
Karen dan David melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah sakit, jalan raya lumayan ramai, Karen dan David mengobrol terkadang tertawa bersama.
Pertemuan dengan Bagas membuat David cemburu dan marah Karen berusaha mencairkan suasana hati David yang kurang baik dengan cara bercerita lucu atau mengeluarkan kata - kata gombal agar David bisa tersenyum kembali.
" Sayang, udah donk ngambeknya? " rayu Karen
" Siapa yang ngambek?" tanya David
" Itu mukannya ditekuk, senyum donk tambah ganteng tahu kalau senyum?" rayunya lagi
David melihat Karen sekilas lalu tersenyum
" Nah gitu donk, tambah ganteng kan suamiku ini!" puji Karen
" Senyumku tidak gratis." Jawab David sambil tersenyum mesum
" Tenang aja, nanti aku kasih spesial?" jawab Karen
" Benar yank?" jawab David tersenyum senang sambil membayangkan nanti pulang di rumah.
" Benar, serius malah?" jawab Karen sambil tersenyum
" Spesial pakai telur!" jawab Karen sambil tertawa
David pun ikut tertawa dan mengacak - ngacak rambut Karen.
Ish, rambutku berantakan yank ? gerutu Karen sambil merapikan rambutnya.
David tertawa mendengar gerutuan Karen. Karen pun ikut senang melihat suaminya tidak marah lagi.
" Sayang, nanti malam kamu datang ke tempat orangtua angkatmu?" tanya David serius
"Datang donk yank ?" jawab Karen
"Kalau boleh jujur, kamu masih mencintainya ?" tanya David serius
"Sayang, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu apapun yang terjadi hatiku dan semua yang ada didiriku hanya milikmu. Percayalah padaku." jawab karen Serius.
" Aku datang ke sana, bagaimanapun mereka yang telah merawatku sejak aku bayi dan aku merasa hutang budi terhadap mereka." ucap Karen
" Kalau mereka memintamu untuk menikah dengan anaknya apakah kamu langsung setuju dengan alasan hutang budi?" tanya David
" Akukan sudah menikah denganmu dan aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup, apa sekarang mas sudah mulai bosan padaku?" tanya Karen pelan
__ADS_1
" Sayang, mas tidak akan pernah merasa bosan denganmu tapi Mas takut kalau kamu akan ninggalin Mas!" jawab David
" Aku tidak mungkin ninggalin Mas, percayalah padaku!" jawab Karen mantap
"Ya, mas akan percaya padamu hanya kuminta jangan salah gunakan kepercayaan Mas." pinta David.
"Mas juga, jangan menyalahgunakan kepercayaanku,aku sangat mencintaimu suamiku yang paling kusayang. " ucap Karen tulus
David tersenyum hingga tidak terasa sudah sampai di rumah sakit. David menemani Karen untuk menemui pemilik Rumah Sakit, Karen dan David duduk saling berhadapan dengan pemilik Rumah sakit.
Seorang perawat datang memberikan bungkusan ke pemilik rumah sakit. Pemilik itupun memberikan bungkusan itu ke Karen yang berisi 2 stel jas dokter dan tas dokter.
Setelah selesai, Karen dan David berpamitan pulang menuju ke mansion.
xxxxxx
Malamnya Karen dengan didampingi David mereka pergi ke Mansion Adam ayah angkatnya.
David dan Karen masuk ke gerbang mansion dan memarkirkan mobilnya di garasi. Karen dan David masuk ke dalam setelah dibukakan oleh bodyguard Pak Adam.
Karen dan David masuk ke dalam dan masuk ke ruangan keluarga. Karen melihat Adam dan Elisabeth. Karen memegang tangan Elisabeth dan mengecup punggung tangannya begitu pula dengan Adam. Sedangkan Karen yang melihat Bagas hanya bersalaman karena menjaga perasaan suaminya. Davidpun juga sama seperti yang dilakukan oleh istrinya Karen.
" Sayang, kamu tambah cantik saja?" kata Elisabeth
"Mommy juga tambah cantik, awet muda lagi." puji Karen
Merekapun saling mengobrol, Orangtua Bagas sudah ikhlas kalau Karen tidak jadi menikah dan tetap menganggap Karen sebagai anaknya tapi beda dengan Bagas hasrat untuk memiliki Karen sangat kuat.
