
Di Rumah Ayah Romi
Keluarga itu sedang heboh dengan apa yang mereka dapat hari ini. Sepertinya semesta mendukung rencana mereka.
"Kalian tahu tadi ibu pulang di antar siapa?Di antar Dea sama Arga aaaa" Cerita Ibu Dina kepada Ayah Romi dan Tania yang ikut menjerit karena saking senangnya.
"Dan ayah sama ibu tau apa yang aku dapat?" Tanya Tania yang sudah sangat ingin menunjukkan foto Arga dan Keisha yang sedang berbelanja tadi .
Ibu Dina dan Ayah Romi menggelengkan kepala mereka tanda mereka tidak tahu apa yang didapatkan oleh putri mereka.
Tania mengambil ponselnya lalu menunjukkan foto Arga kepada orangtuanya.
"Ini akan menjadi kartu untuk mengancam Arga Hahahaha" Suara tawa Tania menggelegar di ruangan itu.
"Hahaha kamu hebat sayang, kali ini kita pasti menang" puji Ayah Romi sambil tertawa penuh kemenangan.
"Aku yakin,Arga tidak bisa berkutik lagi sekarang" Ucap Tania dengan senyum devilnya.
_______
Di Bali.
"Mas buruan mandi , nanti kita ketinggalan pesawat" omel Sindi pada Adnan, yang akan pulang hari ini ke Jakarta.
" 5 menit lagi sayang" sahut Adnan dengan suara serak Karena masih mengantuk.
"Mas bangun atau nggak dapat jatah sebulan"ancam Sindi.
Tanpa ada jawaban lagi Adnan langsung berlari ke kamar mandi.Sindi tersenyum geli melihat suaminya.Hanya dengan ancaman kecil suaminya langsung menurut.
********
Di apartemen Arga dan Dea
Arga meraba ranjang di sebelahnya yang kosong.Arga membuka matanya namun tak menemukan Dea. Arga turun untuk mencari Dea di dapur. Ternyata benar,Dea sedang sibuk dengan peralatan masaknya.
"Ekhemm" Arga berdehem agar istrinya menoleh.
Dea langsung menoleh ke asal suara deheman itu. seketika wajahnya menjadi merona karena Arga turun tidak memakai baju ,hingga memperlihatkan roti sobeknya.
"Honey kamu udah bangun?" Tanya Dea memecah suasana.
"Udah sayang,aku mandi dulu sayang" Sahut Arga yang kembali ke kamar untuk Mandi.
Dea menyiapkan segala keperluan Arga.Mulai dari bajunya hingga memakai dasi untuk Arga.
"Honey aku mau ke rumah mama hari ini" kata Dea memberitahu agar suaminya tidak khawatir mencarinya.
"Aku antar ya sayang" ujar Arga menatap Dea dengan dalam.
__ADS_1
"Nggak usah Honey,nanti aku dijemput sopir mama kok" jawab istrinya karena memang benar adanya jika Ia akan dijemput oleh sopir mama Ratna.
"Kalau gitu hati-hati ya sayang nanti pulang aku jemput di rumah mama" ucap Arga tegas agar Dea tidak menolaknya lagi.
"Iya Honey nanti kita nungguin kamu di rumah mama" ujar Dea lalu memegang perutnya.
Arga yang hendak berangkat ke kantor berjongkok di depan Dea hingga sejajar dengan perut Dea.
"Halo baby, Papa berangkat kerja duluh ya, kamu jagain mama ya nak, jangan nakal di perut mama" Ucapnya penuh kasih sayang.
"Iya papa ,Papa semangat ya kerjanya" sahut Dea dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.
Arga berdiri dan mencium kening Dea dengan sayang,Arga takut suatu hari nanti Wanita yang berada didepannya sekarang menjatuhkan air mata karena perbuatannya.
"Aku berangkat ya sayang, i love you" katanya lalu berangkat ke kantor sambil melambaikan tangan ke Dea.
"I love you Too Honey,Dadah" Sahut Dea sambil melambaikan tangan ke Suaminya.
#Dea POV
Aku melihat Dia pergi kantornya.Jujur aku tak ingin jauh darinya walau hanya sekedar untuk bekerja. Waktuku bisa bersamanya hanya sebentar.
