
Karen berfikir mungkin hanya orang kurang kerjaan yang mengirim pesan tersebut. Karn tidak menanggapinya dan langsung tertidur.
Jam 11 siang Karen terbangun melihat suaminya masih tertidur pulas. Dengan perlahan Karen melepaskan tangan David yang sedang memeluk Karen.
Setelah terlepas pelukannya Karen perlahan bangun dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.
David yang sedang tertidur merasakan tidak memeluk istrinya meraba ranjangnya mencari keberadaan istrinya sambil memejamkam matanya.
David terkejut langsung membuka matanya dan duduk di ranjang. Matanya mencari keberadaan istrinya, terdengar suara gemericik air di kamar mandi.
David merasa lega istrinya tidak pergi karena David mempunyai firasat kalau istrinya akan pergi meninggalkan dirinya. Rasa kuatir mulai menghantuinya. Tidak biasanya firasatnya seperti ini.
ceklek
" Sayang sudah bangun? mandi ya sayang biar segar dan tidak enak dengan mereka yang sedang menunggu kita?" bujuk Karen sambil tersenyum
David tidak menjawab hanya berdiri dan berjalan menuju Karen.
greb
David memeluk Karen dengan erat dan menaruh dagunya di bahu Karen. Karen sangat terkejut tidak biasanya suaminya seperti itu.
"Kenapa sayang?" tanya Karen sambil membalas pelukan David dan mengusap punggungnya.
David hanya diam dan tidak memjawabnya. Karen merasakan bahunya basah, Karen berusaha melepaskan pelukan David.
" Sayang, kumohon biarkan seperti ini?" pinta David.
Karen hanya diam, tangan kirinya mengusap punggung David dan tangannya membelai kepala David.
Setelah agak lama David melepaskan pelukan Karen dan melihat wajah Karen dengan mata sendu.
Karen pun menghapus air mata David.
" Ada apa sayang?" tanya Karen lagi
" Mas tidak tahu sayang? Mas mempunyai firasat kalau kamu akan ninggalin Mas seorang diri?" jawab David lirih
" Tidak mungkin sayang, apapun yang terjadiaku tidak akan meninggalkanmu? percayalah padaku?"
" Berjanjilah padaku sayang, apapun yang terjadi, kamu akan selalu mencintaiku dan jangan pernah tinggalkan diriku!" pina David
"Baik sayang, aku berjanji." jawab Karen sambil tersenyum tulus
"Terima kasih sayang." jawab David sambil memeluk Karen kembali.
" Ya, sekarang mandilah sayang biar segar badanmu." pinta Karen
" Baiklah." Kata David
David pun masuk ke kamar mandi sedangkan Karen menyiapkan pakaian David, setelah beres Karen berdandan sekedarnya kemudian duduk di ranjang menunggu David.
__ADS_1
Ponsel Karen berdering sebentar pertanda ada pesan wa yang masuk, Karen pun tanpa curiga membuka isi pesan tersebut.
Tunggulah nanti malam, ajalmu dan suamimu siap menantimu
Karen terkejut mendapatkan bunyi pesan tersebut dan memikirkan apakah dia mempunyai musuh. Tapi Karen merasa tidak pernah menyakiti perasaan orang lain dan beranggapan mungkin hanya orang iseng.
Karen pun tidak memperdulikannya dan tidak ingin ambil pusing.
Ceklek
Pintu terbuka dan keluarlah David dengan memakai handuk dan berjalan menuju Karen mengambil pakaian yang dipilihkan oleh istrinya.
Setelah bersiap David dan Karen menuju tempat pertemuan. Karen mengenalkan David sebagai suaminya ke pemilik rumah sakit dan rekan para dokter dan perawat. Begitu pula dengan mereka saling mengenalkan pasangannya.
Acara perkenalan selesai dilanjutkan dengan makan bersama. Selesai makan mereka berbincang satu sama lain saling mengakrabkan diri. Tidak ada jarak yang membedakan antara pemilik, dokter, perawat dan petugas kebersihan, semuanya sama derajatnya.
Selesai beramah tamah merekapun masuk ke kamar masing - masing dan nanti malam akan diadakan pesta kembang api dan acara panggang daging sapi dan ayam serta sosis.
David dan Karen sudah masuk ke dalam kamar. Mereka duduk di sofa sambil berbincang setelah lama berbincang Karen menggambil ponselnya dan video call dengan ke dua anaknya.