Bagas sedang menyusun rencana yang jahat buat mereka berdua agar mereka berpisah sehingga Karen bisa menjadi miliknya kembali.
Bagas meminta bantuan temannya untuk menjalankan misinya.
Setelah agak lama mengobrol Elisabeth mengajaknya makan bersama. Karen dan David makan bersama.
Selesai makan Karen dan David pamit untuk pulang. David memeluk Karen dari samping dengan posesif membuat sepasang mata menatapnya dengan tajam dan amarah.
xxxxx
Hari ini pertama kalinya Karen kerja sebagai dokter pengganti selama 2 minggu karena David banyak mendapatkan proyek. Kebetulan juga rumah sakit kekurangan dokter ahli jantung dengan bertambahnya Karen di rumah sakit itu kini mempunyai 2 orang dokter ahli jantung.
Karen memakai dress selutut dan memakai heels dan memakai jas dokter, rambutnya dibiarkan tergerai kemudian memakai make up sekedarnya kemudian memoleskan lipstick warna pink.
Karen yang menyetir mobil karena David sibuk di laptopnya mengerjakan dokumen yang dikirimkan oleh asistennya di luar kota belum lagi beberapa proyek yang baru dikerjakan.
__ADS_1
Setelah sampai David mengecup bibir istrinya dan kemudian turun dari mobil dengan terburu - buru dan masuk ke dalam lobby perusahaan PT Angkasa untuk mengikuti meeting lanjutan.
Karen pun melanjutkan perjalanan menuju ke Rumah sakit. Karen masuk ke dalam ruangan kerjanya baru saja bokongnya mau sampai di kursinya ponselnya berbunyi, Karen melihat siapa yang menelephonenya ternyata suaminya kemudian Karen menggeser tombol hijau.
Karen : Hallo sayang?
David : Sayang, proposal punya mas ketinggalan di mobil, bisa antar ke sini tidak? di PT Angkasa !
Karen : Bisa, Yank tunggu sebentar ya
tut tut tut tut
Karen langsung mematikan telpnya dan mengambil tasnya dan berlari.
" Dok, nanti 9 ada operasi jantung? tanya Perawat
" Ok, nanti aku balik secepatnya ada hal penting bye." jawab Karen
Karen pun berlari sampai di parkiran Karen pun mengendarai mobil sedikit ngebut.
Sampai di Lobby, Karen memarkirkan mobilnya kemudian mencari berkas dokumen yang diminta David. Ternyata dokumen tersebut ada di kursi belakang, Karenpun mengambilnya.
Karen masuk ke dalam dan menemui resepsionis kemudian Karen menuju ruangan meeting.
tok tok tok tok
ceklek
Karen masuk ke dalam dan semua orang memandang Karen heran karena ada dokter cantik datang keruangan meeting. Begitupula dengan Adam dan Bagas.
"Maaf mengganggu saya hanya memberikan dokumen milik suami saya." ucap Karen sambil tersenyum
Karenpun menghampiri suaminya dan memberikan dokumen tersebut. Kemudian sekali lagi menunduk meminta maaf karena telah mengganggu meetingnya. Baru saja Karen memegang handle pintu.
bruk
Salah seorang pemimpin PT Angkasa tiba - tiba ambruk. Karen langsung berbalik, mendekati pria tersebut kemudian mengecek nadinya.
Karen berusaha memompa jantung pria itu berkali - kali sambil telinganya di dekatkan untuk mendengar suara nafasnya hingga akhirnya orang itu tersadar kemudian di bawa ke ruangan kamar pribadinya.
"Terima kasih." ucap salah satu pemimpin PT Angkasa.
" Sama - sama tuan, maaf saya terburu - buru mau ke rumah sakit, ada jadwal operasi jantung, permisi." ucap Karen
__ADS_1
"Baik nona, sekali lagi terima masih jawab pemimpin PT Angkasa
Karen pun pamit dan pergi ke rumah sakit meninggalkan perusahaan tersebut.