Cinta Tulus Dea

Cinta Tulus Dea
part 40


__ADS_3

#Dea POV


Cahaya matahari menerobos masuk melalui celah-celah kain gorden kamar,Aku mengerjapkan mataku beberapa kali untuk mengumpulkan kesadaran kembali.


Aku bangun dan melihat suamiku masih tertidur,aku membuka gorden dan mencuci muka .Aku mengambil baju suamiku di lemari, selagi aku menyiapkan semua keperluan suamiku , tiba-tiba aku merasa pusing,aku merasa ada yang keluar di selangkanganku ,Aku melihatnya dan tidak mungkin ini air ketuban.Aku mengganti pakaian agar Arga tak curiga aku langsung pergi ko dokter untuk mengecek kandungan ku.


"Jadi gimana dok?" Dea langsung pergi dokter agar tak terjadi masalah dengan kandungannya.


"Ini bukan air ketuban bu,ini keputihan abnormal Bu,ini vitaminnya diminum ya Bu" kata dokter menyerahkan vitamin.


"Baik dok,saya permisi dulu" Dea menerima obatnya dan pulang dengan perasaan lega .


Dea masuk ke kamar melihat Arga masih tertidur , Dia turun lagi untuk menyiapkan sarapan tapi di bawah sudah ada bi Ida yang sedang memasak.


"Eh Bu Ida udah dateng ya" sapa Dea yang baru turun .


"Selamat pagi nyonya,iya nyonya maaf saya ribut jadinya nyonya kebangun"


"Nggak kok Bu ,saya udah bangun dari tadi , cuma baru turun heheh, nggak usah panggil nyonya Bu,panggil Dea aja"


"Saya nggak enak nyonya takut dimarahin Tuan"


"Kalau gitu nona aja Bu biar lebih mudah gitu hehehe" Cengir Dea


"Baik Non,Non ini sarapannya udah siap"


"Iya Bu makasih ya,saya ke atas dulu panggil Mas Aga" Dea berjalan ke atas kamar untuk membangunkan Arga.


Dea membuka pintu kamar namun tak mendapatkan Arga di atas ranjang dan di seluruh kamar.Dea mendengar bunyi gemericik air di kamar mandi.


Dea menunggu Arga sambil memainkan handphone untuk sekedar chating dengan Sindi.


Sindi : Lo sibuk gak?


Dea : nggak emang ada apa?


Sindi : Temenin gue ke dokter dong,,,


Dea : Lo sakit?Suami Lo kan dokter bego


Sindi : Nggak gue nggak sakit,gue juga tau


Dea sayang suami gue dokter,cuma


gue mau mastiin sesuatu.


Dea : Ribet amat hidup Lo, ok gue temenin


tapi Lo traktir gue makan ya,,,


Sindi : Siap ibu boss, ok nanti gue ke apart


Lo,


Dea : Ok say.


"Sayang,kamu lagi ngapain sih serius amat"


Arga tiba-tiba berdiri di depan Dea dengan pakaian lengkap ,Dea tidak menyadari keberadaan Arga sedari tadi.Arga selesai mandi beberapa menit yang lalu,dia mengganti pakaian dan berdiri di depan Dea.


"Ih honey ngagetin aja"


"Lagian kamu serius banget ampe nggak nyadar aku ada disini"


"Ini aku lagi chat sama Sindi katanya minta ditemenin pengen keluar gitu"

__ADS_1


"Emang mau kemana?"


"Nggak tau deh Honey,nanti aku cerita kalau udah pulang ,boleh ya?" Dea memamerkan senyum termanisnya dengan muka imutnya.


"Boleh sayang,tapi pulangnya jangan kemalaman,dan kamu jangan sampe kecapean" Nasihat Arga lembut.


"Iya honey janji nggak kecapean kok,ayo kita turun sarapan ,Bu Ida udah masak enak banget"


"Oh ya,tapi enakan masakan istri aku" ujat Arga manja.


"Bentar aku Masakin kamu makan siang mau nggak?" Tanya Dea karena sudah lama ia tidak mengantar makan siang untuk suaminya.


"Mau dong sayang,aku tunggu kamu di kantor ya" Arga mengelus rambut Dea dan mencubit pipinya yang semakin chubby karena berat badannya naik akibat kehamilannya.


