
David terkejut melihat anak kecil itu mirip dirinya. David menatap tidak percaya, apakah istrinya masih hidup dan anak itu adalah anak kandungnya atau hanya kebetulan semata.
David memiliki dua kamar, satu kamar merupakan kamar pribadinya, jika berpergian kamar itu di kunci. Tidak boleh dimasuki oleh siapapun.
Kamar ke dua kamar khusus untuk memutilasi korbannya dan berbagai macam alat siksaan.
David menarik tangan anak itu menuju kamar pribadinya sedangkan Dave merasakan takut bila mengingat kejadian pria itu memutilasi dua wanita itu.
Di dalam kamar David berhenti di cermin besar. David menarik perlahan Dave untuk berdiri disampingnya menghadap kaca.
" Lihatlah, muka kita sangat mirip sekali." tanya David
Dave terkejut karena pria itu sangat mirip, walau David sekarang sudah berkepala tiga tapi wajahnya masih awet muda.
" Siapa namamu?" Tanya David
" Dave, kalau tuan?" tanya Dave
" David, siapa nama ibumu dan ayahmu?" tanya David
" Kata nenek angkatku, ibu ditemukan dipinggir pantai dan tidak ingat siapa dirinya akhirnya nenek angkatku memberi nama Laras. Kalau ayahku, ibuku, kakek angkat dan nenek angkat tidak tahu karena sejak ditemukan di pinggir pantai ibu sudah hamil." Cerita Dave
David merasa yakin orang yang berada di sampingnya adalah anaknya.
" Tuan David?" tanya Dave ragu
" Panggil saja Daddy karena daddy dan kamu sangat mirip, pasti kamu anak daddy, panggil daddy ya?" pinta David
" Kenapa?" tanya heran Dave
" Karena Daddy merasa kamu adalah anak Daddy." jelas David
" Kenapa tuan merasa aku anak daddy?" tanyanya bingung
" Perasaan orang tidak pernah salah." Terang Daddy
" Kalau tuan merasa aku anak daddy kenapa? kenapa tidak mencari kami? malah pergi menghilang" tanya Dave memandangnya David dengan tajam
" Lihatlah cara memandangmu, mirip dengan Daddy dan juga kakakmu Daka." jawab David
" Daka, kakakkku?" tanya Dave bingung
" Iya, kamu mempunyai kakak kembar, Daka dan Dennisa." jawab David
__ADS_1
" Ceritakan Dad, kenapa daddy tidak mencari kami? kemana kedua kakakku jika memang ternyata mereka kakakku?" tanya Dave
" Waktu itu Mommy dan Daddy mengikuti kegiatan pesta perayaan ulang tahun rumah sakit, Mommymu seorang dokter ahli jantung. Ketika kami mengadakan pesta kembang api...?" David menghentikan bicaranya terasa sesak dan menahan amarahnya karena di depannya ada anaknya.
Dave hanya diam saja, menunggu Daddynya melanjutkan ceritanya. David berulang - ulang menghembuskan nafas dengan kasar.
" Mommy mendapat pesan kalau kapal yang kami naiki akan di bom. Mommy memberitahukan kalau ada bom setelah beberapa menit terdengar suara ledakkan di lantai bawah, Daddy meminta Mommy untuk terjun sebelum ledakkan selanjutnya. Akhirnya kami terjun, Daddy bisa berenang dan bisa menahan nafas sedangkan Mommymu tidak bisa berenang...." David berdiam mengeluarkan rasa sesak di hatinya.
" Daddy memegang bahu mommymu agar tidak tenggelam, tapi tidak berapa lama ombak datang menghantam tubuh kami, membuat Daddy terpisah dengan Mommy, Daddy melihat dari kejauhan Mommy kepalanya terkena balok dari serpihan kapal yang meledak, Daddy berusaha menolongnya tapi Mommy menghilang terbawa arus. Daddy juga terbawa arus dan tidak ingat apa - apa lagi karena Daddy pingsan." terang David tidak terasa air matanya jatuh mengingat itu semua
" Daddy selalu mencari Mommymu sampai sekarang? dimana mommymu?" tanya David
" Maaf Dave, Dave lupa jalan pulangnya karena baru pertama kalinya Dave keluar dari rumah, Dave lupa jalan pulangnya!" sesal Dave
" Tidak apa - apa, nanti kita cari sama - sama. Dave sudah makan?" tanya David
" Belum dad?" jawab Dave
" Sebentar ya? Daddy akan memasak?"
