
Bagas kini sudah bisa pulang, Karen membantu Bagas membereskan semua pakaian Bagas dan barang - barangnya. Setelah selesai Karen mendorong kursi roda milik Bagas mengikuti Mommy dan Daddy yang berjalan di depan.
Singkat cerita kini Mommy dan Daddy duduk di ruang tamu sambil memperhatikan Bagas yang sedang duduk di kursi roda sedangkan Karen duduk di lantai menaruh kaki Bagas ke pahanya mencari titik saraf yang masih berfungsi
akhh... sa... kit
Bagas berteriak kesakitan, Adam dan Elisabeth terkejut mendengar teriakannya.
Karen kenapa dengan Bagas? kan kakinya bukannya seharusnya tidak sakit kalau disentuh
Karen mencari titik saraf Mom supaya tahu mana yang masih bisa berfungsi dan bisa menyembuhkan kaki kak Bagas
Karen pun melanjutkan perkerjaannya mencari titik sarafnya.
akhhh...sa... kittt
akhhhhh.... sa... kit
akhhhh... sa... kit
Teriakan Bagas menggema, Karen pun mulai menghentikan aktifitasnya.
Untuk sementara sudah dulu besok lanjut lagi. Gimana kak rasanya sekarang ?
Sudah lebih enakkan badan kakak terasa lebih segar
Syukurlah kak, Mom, Dad dan kak Bagas Karen mau istirahat dulu badan Karen sangat lelah
Ok jawab mereka serempak
Karen pun naik ke atas dan masuk ke kamarnya dan menguncinya untuk istirahat. Badannya yang sangat lelah membuatnya mudah tertidur.
xxxxxxx
David mencoba menghubungi Karen tapi handphonenya tidak diangkat berulang - ulang kali tapi tetap tidak diangkat. Pikiran David menjadi kalut memikirkan Karen dan ke 2 anaknya yang masih dalam kandungan kekasihnya.
Rey,
Kenapa tuan ?
Kenapa Karen tidak angkat telp ku?
Mungkin dia bersama keluarga angkatnya jadi tidak enak kalau angkat telp nya
Mungkin saja Rey
Tuan waktu kita bertiga di apartemen nona Karen bercerita padaku, apakah tuan mau mengikuti saran nona Karen ?
__ADS_1
Apa itu Rey ?
Nona Karen meminta jika seandainya tuan tidak bisa menghubungi nona Karen mungkin nona Karen tidak ingin melukai hati keluarga angkatnya lebih dalam lagi dan memohon padaku agar tuan fokus dengan pekerjaan, menjaga kesehatan tuan dan jangan sampai telat makan, jangan sampai tuan melukai dirinya. Kalau seandainya berjodoh bisa dipersatukan kembali dan nona Karen berharap tuan untuk membuka hatinya.
Aku akan berusaha mencobanya Rey, terima kasih
Setelah mendengar perkataan asisten Rey David mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya hingga terasa waktunya makan siang, mereka berdua keluar untuk membeli makanan merekapun makan di restoran favorit mereka.
Kini pikiran David hanya bekerja dan bekerja terkadang Rey sering mengingatkan tuannya untuk makan. Jika tuannya tidak mau makan Rey akan selalu mengatakan nona Karen bisa merasakannya dan ikutan tidak mau makan dan David tidak mau itu mengingat di perut Karen ada anak - anak mereka karena itu David selalu menurut apa kata - kata Rey.
Rey bersyukur begitu banyak dampak positif Karen terhadap tuannya. Rey berharap agar mereka bisa selalu bersama entah itu kapan.
xxxxxx
3 minggu kemudian
Bagas sudah bisa berjalan dengan normal, Orangtua Bagas dan Bagas sangat senang. Usia kandungan Karen sudah berjalan satu bulan pakaiannya sudah mulai agak sesak. Karen mengetuk pintu kamar Bagas.
tok tok tok tok tok
Masuk
ceklek
Karen membuka pintunya dan melihat kak Bagas lagi duduk santai sambil mengerjakan tugas pekerjaan kantor seperti biasanya.
Karen menghampiri Bagas, Bagas hanya menatap sebentar lalu mengerjakan tugasnya kembali.