Setelah sarapan,Arga pamit ke kantor dan Dea bergegas mandi untuk menemani Sindi sekalian ke pasar beli bahan makanan yang sudah habis agar Bi Ida tidak perlu ke pasar lagi.


*****


"Jadi gimana hasilnya dok?" Tanya Sindi yang sudah diperiksa kandungannya,jadi dia ingin memastikan bahwa dia hamil atau tidak karena dia sudah telat datang bulan 7 hari.


Sindi tidak mau membuat Adnan kecewa hingga,dia ingin memastikan lebih dahulu apakah benar ia hamil atau tidak dan memberitahukan kabar yang sudah real kepada suaminya.


"Selamat Ibu akan menjadi seorang ibu,usia kandungan ibu 1 Minggu" ujar dokter .


"A-apa saya hamil? Huaa Dea gue bakal jadi ibu hiks hiks" Isak Sindi sambil memeluk Dea.


" Selamat Sin,gue ikut bahagia" ujar Dea memeluk sahabatnya.


"Gue bahagia banget De, akhirnya keinginan gue jadi seorang ibu dikabulkan ,Makasih dok" kata Sindi menjabat tangan dokter tersebut.


Kemudian mereka pergi ke pasar,Dea membelikan banyak buah-buahan untuk Sindi karena di awal kehamilannya harus banyak makan makanan sehat ,Dea juga membelikan banyak sayuran hijau.


"Bu ini ikannya berapa" Tanya Dea pada penjual ikan.


"40.000 sekilo neng" jawab penjual itu


"30 gimana neng" kata penjual itu lagi.


"Ya udah deh Bu saya ambil 2 kilo ya Bu tapi dipisahin Bu " ujar Dea memberikan tiga lembar uang 20 ribuan.


Dea memberikan satu kilo ikan tadi yang plastiknya dipisahkan ke Sindi.Bukannya Sindi yang mentraktir Dea malah sebaliknya karena sakinh bahagianya Dea melupakan perjanjian itu .


"Lo mau langsung pulang sin?" tanya Dea yang Sudah selesai berbelanja dan ingin pulang untuk segera memasak .


"Iya deh gue mau istirahat aja, ternyata cape juga ya jadi calon ibu heheh" Cengir Sindi yang memamerkan sederetan gigi putihnya.




Dea memasuki Kantor Arga,banyak karyawan yang melihatnya sambil berbisik.



"Kasian banget deh, suaminya deket lagi sama mantannya" ucap karyawan itu.



"Lah emang benar,tau dari mana Lo?" tanya karyawan lainnya.



"Itu loh perempuan yang duluh sering ke kantor Pak Arga,tapi sekarang udah nggak pernah sih" kata karyawan itu.


__ADS_1


"Oh ya,kenapa nggak datang lagi tuh, takut?" kata Dea tiba\-tiba menghampiri mereka, mereka semua langsung lari terbirit\-birit dan karyawan lain hanya menggelengkan kepala.



"Hay Honey"



"Sayang kamu udah sampe?" Arga mengecup kening Dea yang basah karena keringat dan juga sedikit bau amis karena sehabis memasak Dea tidak mandi lagi dia hanya mengganti bajunya dan langsung jalan ke kantor Arga.



"Ayo honey kita makan dulu" Dea menata makanan di atas meja.



**Tok tok Tok**



"Permisi Tuan,saya mau mengantarkan ini" Dimas masuk karena tidak tahu jika Dea ada di dalam,dia mengangkat berkas di tangannya.



"Letakkan saja di meja" perintah Arga.



"Dimas udah makan belum? Sini makan bareng aja" tawar Dea karena merasa masakannya terlalu banyak jadi ada baiknya dimakan bersama\-sama.



"Anu itu saya itu Nyonya" gugup Dimas karena takut dimarahi Arga.



"Dimas duduk, istri saya lagi baik loh mau ngasih kamu makan" perintah Arga tegas membuat Dimas langsung duduk.



Mereka makan siang bersama , masakan Dea sangat enak, Arga dan Dimas berlomba menghabiskan makanan yang ada sehingga perut mereka buncit dan tak bisa bergerak , sehingga mereka hanya bisa duduk dan tertidur karena kekenyangan.



.



.



.



.



.



Jangan lupa like , vote dan komen ya guys

__ADS_1



Nantikan part selanjutnya 🙏


__ADS_2