
Karen melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya. Seorang bodyguard membuka pintu gerbang. Karen memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil. Seorang bodyguard membuka pintu utama Karen pun masuk terlihat Bagas dengan mata merah menahan amarah
plak
Bagas menampar Karen membuat Karen jatuh ke lantai dan melemparkan banyak foto. Karen terkejut dan Karen mengambil semua foto tersebut matanya membulat sempurna di dalam foto itu hampir semua berpelukan dengan pria yang berbeda bahkan ada foto Karen dan David berpelukan di ranjang rumah sakit juga foto yang hari ini
Aku bisa jelaskan semuanya
Apa yang ingin kamu jelaskan, KAREN ?? Bentak Bagas Disitu sudah jelas bukan, bahkan kartu kreditku kamu pakai tidak tanggung - tanggung 200,000,000 kamu berikan ke dua pria. Menyesal mengenalmu untung aku tidak jadi menikah denganmu kamu tidak lebih baik dari JALANG berapa banyak yang menikmati tubuhmu? dasar anak di dalam kandunganmu anak haram. DASAR JALANG, PELACUR HAH, Berikan sini kartu kredit dan semuanya dan kamu pergi dari sini pernikahan kita batal, aku sangat sangat membencimu
Bagas duduk menyamakan Karen kemudian
Plak
Bagas menampar kembali, Bibir Karen berdarah tanpa banyak komentar Karen menyerahkan tasnya dan pergi dari mansion karena Karen sudah tidak tahan mendengar makian dan tamparan dari Bagas, Karen memikirkan kondisi janinnya karena Karen tidak ingin ke 2 anaknya stres.
Karen berjalan ke jalan raya melihat taksi dan menghentikan taksinya. Karen pergi ke apartemen miliknya. Sampai di apartemen Karen turun dari taksi.
Pak, tunggu sebentar ya uang saya ketinggalan ?
Baik nona
Karen pun berjalan dan mengambil kunci yang disembunyikan kemudian membukanya, masuk ke dalam lift. Keluar dari lift Karen memasukkannya pinnya.
Ruangan sangat gelap Karen menyalakan lampunya dan berjalan ke kamarnya untuk membayar taksi.
Setelah selesai membayar, Karen mandi membersihkan diri karena badannya sangat lengket dan gerah.
Selesai mandi Karen mengobati lukanya yang tadi di tampar Bagas terasa sangat perih. Karen sebenarnya ingin menceritakan semuanya tapi kata - kata Bagas terlalu menyakiti hatinya.
Setelah selesai mengobati Karen duduk di ranjang mengelus - ngelus perutnya.
Maafkan mommy sayang, mommy ingin bertemu dengan Daddy mu tapi Daddy mu sudah milik orang lain tapi jangan kuatir Mommy akan selalu menjagamu dan menyayangimu. Karen menangis terisak sambil mengelus - ngelus perutnya. Karen berdoa memohon ampunan kemudian tertidur.
Pagi hari Karen terbangun kemudian mandi, selesai mandi dan berdandan.
__ADS_1
Karen memotong rambutnya yang hitam legam panjang sepinggang yang selalu di gerai di potong sebahu dan mengecetnya berwarna coklat. Memakai kacamata membuatnya berbeda.
Karen membuka laci dan mengambil hp milik David yang dulu diberikan padanya. Karen berencana untuk pergi keluar kota untuk melupakan semuanya dan memulai hidup baru.
Karen membawa hpnya menuju ke meja kerjanya, Membuka laptop dan mengubah identitasnya karena semua kartu dan identitasnya berada di tas yang sudah diberikan ke Bagas kemarin malam. Untungnya kartu kredit dan debit miliknya dan uang miliknya dia simpan di apartemen.
Wajah baru dan identitas baru sudah kini Karen ingin menjual apartemen untuk keperluan nanti di tempat yang baru. Karen memang iklan penjualan apartemen hanya beberapa menit ada yang menelephone dan akan datang untuk membayarnya. Karen pun mulai packing pakaian dan barang - barang berharga termasuk laptop kecuali kulkas dan alat masak serta meja dan lemari semua ditinggalkan.
Tidak berapa lama pembelinya datang setelah deal orang itu menstranfer uangnya. Karen pergi menuju ke bandara di kota baru dengan harapan baru.
xxxxxxx
KELUARGA ADAM ATMAJA
Pagi harinya keluarga Atmaja sangat sibuk menyiapkan pernikahan Bagas. Bagas masuk ke kamar orang tuannya.