David keluar dari kamar dan mulai memasak. Dave memperhatikan sekeliling kamar David. Dave melihat gelang yang tertutup dengan kotak kaca dan ditaruh di meja.
Dave terasa familiar dengan gelang itu, bentuk dan designnya sangat mirip yang ibunya dipakai. Dave tidak tahu ada seorang yang memperhatikannya dan mendekatinya karena terlalu serius dengan gelang itu.
" Dave, kenapa kamu serius melihat gelang itu?" tanya David
" Tidak dad, gelang ini kenapa mirip dengan ibuku?" tanya Dave bingung
" Benarkah?" tanya David bingung
" Iya Dad." jawab Dave
David membuka kotak itu dan mengambil gelang itu.
" Gelang ini ada sepasang dan Mommymu yang mendesign gelang ini, gelang ini di dalamnya ada foto kami berdua." terang David
David pun mulai mengutak atik gelang itu kemudian terbukalah di dalamnya sebuah foto kecil di dalam gelang itu. David mengambil alat pembesar dan diberikan ke Dave.
" Lihatlah Dave? apakah itu mommymu?" tanya David berharap semoga perkiraannya benar.
Dave menerimanya kemudian memegang gelang itu dan memperhatikannya.
" Benar Dad, itu ibuku Laras." jawab Dave
__ADS_1
" Anakku, kau benar - benar anakku, panggil ibumu dengan Mommy dan nama Mommymu itu Karen." terang David sambil memeluk Dave.
" Besok pagi kita cari Mommy." sambungnya lagi.
" Baik Dad." jawab Dave sambil membalas pelukan David.
" Daddy, kenapa membunuh dua wanita itu? kata Mommy tidak baik untuk menghilangkan nyawa orang lain. Karena yang berhak menghilangkan nyawa hanya Tuhan." tanya Dave
" Kalau Daddy ingin membunuh dan ingin menyiksa, siksalah aku sepuas Daddy walau sampai aku tiada sekalipun, aku hanya bisa pasrah asalkan aku adalah korban yang terakhir, tidak ada korban lainnya lagi." pinta Dave
deg
deg
deg
Kata - kata itu sangat mirip dengan istrinya. David berjanji untuk tidak membunuh orang lagi dan menahan semua emosinya.
"Maafkan Daddy, Daddy hanya tidak menyukai orang yang suka menghina. Daddy janji tidak akan membunuh lagi." jawab David sungguh.
Mereka kini makan bersama. David senang bisa bertemu dengan anaknya kembali. Dave tahu istrinya tidak mungkin selingkuh terlebih lagi anaknya sangat mirip dengannya.
xxxx
Esok paginya David dan Dave berkeliling mencari istrinya dengan berjalan kaki karena daerah yang mereka tempati sangat terpencil.
David dapat memiliki rumah itu kebetulan rumah itu sudah lama tidak berpenghuni semua barang - barang masih lengkap karena itu David tinggal di rumah itu walau sangat jauh dari penduduk, tapi David sangat menyukai tempat terpencil.
Berhari- hari mereka mencari tapi tidak menemukannya. seminggu, sebulan bahkan berbulan - bulan tidak ditemukan, mereka yakin kalau Karen baik - baik saja.
xxxxx
Satu Tahun Kemudian
David dan Dave tanpa merasa lelah mencari keberadaan Karen. Karena mereka lelah mereka istirahat dan duduk di bawah pohon.
Ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua tanpa berkedip kemudian dengan perlahan mendekati mereka berdua.
" Dave?" tanya wanita itu
David dan Dave menengok bersamaan. Wanita itu mundur karena terkejut mereka sangat mirip seperti ayah dan anak.
" Mommy." panggil Dave
__ADS_1
" Karen." panggil David
Ucap mereka bersamaan. Ya wanita itu adalah Karen tapi dia tahunya namanya Laras.