sudah tidak ada pasien Karen pun pergi ke parkiran mobil.
Diparkiran Karen masuk dan duduk di samping Dennis tidak ada percakapan karena Dennis irit bicara, Karen yang jenuh hanya memandangi jalanan tanpa sepengetahuan Karen, Dennis memperhatikan Karen tanpa berkedip ada rasa ketertarikan Karen berbeda dengan gadis lain, biasanya orang - orang mendekati Dennis dan mencari perhatian Dennis tapi Karen berbeda.
Sampai di mansion Karen memulai memasak selesai masak merekapun makan bersama. Selesai makan merekapun melanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Di dalam perjalanan Dennis menerima telp dan marah - marah Karen terkejut tapi hanya diam saja.
Kita balik arah menuju perusahaan ucap Dennis
Baik tuan
Sopir itupun balik arah mobilnya dan menuju kantor.
Aku ke kantor dulu nanti baru ke rumah sakit ada masalah di perusahaan
Baik kak Dennis
Karen melihat Dennis mukanya menahan marah, Karen hanya diam saja. Sampai di perusahaan Dennis dan Karen turun semua pegawai menunduk takut karena mereka melihat wajah bosnya yang sedang menahan marah.
Mereka berdua naik dan lift menuju ruangan Dennis. Sampai di ruangan Dennis dengan kasar membuka pintu diikuti Karen dan sekretaris yang menunduk ketakutakan. Dennis duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan Karen duduk di sofa memperhatikan Dennis dan sekretaris.
Dennis menggebrak meja dan menatap tajam ke sekretaris dan melempar berkas ke wajah sekretaris. Karen terkejut Dennis melihat pertama kalinya Dennis marah.
Kamu tahu nanti jam 1.30 berkas ini harus sudah selesai tapi semuanya salah. Kamu tahu ini meeting penting proyek ini bisa menghasilkan uang triyunlah dan apalagi ini banyak dokumen yang salah ini semua penting hari ini sudah selesai
Maaf tuan, saya lagi banyak pikiran jadi saya tidak konsentrasi jawab sekretaris dengan penuh ketakutan dan tubuhnya gemetar
Saya tidak perduli hardik Dennis
Dennis berdiri tangannya siap melayang ke wajah sekretaris, sekretaris hanya pasrah dan memejamkan mata tapi tidak merasa tamparan diapun memberanikan diri membuka matanya dan melihat gadis bersama bosnya menahan tangannya agar tidak menamparnya sambil menggeleng dan tersenyum.
Mba silahkan keluar biar saya yang mengurus
Ba... baik ucap sekretaris kemudian diapun keluar
Kenapa kamu menghalangi menamparnya
Dia seorang wanita, hargailah Kak Dennis memukulnya bahkan membunuhnya apakah kerjaan kantor selesai. Lebih baik kerjakan sekarang masih ada waktu 25 menit
Mana cukup waktu yang sempit
Boleh kupinjam laptopnya
Buat apa
Katanya dokumen penting buat meeting biar saya mengerjakan
Apakah bisa dengan nada merendahkan waktunya tidak mungkin cukup sambungnya lagi
__ADS_1
Kita lihat nanti
Baiklah pakailah laptopku
Karen menerima laptop dari Dennis dan mengambil dokumen tersebut membacanya sekilas kemudian mengerjakan dokumen tersebut. Jari jemari yang lincah sambil memejamkan mata membuat Dennis ingin marah dan juga ingin tertawa Karen terlihat imut dan lucu.
Karen membuka matanya dan mulai mengeprint dokumen, selesai dokumen tersebut diberikan kemudian lanjut ke dokumen selanjutnya 18 menit pekerjaan sudah selesai.
Dennis tidak percaya semua dokumennya benar tidak ada satu huruf yang salah semuanya benar. Dennis pun menandatangani semua dokumen.
Bagaimana apakah ada yang salah tanya Karen sambil menaikkan satu alis matanya
Tidak, apakah bisa ikut meeting dan menjelaskan presentasi?
Tidak masalah
Dennis pun berdiri diikuti Karen mereka pergi menuju perusahaan tenpat dimana adanya meeting.
Sampai disana mereka masuk ke ruangan meeting di sana sudah banyak CEO yang berkumpul dan sebentar lagi di mulai. Satu persatu mulai mempretasikan kini tibalah Karen yang maju menjelaskan secara detil.
Ada seorang yang bertanya menggunakan bahasa Perancis karena Karen menjelaskan menggunakan Bahasa Inggris. Dennis ingin menjawab tapi sudah dijawab dulu oleh Karen membuat Dennis bengong begitupula sebagian yang ikut rapat.
Perusahaan tersebut setuju dan mulai menandatangani kontrak. Dennis sangat senang proyeknya gol.
Merekapun keluar dan melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
Saya tidak sangka kamu bisa semuanya bisa ceritakan?
Dulu aku kuliah ambil 2 jurusan kedokteran dan bisnis juga belajar it, menguasai 8 bahasa
What ? hebat tidak kusangka kamu sangat cerdas? karena proyek ini gol, minta hadiah apa ?
Terima kasih aas pujiannya, aku hanya minta 2 saja pertama tolong hargai pegawai kak Dennis karena tanpa mereka kita tidak bisa melakukan semuanya, berusaha menahan emosi dan ke 2 tersenyumlah karena kalau kak Dennis akan terlihat lebih tampan
Aku memang tampan
Tampan memang tapi kalau sedang marah - marah dan tidak tersenyum kelihatan menakutkan. Coba tersenyum
Dennis berusaha tersenyum walau agak kaku
Nah itu kan lebih tampan
Kamu ini
Aishhh rambut saya jadi rusak sambil merapikan rambutnya
Kamu tidak minta mobil, rumah, baju, tas atau apa
Tidak, karena saya hanya membantu, terima kasih atas penawarannya
Dennis sangat kagum biasanya wanita kalau ditawarin langsung kalap dan tanpa berfikir langsung pergi ke mall belanja sepuasnya.
Tidak terasa merekapun sudah sampai di parkiran.
Kalau saya butuh bantuan apakah dirimu siap membantu
Mudah - mudahhan kak
Merekapun keluar dan masuk ke rumah sakit, banyak mata memandang dengan rasa iri melihat kedekatan pemilik rumah sakit karena mereka berupaya mencari perhatian tapi tidak satupun diliriknya.
__ADS_1
Menjelang sore Karen pulang di depan lift Karen masuk ke dalam lift. Di dalam lift Karen bertemu dengan Dennis dan mengajaknya untuk mengantarkan Karen pulang.