Mam, Dad aku tidak jadi menikah dengan Karen ?
Apa? Bagas kamu jangan bercanda ya hari ini kamu akan menikah ?
Bagas kamu ceritakan semuanya jangan bikin Mama pusing
Bagas pun menceritakan semuanya sampai Karen hamil. Elisabeth dan Adam sangat kaget dan sangat kecewa terhadap Karen anak angkatnya yang diurus sejak bayi kelakuannya sangat buruk, mereka sangat menyesal kenapa dulu mau mengurusnya biarlah dia mati dibunuh ayahnya waktu itu. Wajahnya yang sangat cantik, hatinya yang lembut dan perhatian ternyata hatinya busuk seperti kacang lupa dengan kulitnya. Begitu banyak sumpah serapah mamanya terhadap Karen karena Elisabeth sangat sayang sama Karen tapi air susu di balas dengan air tuba.
Gadis itu baik tidak ?
Baik Mam, aku sudah mengenalnya hampir 2 minggu dia sangat baik bahkan dia juga yang memberitahukan kebusukan Karen padaku. Untung aku tidak jadi menikah dengan Karen apalagi harus mengurus anak haramnya nanti. Cih tidak sudi
Syukurlah Bagas, mama sangat senang dan bersyukur wanita itu sangat baik. Ayo kita siap - siap berangkat ke gedung 2 jam lagi mulai kata Mamanya.
Baik Mam, ayo Dad.
Merekapun berangkat ke gedung untuk melangsungkan pernikahan Bagas dengan gadis yang baru dikenalnya.
Sampai di gedung Bagas masuk ke kamar hotel untuk melihat calon istrinya karena sebentar lagi mereka akan mengikat janji suci pernikahan. Bagas disuruh mamanya untuk menjemputnya supaya turun ke lantai bawah tempat acara berlangsungnya acara. Ketika berjalan mendekati kamar calon istri tanpa sengaja Bagas mendengar obrolan lewat hp.
__ADS_1
Sayang, ingat ya aku sudah membantumu menyingkirkan temanmu Karen agar kamu bisa menikah dengan pria kaya itu, kamu harus tiap bulan membayarku 60 juta
Kamu gila ya banyak banget? bentak gadis itu
Ya nggalah sayang, kamu tahu aku membayar orang untuk memeluk Karen belum lagi jasa foto untuk mengambil gambar yang pas, buktinya Karen tidak jadi nikahkan malah sama kamu. Apalagi pria itu sangat kaya raya perusahaan besar ada di dalam negri bahkan di luar negri hidupmu bergelimang harta masa kekasihmu yang kerja keras ini sia - sia tidak menikmati hasilnya belum lagi nanti tubuhmu disentuh pria itu aku cemburu walau kita sering tidur bersama tapi aku cemburu
Iya - Iya bawel nanti kalau sudah resmi menikah dan si Bagas bodoh itu memberikan hartanya aku kirimin uangnya padamu, resiko kan aku nikah tidak mungkin kalau tidak melakukan itu, tenang saja walau nanti aku sudah menikah kita akan tetap melakukan itu kalau suamiku pergi ke luar kota. Sudah ya mau mulai acaranya. bye
bye
tut tut tut tut
Suara hp pun terputus, wanita itu ingin membuka pintu ketika hendak memegang gagang pintu tiba - tiba dari luar ada yang mendorongnya dengan kencang hingga tubuh wanita itu terjatuh
dugh
Sayang, kenapa mendorongku ? bokongku sakit nih ? rengek wanita itu
Bagas diam saja tidak menjawab kilatan amarah memancar dimatanya sangat membenci wanita di hadapannya, wanita yang akan dinikahi sebentar lagi.
plak
plak
plak
plak
Bagas menampar berulang - ulang ke wajah wanita itu hingga bibirnya pecah dan berdarah wanita itu meringis kesakitan
2 tamparan itu untuk pengganti Karen, gara - gara kamu aku menampar Karen
2 tamparan itu untuk kebusukan hatimu yang sangat jahat
Wanita itu terkejut tanpa kasihan Bagas menarik wanita itu ke bawah hingga wanita itu beberapa kali jatuh tapi Bagas tidak perduli tetap menyeretnya sampai ke lantai bawah tempat acara berlansung.
__ADS_1