
David dan Karen masuk ke mansion milik David. Karen dan David masuk ke kamar masing - masing yang berada bersebelahan.
Karen badannya merasa gerah dan membuka bajunya dan masuk ke bathub merendamkan diri. Setelah selesai Karen memakai dres dan berhias sekedarnya.
Karen berfikir saatnya untuk mengatakan ke David walau sakit sekarang tidak apa - apa daripada nanti. Terlebih Karen tidak ingin melukai kekasihnya lebih dalam. Keputusan sangat sulit baginya.
Karen turun dan pergi ke dapur untuk memasak. Mansionnya yang sepi tidak ada pelayan, Karen membuka kulkas dan mulai memasak karena perutnya sangat lapar.
tap
tap
tap
tap
Bunyi suara sepatu David turun dari tangga menuju dapur melihat Karen asyik memasak. Davidpun menghampiri dan memeluk Karen dari belakang. Menghirup aroma lavender dari tubuh Karen harumnya bunga lavender yang selalu dirindukan.
Mencium dan memberi tanda merah dilehernya turun kebawah sambil meremas gunung kembar Karen
sa...yang...ahh... ma...sa...kan..ku ahhh...nan...ti... go....song...
Karen menaruh spatula dan mengecilkan apinya kemudian berusaha melepaskan tangan David yang meremas gunung kembarnya.
Setelah berhasil melepaskan Karen membalikan badan
cup
Karen mencium bibir David
Sabar ya aku lagi masak laper, sayang ingin aku pingsan kan aku baru sembuh
__ADS_1
Jangan, Mas tidak ingin kamu pingsan... ya sudahlah Mas tunggu di meja
cup
David mengecup bibir Karen kemudian duduk dimeja tamu. Setengah jam masakan selesai David dan Karen makan bersama tidak ada suara.
Selesai makan mereka duduk di ruang tamu menonton tv. David menyadarkan kepalanya di pangkuan Karen sedangkan Karen membelai rambut David.
Sayang...
Hmm...
Jika aku berkata jujur apakah kamu marah padaku
Tergantung
Aku...
Aku ingin kita pu.. tus
tes
tes
tes
Duar
David terkejut ada tetesan air terlebih Karen mengatakan putus. David terbangun dan berdiri menatap tajam
Apa maksudmu sayang, apakah kamu selama ini berpura - pura mencintaiku? kamu bercandakan?
__ADS_1
Maaf, aku tidak bercanda, aku sangat tulus mencintaimu tapi kita tidak mungkin bisa bersama
Karen berusaha memegang tangan David tapi David hanya diam berusaha mencerna kalimat demi kalimat yang dilontarkan kekasihnya.
Ceritakan sejujurnya ada apa sebenarnya?
Karen pun menceritakan semuanya dari kepulangan ke Indonesia, pertemuan keluarga dan rencana pernikahan dengan kakak angkatnya.
David meremas kedua tangannya dengan kuat menahan emosi
Maafkan aku Mas
David sangat marah dan tidak bisa menahan emosinya, David mengeluarkan pisau kecil dari balik celananya.
Mas ingin membunuhku seperti waktu itu?
Iya saya ingin membunuhmu agar aku dan dia sama - sama tidak bisa memilikimu
Kalau itu bisa membuatmu bahagia lakukanlah Mas hanya kuminta jangan membunuh lagi. Berjanjilah padaku
Hmmm... mengenai janji aku jadi ingat dulu kamu berjanji padaku janji pertama kamu tidak akan meninggalkanku dan janji kedua kamu akan menyerahkan mahkotamu padaku. tapi mana janjimu Karen!!!
Maafkan aku
Kamu pilih salah satu janjimu tidak akan meninggalkan aku dalam arti kamu menikah denganku sekarang atau kamu boleh menikah dengannya tapi mahkotamu kamu berikan padaku? mana yang kamu pilih?
Pilihan itu terlalu sulit buatku
Saya kasih pilihan ke tiga, ini pisau kamu tusuk ke jantungku David memegang tangan Karen dan memberikan pisaunya agar aku tidak lagi merasakan kesedihanku karena itulah bunuhlah aku ( saya tahu kamu tak kan mungkin membunuhku, maafkan aku dengan cara seperti ini aku bisa mengikatmu, maafkan aku terpaksa kulakukan ini batin David )
Karen terdiam hanya bisa menangis tiga pilihan yang sangat sulit untuk dilakukan. Karen tidak mungkin membunuh David karena separuh hidupnya sudah diberikan David
__ADS_1