"Nak maafkan mama yang nggak bisa melihat kamu tumbuh" isaknya dengan suara bergetar.
Bahkan Aku tidak diijinkan Tuhan untuk melihat Putri kecilku lahir. Aku hanya ingin hidup lebih lama untuk putriku dan suamiku.
Aku belum siap berpisah dengan Suamiku untuk selamanya.
Setelah melamun dan menangis cukup lama,Dea membersihkan dirinya lalu turun dan duduk sambil menonton TV menunggu sopir mamanya menjemput.
Ting Tong
Dea berdiri dan setengah berlari ke arah pintu.Dea melihat dari lubang kecil ternyata itu adalah sopir mamanya.Dea mengambil tas selempang kecil lalu membuka pintu.
"Maaf ya pak udah direpotin" Kata Dea karena merasa tak enak hati .
"Nggak apa-apa Non,ini udah menjadi tugas saya" sahut Bapak tersebut.
"Sekali lagi maaf ya pak" ucap Dea lalu melihat ke luar jendela melihat banyaknya mobil yang berlalu lalang. Dea ingin menikmati semua waktunya Sekarang.
Tanpa disadari mobil sudah memasuki pekarangan rumah mama yang besar.
"Non,kita sudah sampai" kata sopir itu yang dari tadi memanggil Dea namun tidak dijawab.
Dea sadar dari lamunannya , ternyata sudah sampai di rumah mama.
"Eh iya maaf pak,Saya masuk dulu pak makasih ya pak udah repot-repot" Katanya kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.
"Mulia banget sih hatinya nona muda" batin Sopir itu yang melihat Dea masuk.
__ADS_1
"Mama,papa" panggil Dea namun tidak ada jawaban.
Dea bertanya ke pelayan dirumah itu
"Mbak,papa sama Mama ada kan?"
"Ada Nona, kata Tuan besar jika nona datang langsung ke ruang kera beliau saja". jawab pelayan itu.
Dea makin penasaran kenapa dirinya dipanggil ke ruang kerja Papa Rudi.
"Tapi saya nggak tau ruangannya mbak,boleh anterin nggak?" Tanyanya karena belum Pernah masuk ke ruang kerja Papa.
"Mari Nona saya antar" ucap pelayan itu membimbing jalan hingga berada di depan pintu ruangan yang dimaksud.
**Tok!
Tok!
Tok**!
Dea mengetuk pintu tiga kali dan menunggu pintu dibuka,dan benar saja mama membuka pintu.
"Sayang kamu udah nyampe dari tadi?" tanyanya pada Dea.
"Baru kok ma,tadi langsung disuruh kesini sama pelayannya" jawab Dea.
"Kalau gitu ayo masuk ngobrol di dalam aja" Kata mama merangkul pundak Dea dengan hangat.
"Nak,kamu apa kabar,jagoan opa apa kabar" Sapa Papa Rudi.
"Aku baik pa, baby juga baik" balas Dea sambil menunjukkan senyum terbaiknya.
Mama mengajak Dea duduk di sofa.
"Dea, maafin papa dan Mama kalau nanti pertanyaan kita buat kamu sedih" katanya agar Dea tidak sedih karena Dea lagi hamil tidak boleh banyak pikiran .Namun tak ada jalan lain,mereka juga tahu jika Dea tidak akan selamat setelah melahirkan nanti.
"Serius banget ma,emang mau ngomong apa ma" gurau Dea agar suasananya tidak tegang.
Kini papa Rudi yang buka suara karena dia lebih banyak tahu.
"Nak,apa kamu nggak mau tau orang tua kandungmu?" Tanyanya dengan hati-hati takut menyinggung perasaan Dea.
Deg
Mendengar ucapan Papa Dea tersentak.Ia juga baru terpikir mengenai orang tuanya.Dulu Dea sangat ingin cari tahu, tapi setelah menikah Ia seakan lupa dengan tujuannya. Dea menatap wajah kedua orang tua didepannya.
Kira-kira seperti apa jawaban Dea ya ?
ikuti terus ceritanya ya guys
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen