
David membawa ke kamarnya dan mengambil handuk kemudian direbahkan ke ranjang melepaskan seluruh pakaian Karen hingga polos tanpa swbelai benangpun.
Membersihkan dan mengelap tubuhnya hingga kering kemudian memakai bajunya.
tok
tok
tok
tok
ceklek
David berdiri dan menyelimuti tubuh Karen dan berjalan ke arah pintu. Rey datang membawa baskom dan handuk.
David menerimanya dan pergi ke ranjang tempat Karen. Pintupun ditutup oleh Rey untuk membersihkan kekacauan.
David memandang wajah Karen kemudian luka lebam dengan perlahan - lahan
eughh.. Karen perlahan membuka matanya melihat wajah David yang sangat dekat.
cup
David mengecup bibir Karen
Sudah sadar sayang, mana yang sakit sayang ?
Semuanya sayang badanku sakit semua sebenarnya dari pagi badanku sudah sakit Mas mengajakku bercinta ditambah diserang oleh mereka tambah sakit terasa tulangku mau copot
Maaf ya sayang, aku sudah panggil dokter sebentar lagi datang
Oh ya gimana mereka sayang?
Sudah Mas bereskan, maaf ya sayang Mas tidak bisa kontrol emosi karena melihat di cctv kamu diserang
Tidak apa - apa sayang yang penting Mas berusaha lebih keras lagi menahan amarah dan jiwa psychopatmu dikit demi dikit bisa hilang
__ADS_1
Baik sayang akan mas usahakan, terima kasih selalu ngertiin Mas. Mas makin mencintaimu dan berharap kita bisa menikah
Karen hanya diam tidak membalas karena sejujurnya diapun ingin menikah dengan David tapi takdir tidak mengijinkan.
Sayang
Ya sayang
Berjanjilah padaku jika seandainya dirimu hamil jangan kamu bunuh anak kita, kalau suamimu tidak ingin menerimanya berilah kepadaku aku akan merawatnya sendiri.
Iya sayang saya janji. Apakah Mas tidak ada keinginan mencari penggantiku?
Tidak sayang sampai Mas tiada hanya kamu yang ada dihatik**u. Aku akan selalu setia menunggumu sampai aku tiada**
Karen diam hatinya sangat tersentuh dan terluka. Karen menangis kenapa takdir begitu jahat memisahkan dua orang yang saling mencintai.
Kamu kenapa sayang? David menghapus air mata Karen dan memeluk Karen
Jangan menangis sayang Mas tidak sanggup melihatmu menangis
David melepas pelukannya dan membaringkan Karen di ranjang tempat tidur. Davidpun melepas jas dan sepatunya kwmudian tidur di samping Karen dan mengangkat kepala Karen ke lengan David sebagai bantalannya kemudian memeluknya, mengecup kening Karen kemudian memejamkan mata karena David pun juga lelah habis bertarung melawan mereka.
tok
tok
tok
Rey membuka pintu kamar David dan melihat mereka berpelukan. Reypun menutup pintu secara perlahan.
Dok, mereka tertidur
Terus gimana tuan?
Dokter istirahat di ruang tamu nanti kalau mereka bangun nanti dokter aku panggil
Baiklah
__ADS_1
( semoga tuan selalu bahagia dengan nona Karen, mereka saling mencintai tapi takdir tidak berpihak pada mereka batin Rey )
Rey pun turun dan masuk ke kamar dan istirahat karena rasa lelahnya membuat Rey cepat tertidur pulas.
Hari sudah sore, Karen membuka matanya dilihatnya David masih tidur disampingnya sambil memeluk dirinya.
Karen memberanikan tangannya memegang wajah David dari kening, pipi, hidung dan bibir.
Sudah puas memandang dan memegang wajahku David tiba - tiba membuka matanya dan tersenyum.
Karen merasa malu dan menarik tangannya tapi ditahan oleh David dan David mengecup bibir Karen.
Sayang, besok pagi aku pulang ke Indonesia ya?
Apakah tidak terlalu cepat sayang?
Maaf aku sudah terlalu lama tinggal di sini. Mas kan sudah menyimpan nomer ponselku kita bisa saling kontak
Hmmmm... baiklah tapi kamu janji ya jangan memblokir nomer handphoneku
Janji sayang
Aku mandi dulu ya badanku tidak enak terada lemgket
Mandi bareng yuk?
Badanku masih lemas sayang
Hmnm baiklah David cemberut
Karen tersenyum melihat David cemberut.
cup
Jangan cemberut nanti jelek
David tersenyum dan mencubit Karen pelan. Karenpun membawa pakaian ganti dan masuk ke dalam ke kamar mandi.
__ADS_1