📱 Hallo sayang tanya Karen dan David
📱Hallo Mommy dan Daddy jawab Daka dan Dennisa bersamaan
📱Gimana kabarmu sayang tanya Mommy
📱Baik Mom jawab mereka serempak
📱Tidak Mom, Daka selalu menuruti perintah bibi dan paman jawab Daka
📱Tidak Mom, Dennisa selalu menuruti perintah paman Dennis jawab Dennisa
📱 Bagus, Mommy dan Daddy sangat bangga mempunyai anak - anak yang nurut, pesan Mommy dan Daddy kalian belajar yang rajin supaya kalian pintar mirip Daddy dan Mommy pinta Mommynya
📱Baik Mom, Dad
📱Kalian sudah makan? tanya Mommy
📱Sudah mom, jawab Daka dan Dennisa
📱 Bagus, mana Paman Rey, Bibi Sandra dan Paman Dennis ? tanya Mommy
📱Sebentar Mom
Merekapun memanggilnya
📱 Hallo Kak Kaen dan Kak David apa kabar? tanya David
📱 Kabar kami baik, kami harap kalian juga jawab Karen
📱 Puji Tuhan, kami sehat semua jawab Rey dan Sandra
__ADS_1
📱 Syukurlah kami sangat senang, kami titip Daka ya ? Jagalah dan anggaplah Daka seperti anak kalian pinta Karen
📱Tentu saja Daka selalu kuanggap sebagai anak kami tenang saja. Kak Karen kok ngomongnya seperti itu kayak mau pergi jauh aja kan 2 hari juga pulang tanya Rey
📱Hehehe... Sudah dulu ya Rey dan Sandra bye
📱Bye
tut tut tut
Ponsel yang terhubung dengan Rey terputus tinggal yang terhubung milik Dennis. Dennis hanya melihat dan mendengarkan percakapan Karen dan Rey.
📱Kak Dennis, aku titip Dennisa kalau kesal dan marah cukup dimarahin jangan dipukul karena aku dan Mas David tidak pernah memukulnya. Aku percaya sama Kak Dennis akan merawat dan menjaga Dennisa
📱Kamu kenapa sih Ren, kata - katamu seperti orang mau berpisah jauh
📱 Tidak tahu Kak Den, mungkin 3 hari terasa lama, biasanya aku dan Mas David tidak pernah berpisah dengan Daka dan Dennisa.
📱Bisa juga sih, tapi percayalah aku akan selalu menjaganya.
📱Baik aku percaya sama kak Dennis, sudah dulu ya kak? bye
📱 Bye
tut tut tut tut
Telephone pun terputus. Karen menaruh ponselnya di nakas.
Karen melihat David mengunci pintu kamar dan menuju ke ranjang dimana Karen berada.
" Sayang dua ronde yuk, nanti malam kan kamu pasti bilang lelah habis mengikuti acara pesta kembang api dan acara memanggang daging sapi, ayam dan sosis." goda David
Karen melepaskan sepasang anting dan meminta David jam tangannya karena ke dua benda tersebut ada kamera cctv, kemudian disimpan di kotak.
Karen hanya menganggukan kepala tanda setuju tanpa aba - aba Karen langsung di terkam oleh David dan terjadilah pergulatan panas hingga Karen terbaring lemas dan tertidur.
David yang sudah puas, memeluk Karen dan ikut tidur bersama mengarungi mimpi indah.
Jam 5 sore Karen terbangun dan mandi setelah menyelesaikan ritualnya Karen membangunkan David untuk mandi. David terbangun dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Karen mulai memakai dress selutut dan bermake up sekedarnya kemudian menyiapkan pakaian untuk David.
Karen memakai sepasang anting pemberian David waktu ulang tahun pernikahan mereka yang pertama sedangkan David memakai jam tangan pemberian istrinya Karen waktu ulang tahun pernikahan pertama mereka.
Karen membawa tas dan di dalamnya berisi ponselnya. Setelah bersiap merekapun berjalan menuju ke lantai atas untuk bersiap mengikuti pesta kembang api.
Acara kembang api belum dimulai merekapun saling mengobrol dan saling bertukar cerita hingga tidak terasa jam menunjukkan pukul 8 malam masih 1 jam lagi baru di mulai.
Tas Karen bergetar sebentar bertanda ada pesan masuk. Karen pun mulai membuka tasnya dan mengambil ponselnya dan membaca pesan tersebut.
Bersiaplah tinggal 15 menit BOM akan meledak, bersiaplah untuk melarikan diri, tapi kurasa tidak bisa mengingat kamu dan suamimu di tengah laut. Hahaahhaha
__ADS_1