Kak Bagas
Hmm..
Buat apa ?
Bajuku sudah mulai agak sempit dan sangat sesak rasanya aku ingin membeli pakaian
Aku antar saja ke butik, kamu bersiaplah ?
Baik kak
Karen pun berjalan dan keluar dari ruangan Bagas. Bagas kini memanggilnya aku dan kamu kata sayang sudah tidak digunakan lagi sejak Karen diketahui sedang hamil. Karen tidak mempermasalahkannya malah lebih enak tidak memanggil kata sayang terasa aneh di telinganya.
Karen sudah bersiap dan membuka pintunya, di depan pintu Bagas sudah berdiri di depan, merekapun turun ke lantai satu.
Bagas dan Karen kalian mau kemana ? tanya Mommy
Pergi ke mall mom jalan - jalan jawab Bagas
__ADS_1
Hati - hati seminggu lagi kalian akan menikah kata Mommy
Merekapun berjalan sambil bergandengan tapi lebih tepatnya Bagas yang menggandengnya, Karen hanya membalas genggaman Bagas.
Singkat cerita mereka sampai dibutik, Karen membeli 10 pakaian yang agak lebar bisa dipakai 2 bulanan.
Selesai belanja Karen meminta Bagas untuk makan siang mereka memesan makanan tidak ada pembicaraan sama sekali sampai makanan datang dan habis tidak ada sama sekali pembicaraan.
Karen sebenarnya malas berjalan dengan Bagas karena Karen tidak biasa jika sering diam.
Sampai di dalam mobil sama sekali mereka saling diam membuat Karen tidak betah.
Kak
Hmm.. ada apa ?
Kenapa kakak diam saja ?
Memang apa yang mesti diobrolkan ?
Dulu kan biasanya kakak sering bicara dan bercanda tapi sudah 3 minggu lebih kakak jarang bicara, menjawab seperlunya singkat dan padat sisanya diam
Sama saja seperti dulu mungkin perasaanmu
Apakah kakak menyesal menikah denganku? kalau iya aku bisa bilang ke mommy dan daddy untuk membatalkan pernikahan ini
ciiitttttt
Bagas mengerem mobil mendadak untunglah Karen memakai sealtbelt sehingga tubuhnya tidak menabrak dasboard mobil.
Sudah 2 kali kamu bilang seperti ini jawabannya tetap sama kapanpun kita akan tetap akan menikah Bagas menatap tajam ke Karen
Karen hanya menunduk tidak membalas perkataan Bagas. Bagas pun melanjutkan perjalanannya.
Sampai di rumah Bagas memarkirkan mobilnya dan langsung turun kemudian disusul Karen turun dari mobil.
4 hari kemudian
Bagas seperti biasa bangun pagi hari dan bersiap ke kantor sebelumnya Bagas makan bersama orangtuanya dan Karen. Tidak ada suara sama sekali yang keluar masing - masing menikmati makanannya.
Selesai makan Bagas berangkat ke kantor sedangkan orangtua Bagas menikmati masa tuanya semuanya sudah menjadi tanggung jawab dan diserahkan perusahaan ke Bagas terkadang Daddy nya membantunya bila Bagas membutuhkan bantuannya.
Hari ini Karen di suruh Bagas untuk datang ke kantornya untuk mengantar makanan. Karen berusaha untuk mencintai Bagas dan melupakan David ketika disuruh mengantar makanan Karen sangat senang mungkin permulaan hubungannya menjadi baik.
Karen masuk ke ruangan Bagas, semua pegawai sudah mengenalnya sehingga Karen dengan mudah masuk ke kantor.
Dulu waktu Karen masih SMA dan Bagas kuliah sering pergi ke kantor Daddynya membantu pekerjaan Daddy. Sampai libur kuliah Karen sering membantunya sehingga pegawainya mengenalnya.
__ADS_1
Karen membuka pintu ruangan Bagas, ruangan Bagas sepi tidak ada orang. Karen menaruh makanannya di meja kerja Bagas. Karen berjalan menuju tempat ruangan tidur Karen melotot dan sangat shock tidak percaya apa yang telah dilihatnya seakan seperti mimpi. Karen memegang dinding
Kak Bagas...