Cinta Pertama Psychopath

Cinta Pertama Psychopath
Karen


__ADS_3

Boleh saya meminjam black card dan kartu identitas nona ?


Boleh Karen pun membuka tasnya dan mengambil dompetnya. Dompet itupun di buka oleh Karen kemudian memberikan apa yang di minta oleh manager keuangan. Ini Pak


Terima kasih nona, tunggu sebentar Manager kemudian membawanya ke dalam setelah agak lama manager keuangan memberikannya kembali black card dan identitas Karen. Silahkan diisi nona data formulir dan tanda tanga****ni


Baik Pak Karen pun mengambil dan mengisi data tersebut kemudian di tandatangani. Oh ya Pak saya membawa koper tolong ditaruh di koper ini. Karen pun menyerahkan koper tersebut.


Baik nona. T****unggu sebentar Nona


Baik


Manager keuangan itu masuk kedalam ruangan tak berapa lama membawa koper berisi uang Rp. 200,000,000


Ini nona silahkan jika mau di hitung


Tidak saya percaya sama Bapak. Terima kasih


Sama - sama nona, apa perlu bantuan security ? tawar manager keuangan


Tidak usah, terima kasih


Karenpun keluar dari bank menuju parkir mobil, sampai di mobil Karen masuk ke dalam dan mengunci pintu mobilnya membuka kopernya sebentar kemudian menutup kopernya kembali.


Karen melanjutkan perjalanannya tanpa diketahui Karen ada mobil yang mengikuti mobil Karen. Di tempat jalan yang agak sepi mobil itu menyalip mobil Karen dan menghalangi mobil Karen. Karen pun menghentikan mobilnya.


Karen keluar dari mobil kemudian mengunci mobilnya. 6 orang bernampilan serba hitam mengelilingi Karen sambil membawa pisau dan pistol.


Siapa kalian ?


Serahkan uang dan kunci mobilnya nona ?


Kalau saya menolak sambil menaikkan 1 alis matanya.


Nona akan mati


Kerja yang halal om beraninya sama perempuan cuih memalukan sekali ejek Karen


Berengsek, Jang ringkus cewe itu suruh bosnya


Ujang yang dipanggil namanya langsung menyerang Karen tapi Karen berhasil menghindar dan menendang alat vital Ujang dengan keras membuat Ujang meringis kesakitan.


Berengsek serang gadis itu cepat sebelum ada yang datang


Berempat menyerang bersamaan Karen berusaha menghindar dan membalas pukulan mereka kondisi Karen yang hamil membuat staminanya melemah Karen berusaha menahan kram diperutnya dengan menghindar dan memukul para penjahat.


Bosnya merasa kesal karena anak buahnya tinggal 2 lagi diam - diam memeluk Karen dari belakang dan menekan punggung Karen dengan pisau. Dengan sisa tenaga Karen menginjak kaki penjahat dan memukul keris pria tersebut membuat pemimpin itu meringis. Karen mengambil pisau tersebut dan menarik pria tersebut dan memeluk pria itu dengan satu tangan supaya tidak melawan dan tangan satunya membawa pisau dan menekan ke leher pria tersebut hingga leher itu berdarah.


Akhhh.


Teriakkan kesakitan pria tersebut


Jika kalian berani maju selakah saya tusukkan pisau ini ke temanmu


Mereka maju selangkah mendekati Karen dan Karenpun semakin menekan pisaunya.


Akhhh


Teriakan pria itu


Merekapun tidak bergerak

__ADS_1


Masuk ke dalam mobil dan pergi jauh dari sini kalau tidak saya tidak segan - segan membunuhnya


Merekapun diam dan bingung saling menatap


Akhhh


Suara jeritan pria tersebut


Merekapun terpaksa pergi meninggalkan mereka berdua. Setelah diliatnya agak jauh Karen melepaskan pria itu. Pria itu meringis kesakitan dijalan, Karen tidak tega melihatnya. Karen masuk ke dalam mobil membawa bantal dan kotak P 3 K


Karen keluar dari mobil dan mendekati pria tersebut. Pria itu agak takut ingin mundur tapi rasa sakit membuatnya mundur perlahan.


Jangan takut aku akan mengobatimu, duduklah di bantal ini. Karen pun memberikan bantal tersebut. Kemudian membuka kotak P 3 K mengambil kain kasa menekan perlahan sambil meniupnya karena pria tersebut meringis


Maaf kalau agak perih


Setelah darahnya sudah mulai agak berhenti. Karen mulai mengobatinya.


Sudah selesai.


Karen pun berdiri dengan perlahan menahan rasa kram perutnya sambil mengusap - ngusap perutnya


Nona hamil tanya pria itu


Iya saya hamil 1 bulan


Kenapa nona menolong saya ?


Saya tidak tega melihat orang terluka dan maafkan saya karena telah melukai anda


Apakah nona tidak takut dengan saya ?


