
Hari ini Bagas akan di operasi wajahnya. Adan dan Elisabeth orang tua Bagas duduk di depan sedangkan Karen dan Bagas duduk di kursi belakang.
Bagas tanpa gelisah takut jika operasinya gagal karena jika gagal harapan untuk menikahi Karen akan sulit. Karen yang melihat wajah Bagas yang gelisah memegang bahu Bagas dan mengusap - ngusapnya agar Bagas tenang.
Kak, berdoa aja semoga operasinya berjalan lancar, jangan gelisah pasrah dan serahkan semua pada - Nya sambil tersenyum
Iya Sayang
Karen hanya tersenyum bingung mau bicara apalagi.
( Kak Bagas maafkan aku, kakak sangat mencintaiku tapi maaf kak aku tidak bisa membalas cintamu, aku sangat mencintai kekasihku Mas David, saya tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang? sejak aku pulang ke Indonesia Mas David tidak menghubungiku lagi apakah dia sudah melupakanku? saya ingin menghubunginya atau melihat Mas David lewat cctv tapi saya akan sulit untuk melupakannya. Akhhh pusing... aku harus bisa melupakannya dan sekarang aku harus kosentrasi agar operasinya berjalan lancar batin Karen )
Sepanjang perjalanan tidak ada suara hanya deru suara mobil. Semua sibuk dengan pikiran masing - masing.
Tidak terasa sudah sampai di rumah sakit milik keluarga Bagas, mereka berempat turun dan masuk ke lobby khusus pasien.
Adam dan Elisabeth menunggu di ruang tunggu ugd. Bagas dan Karen beserta dokter dan perawat sudah di meja operasi.
Adam berjalan mondar mandir menunggu hasil operasi. Elisabeth sampai pusing melihat tingkah suaminya.
Mas, berhentilah mondar mandir mirip setrikaan kepalaku menjadi pusing melihatmu
Maaf sayang, mas takut dan gugup operasinya anak kita kemudian Adam pun duduk di sebelah istrinya. Berdoa dan berharap semoga operasinya berjalan lancar.
4 jam kemudian lampu operasi padam berarti operasi sudah selesai. Karen keluar dan menemui orangtua angkatnya.
Bagaimana hasil operasinya sayang apakah berjalan lancar tanya Elisabeth
__ADS_1
Puji Tuhan Mommy semua berjalan lancar sebentar lagi Kak Bagas masuk ke ruang perawatan
Puji Tuhan kami senang mendengarnya, terima kasih sayang jawab Elisabeth
Sama - sama Mom, Mommy dan Daddy mau makan? kalau mau kita pergi ke kantin
Lho bukannya tadi sudah sarapan ?
Tidak tahu Mom kok Karen laper lagi mungkin karena tegang jadi hawanya laper
Kamu saja yang makan, kami akan menunggu Bagas
Ok Mom, Dad Karen pergi dulu
Karen pergi keruangan khusus milik keluarga Bagas dan mengganti pakaiannya. Setelah selesai mengganti pakaian Karen pergi ke kantin hari ini Karen sangat lapar dan ingin makan soto ayam plus nasi, tidak terasa sudah habis semangkuk soto ayam masih terasa lapar, Karen melihat ada yang menjual soto Kudus Karen pun memesan soto Kudus. Setelah selesai makan dan membayarnya Karen pergi ke ruangan rawat inap vvip.
Pintu terbuka dan melihat orang tua angkat nya sedang duduk menunggu anaknya Bagas tersadar.
Sayang kenapa Bagas belum sadar ?
Efek obat biusnya sebentar lagi hilang Mom barulah kak Bagas sadar
Puji Tuhan, Mommy tidak sabar menunggu Bagas sadar
Kapan bisa dibuka perbannya ? tanya Adam
7 hari Dad, perban nya baru bisa di buka
__ADS_1
Semoga wajahnya kembali normal, mommy sedih melihat Bagas selalu mengurung diri, makan sangat susah karena itulah Mommy kadang menelephonemu supaya Bagas mau makan kata Elisabeth sendu
Karen diam mendengarkan curahan hati Mommy angkatnya hatinya sangat sakit mendengarnya karena secara tidak langsung perbuatan yang dilakukannya bersama kekasihnya David melukai mereka semua terlebih lagi Bagas.
Kamu tahu sayang ketika kamu susah dihubungi dia sedih dan marah - marah mommy tidak henti - hentinya selalu memberi nasehat kalau kamu tidak bisa dihubungi karena sibuk belajar untuk menyembuhkan luka Bagas. Bujukan dan nasehat Mommy akhirnya Bagas berusaha untuk mengerti
Mommy hiks... hiks.. maafin Karen Karen tidak bisa menahan kesedihannya
Tidak sayang kamu tidak salah, Mommy dan Daddy yang merasa bersalah karena memaksamu menikah dengan anak kami Bagas jawab Mommy
Karen hanya diam dan hanya bisa memeluk Mommy nya sambil menangis tersedu - sedu.
Jari tangan Bagas mulai bergerak - gerak dan matanya mulai perlahan membuka menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.
Bagas
Sayang
Kak Bagas
Jawab mereka serempak
Karen memeriksa keadaan Bagas, mengecek selang infus dan kondisinya.
Semua baik kak, seminggu lagi perbannya bisa dibuka
Bagas tidak bisa menjawab karena mulutnya terasa kaku hanya kedipan mata.
__ADS_1