Tidak, saya hanya takut dengan Tuhan


Saya percaya anda tidak akan tega melakukannya


Kalau saya tega


Berarti sudah takdirku kalau aku mati ditanganmu


Pria itu diam


Karen pun masuk ke dalam mobil membuka koper mengambil uang 10 juta dan diberikan ke pria itu.


Ini uang Rp. 10,000,000 pergunakan sebaiknya buat usaha yang halal jangan menyakiti orang lain lagi. Gimana seandainya keluargamu diperlakukan sepertiku pasti anda marah bukan? Sekali lagi kumohon gunakan uang itu sebaik - baiknya. Maaf saya harus pergi dulu.


Terima kasih nyonya semoga selalu mendapat kebahagiaan dan anaknya lahir dengan selamat. Semoga nyonya selalu bahagia bersama keluarga.


Amin. Berterima kasihlah pada Tuhan karena semua ini adalah milikNya


Permisi Karen tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


Karen melanjutkan perjalanannya menuju ke cafe xxxxx Karen memarkirkan mobilnya. Setelah mobilnya terparkir Karen mengambil kopernya dan keluar dari mobil menuju cafe tersebut.


Karen duduk mencari pria yang bernama Yuda.


Seorang pria memperhatikan Karen dan memberanikan diri.


Teman nya Siska ?


Anda siapa ? Saya Yuda , mana uangnya ?

__ADS_1


Ini di dalam koper mana data yang kuminta ?


Yudapun memberikan semua data tersebut yang dia simpan.


Karenpun mengambilnya dan menaruhnya di dalam tas. Yudapun mengambil koper tersebut membukanya kemudian menutupnya kembali dengan cepat karena takut ada yang melihatnya tiba - tiba pria itu menarik tangan Karen hingga posisi koper berada di tengah mereka. Karen yang kondisi belum siap sehingga ketika di tarik Karen langsung ketarik badannya.


Anda cantik ternyata cantik juga mau tidur bersamaku bisiknya di telinga Karen


plak


Karen berusaha melepaskan diri dan menampar pria tersebut. Pria itu meraba pipinya dan tersenyum sinis pria itu pun pergi meninggalkan Karen. Karen hendak memgejar untuk merebut koper tersebut tapi perutnya terasa kram.


Karen duduk di cafe sambil mengelus perutnya dan membuang nafas secara perlahan kemudian Karen memesan makanan karena perutnya terasa perih.


Selesai makan dan minum Karen istirahat di cafe sambil menikmati pemandangan di luar. Setelah perutnya sudah mulai tidak kram, Karen ingin pergi ke rumah sakit untuk mengecek kehamilannya.


Karen melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit. Setelah mendaftar Karen menuju bagian perawat yang mengecek tensi dan Karenpun di timbang berat badannya. Karen menunggu di ruangan khusus Kandungan. Setelah menunggu agak lama giliran Karen.


ceklek


Karen masuk ke dalam ruangan kandungan


Siang dok


Siang


Silahkan berbaring Nyonya


Terima kasih.


Maaf ya Nyonya kata perawat


Perawat mengoleskan gel ke perut Karen kemudian dokter mengarahkan sticknya.


Nyonya ini ada 2 janin anak anda kembar, Nyonya jangan sering stres kasihan janinnya agak lemah hati - hati ya Nyonya jangan sampai cape usia bayi anda sudah 6 minggu. Saya kasih vitamin penguat kandungan, ada keluhan ?


Tidak ada dok


Misal muntah atau mual - mual tidak dok tapi suamiku yang mengalaminya dok ( Karen menganggap David adalah suaminya )


Biasanya suka begitu kadang istrinya kadang suaminya, ini resepnya ya ?


Baik dok, terima kasih dok, sus


Karen pun keluar ruangan dan menuju apotik kemudian menunggu panggilan setelah agak lama Karen pun dipanggil setelah membayarnya Karen mengambil obat penguat kandungan.


Ketika Karen keluar dan melewati pendaftaran ada suami yang mengendong anaknya yang sedang sakit demam dan istrinya sedang berdebat meminta keringanan. Karen tidak tega dan menghampiri mereka.


Maaf ada apa ya Pak Bu ?


Ini nona anak saya sakit tapi saya minta keringanan saya akan bayarnya nyicil tapi pihak rumah sakit tidak bersedia


Mba ini kartu saya, saya deposit 20,000,000 kalau nanti kurang hubungi saya ini karta saya dan tolong agar anak ini segera ditangani Karen membuka tasnya dan mengambil dompetnya mengeluarkan kartu debit dan kartu namanya.


Baik Nona


Anak itupun langsung di tangani.


Terima kasih nona semoga nona selalu diberi rejeki dan kebahagiaan ucap ibu itu sambil memeluknya dan menangis


Terima kasih nona jasamu tidak kami lupakan, semoga bahagia selalu ucap bapak itu sambil memeluknya karena terharu melihat ada malaikat yang tak bersayap yang memperdulikan kaum miskin

__ADS_1


Karen membalas pelukan mereka sambil tersenyum.


Berterima kasihlah pada Tuhan karena semua ini adalah milikNya


__ADS_2